
"Aslan, katanya kamu sakit tapi sekarang justru mengundang kita semua makan malam. Ada kabar bagus apa nih?" tanya Bu Lani. Kedua orang tua Aslan kini sudah duduk di meja makan bersama Fara, Aslan, dan juga Arya.
"Arya mau punya adek. Yeee.." Arya yang memang sudah tahu sejak awal justru memberi tahu kabar bahagia itu terlebih dahulu. Dia sangat senang sekali akan mempunyai seorang adik.
"Fara hamil? Akhirnya Mama punya cucu lagi." Bu Lani langsung memeluk Fara dan mencium kedua pipi Fara. "Selamat ya sayang."
"Iya, Ma."
"Aslan kali ini kamu harus benar-benar jaga Fara. Jangan sampai Fara dehidrasi kayak dulu lagi." pesan Bu Lani sambil kembali ke tempat duduknya.
"Mama tenang aja kali ini Fara tidak akan merasakan morning sickness lagi." kata Aslan.
"Bagus dong."
"Tapi Mas Aslan yang mual terus, Ma," kata Fara sambil mengambilkan nasi untuk Aslan.
Hal itu membuat kedua orang tua Aslan tertawa. "Begitulah kalau kualat sama istri."
"Gak papa, biar Aslan merasakan gimana gak enaknya morning sickness." kata Bu Lani.
"Iya, ternyata kayak gini rasanya. Tapi aku senang banget bisa merasakan ini semua. Biar Fara bisa fokus dengan kandungannya dan memenuhi nutrisinya." kata Aslan sambil mencium singkat pipi Fara.
Seketika Fara mengusap pipinya. Dia tersenyum malu, baru kali ini dia dicium di depan orang tuanya. Mau protes tapi takut si pakmil ngambek lagi. "I-iya." Fara hanya tersenyum kaku.
Kedua orang tua Aslan semakin tersenyum merekah melihat keluarga putranya yang semakin harmonis.
"Mas Aslan makan dulu. Nih aku suapi." Fara mulai menyuapi Aslan.
"Sayang, kamu aja yang makan dulu. Gak papa aku nanti aja."
Fara menggelengkan kepalanya dan tetap menyuapi Aslan. "Aku juga gak mau Mas Aslan sakit."
"Arya mau disuapi oma?" tanya Bu Lani sambil mengambil nasi dan lauk di piringnya.
"Arya udah besar Oma, udah bisa makan sendiri. Tapi Ayah sekarang gak mau makan sendiri, katanya lagi sakit." kata Arya dengan polosnya.
Mereka semua kembali tertawa.
"Iya, Ayah lagi sakit."
Setelah selesai menyuapi Aslan baru Fara bisa makan dengan tenang. Nafsu makannya akhir-akhir ini memang meningkat. Sepiring itu hampir penuh dengan nasi dan lauk pauk.
"Makan yang banyak." kata Aslan sambil mendekatkan lauk lainnya untuk Fara.
__ADS_1
"Ini udah banyak banget."
Setelah selesai makan malam, mereka berlanjut mengobrol dan bermain dengan Arya hingga saatnya tidur malam.
Kedua orang tua Aslan juga sudah pulang. Arya kini juga sudah masuk ke dalam kamarnya.
"Sayang, cepat istirahat. Kamu gak boleh kecapekan," panggil Aslan karena Fara justru membereskan mainan Arya yang sangat berantakan.
"Iya Mas sebentar."
Aslan menarik tangan Fara agar segera beranjak dari tempatnya. "Biar dibereskan Bi Sri atau Bu Rita. Kalau memang gak beres malam ini, biar dibereskan besok. Tidak apa-apa."
Fara akhirnya menuruti perintah suaminya. Mereka kini masuk ke dalam kamar dan naik ke atas ranjang.
"Kamu harus banyak istirahat di trimester pertama ini. Meskipun kamu merasa sehat-sehat saja tapi tetap harus jaga kondisi."
"Iya, ih. Bawel banget sekarang." Fara mencium singkat bibir Aslan.
"Sayang, jangan cium dulu." Aslan menutup mulutnya. Entahlah, hanya sedikit ciuman saja sudah membuatnya mual.
