
Hari itu, sedari pagi Fara sudah sibuk merias dirinya. Dia bersiap untuk menjadi bridesmaid di acara pernikahannya Ayla.
"Mama, cantik sekali," kata Arya yang kini masuk ke dalam kamarnya dan duduk di sebelahnya. Arya yang sudah berusia tiga tahun itu semakin pintar berbicara.
"Arya juga ganteng." Fara meraih tubuh Arya lalu memangkunya. "Arya, udah besar ya sekarang udah bisa mandiri juga."
"Arya kapan sekolah, Ma?" tanya Arya.
"Iya, sebentar lagi sekolah paud ya."
"Yee, teman Arya pasti banyak ya Ma nanti." kata Arya lagu sambil tersenyum riang.
"Iya, pasti banyak dong."
Aslan yang baru saja keluar dari kamar mandi tersenyum melihat dua kesayangannya. "Ngobrolin apa nih?" Aslan membungkukkan badannya dan mengalungkan tangannya di leher Fara. Satu tangannya kini mengusap puncak kepala Arya.
"Arya, mau sekolah." jawab Arya sambil tersenyum riang.
"Pintar. Nanti yang rajin ya kalau sekolah."
"Iya Ayah." Arya kembali berceloteh sedangkan Aslan kini menegakkan dirinya lalu memakai kemeja dan jasnya. Dia berkaca sesaat untuk menyisir rambutnya.
"Sayang, kamu nanti lama gak?" tanya Aslan.
"Ya sampai acara selesai Mas. Kan acaranya di kafe." Fara menurunkan Arya. "Arya, ayo kita berangkat ke acaranya aunty Ayla. Ambil tasnya sayang."
"Iya, Ma."
Setelah Arya keluar dari kamar, Aslan memeluk tubuh Fara dan mencium pipinya. "Cantik banget sih."
Fara hanya tersenyum dengan pipi yang merona. Meski sudah bertahun-tahun menikah dengan Aslan tapi setiap kali mendapat pujian dari Aslan dia selalu tersipu malu.
"Arsyad juga datang?" tanya Aslan tiba-tiba.
Fara sama sekali tidak terpikirkan soal itu. Tapi mereka saudara dekat, jelas saja Arsyad pasti datang. "Mereka saudara, ya pasti datang Mas. Dengar-dengar kuliah dia juga sudah selesai di luar negri."
"Tunjukkan padanya kalau kamu sudah bahagia bersamaku." kata Aslan.
__ADS_1
Seketika Fara mencubit kecil lengan Aslan lalu melepas pelukannya. "Udah jadi Ayah masih aja posesif. Kita udah sama-sama dewasa."
"Bukan posesif sayang. Soalnya aku masih ingat betul ancaman Arsyad dulu, kalau aku masih saja buat kamu menangis, dia akan ambil kamu dari aku. Aku kan gak mau." Aslan kembali meraih tubuh ramping Fara.
Fara tertawa mendengar suaminya itu. "Mas, itu kata-kata anak SMA dulu. Sampai sekarang masih diingat aja. Yang jelas, aku sekarang cintanya sama Mas Aslan." Fara mencium singkat pipi Aslan.
Saat Fara akan menjauh, Aslan justru menahan Fara dan mencium bibirnya. Memagutnya dengan lembut yang mampu menggetarkan hatinya.
"Ayah..."
Mendengar suara teriakan Arya yang semakin dekat seketika Aslan melepas ciumannya. "Iya, sayang."
"Ayah, kenapa dekat-dekat sama Mama. Ayo, berangkat." Arya menarik tangan Ayahnya.
"Iya, ayo."
Fara berkaca sesaat untuk melihat kondisi lipstiknya setelah dicium Aslan. "Untunglah lipstik aman." Setelah itu dia berjalan mengikuti langkah kecil Arya menuju mobil.
Setelah masuk ke dalam mobil, Aslan segera melajukan mobilnya. Arya masih saja berceloteh selama di perjalanan. Hingga tak terasa Aslan kini telah menghentikan mobilnya di sebuah kafe.
"Arya sama Ayah saja ya. Soalnya Mama mau nyiapin acaranya sama Aunty Ayla." kata Aslan sambil menggandeng tangan Arya.
"Iya Ayah."
"Arya yang pintar ya sama Ayah, Mama mau ke tempat Aunty Ayla karena acaranya mau dimulai."
"Iya, Mama."
Fara segera berjalan cepat menuju ruang rias Ayla. Sahabat-sahabatnya juga sudah berkumpul di sana. Hal yang pertama kali dilakukan Fara adalah memeluk Ayla.
"Sekali lagi selamat ya, Ayla." Air mata kini mengembung di ujung mata Fara. Selama hampir delapan tahun dia bersahabat dengan Ayla. Banyak suka dan duka yang telah mereka lewati.
"Iya, makasih ya. Sampai sekarang kamu masih tetap setia jadi sahabat aku." kata Ayla dengan suaranya yang bergetar karena isak tangis yang tertahan.
Fara melepas pelukannya lalu mereka menyempatkan diri untuk berfoto sebelum acara dimulai.
Sepasang pengantin yang sangat serasi itu kini berjalan berdampingan menuju pelaminan dengan kedua orang tua mereka yang berjalan di belakang mereka. Disusul dengan adik dan kakak. Lalu para kerabat dan sahabat.
__ADS_1
Suara host yang diiringi musik itu, serta asap yang mengikuti langkah mereka semakin menambah kesan mewah acara itu.
Fara sudah tidak bisa menahan air matanya lagi, cepat-cepat dia usap air matanya dengan tisu agar tidak merusak make up nya. Dia terharu telah menjadi saksi acara sakral sahabatnya. Sahabatnya yang selama ini selalu menemaninya.
"Li, gue terharu banget." kata Fara sambil melingkarkan tangannya di lengan Lili.
"Sama. Ayla kita sudah menemukan kebahagiannya."
"Tinggal lo nih."
"Iya, doakan gue secepatnya menyusul ya."
"Iya, gue selalu mendoakan yang terbaik buat lo."
Mereka menikmati setiap momen yang berlangsung.
Di ujung sana, ada seseorang yang baru saja memasuki kafe. Pandangannya terus menatap Fara yang tersenyum bahagia di deretan bridesmaid. Dia semakin berjalan mendekat lalu berhenti di dekat Fara.
"Fara, apa kabar?"
Seketika Fara menolehnya. Mereka saling bertatapan beberapa saat. Sudah empat tahun mereka tidak bertemu.
"Arsyad..."
.
💞💞💞
.
.
Arsyad, kita bertemu lagi... 🙃
.
Like dan komen ya...
__ADS_1