"Kenapa?"
"Perut aku mual."
Seketika Fara tertawa lalu memeluk Aslan. "Makasih, sudah merasakan ini semua."
Fara tertawa kecil di dalam dekapan Aslan. Selalu ada momen spesial di saat kehamilannya.
"Tiap makan aku akan suapi Mas Aslan."
"Terus aku manjain kamunya kapan?"
Fara menggelengkan kepalanya. "Kali ini aku gak perlu dimanjain."
Satu tangan Aslan kini mengusap perut Fara yang masih datar. "Hai sayang, pintar banget gak mau merepotkan Mama. Biar Ayah saja ya yang merasakan semua. Pasti ini gara-gara Mama yang paksain Ayah waktu itu." Aslan teringat kejadian sebulan yang lalu saat Fara mengikat kedua tangannya.
Satu cubitan mendarat di pinggang Aslan. "Masih ingat aja."
"Masih sangat melekat diingatan."
Mereka tersenyum lagi lalu saling memeluk erat.
...***...
__ADS_1
Selama tiga bulan Aslan masih saja merasakan morning sickness. Makan juga masih disuapi Fara. Berbeda dengan Fara yang semakin hari semakin makan dengan lahap, bahkan berat badan Fara juga sudah naik dengan pesat.
Di usia kandungan yang sudah tiga bulan itu perut Fara juga sudah terlihat. "Mas, aku gemuk banget sekarang." Fara melihat dirinya di cermin yang terlihat semakin melebar.
"Gak papa. Bagus dong." Aslan berjalan mendekat dan memeluknya dari belakang dengan kedua tangan yang mengusap perut Fara. "Daripada dulu, aku ingat banget waktu hamil Arya kamu kurus. Aku jadi tidak tega. Justru aku senang lihat kehamilan kamu yang sekarang. Makannya lahap, gak perlu khawatir malnutrisi."
Fara hanya tersenyum sambil mengikuti gerakan Aslan di perutnya yang membuncit.
Bibir Aslan kini menyusuri leher putih Fara. Menciuminya dan sesekali menyesapnya.
Sejak hamil anak yang kedua ini, gairah Fara sangat mudah terpancing.
"Mas..." Fara sedikit menoleh Aslan.
"Apa sayang?" Aslan memutar tubuh Fara agar menghadap ke arahnya.
"Ayo..." kata Fara dengan malu-malu sambil meraba dada Aslan dengan telunjuknya dan membentuk pola abstrak.
"Oke, let's go." Hanya dari kata ayo saja Aslan sudah mengerti keinginan Fara. Aslan kini melepas daster Fara lalu menuntun Fara naik ke atas ranjang. Dia kungkung tubuh Fara yang telah polos itu dan mulai memainkan titik sensitif Fara.
Suara lenguhan telah terdengar dari bibir Fara.
"Ah, Mas. Langsung aja."
Aslan hanya tersenyum miring sambil melepas semua pakaiannya. Sejak hamil, Fara tidak mau berlama-lama melakukan pemanasan.
Kini suara de sah mereka telah berbalas. Fara begitu menikmati setiap permainan Aslan. Dia seperti ingin lagi dan lagi.
"Mas, nanti lagi ya..."
Permainan yang pertama belum juga usai tapi Fara sudah mau lagi.
Aslan hanya tersenyum. Sepertinya dia harus mengeluarkan jurus singanya malam ini. "Oke, singa siap beraksi." Aslan memperdalam hentakannya dan semakin cepat.
Fara semakin men de sah tak karuan. Hingga dia mencapai di puncaknya dan tentu saja malam ini dia akan dibuat Aslan mencapai puncak berkali-kali.
"Ah, Mas. Udah deh sekali aja. Aku udah tiga kali tapi Mas Aslan belum keluar juga." kata Fara dengan napas yang tersenggal dan keringat yang sudah bercucuran.
"Tadi nantangin minta lagi." Aslan mendekatkan dirinya di telinga Fara. "Ingat ya, jangan nantangin singa yang sedang tidur."
💞💞💞
.
__ADS_1
😅
Like dan komen ya...