Rumus Cinta Pak Guru

Rumus Cinta Pak Guru
BAB 110


__ADS_3

Seharian itu kondisi tubuh Aslan tidak menentu, sedikit-sedikit pusing terus hilang dan rasanya dia begitu ingin cepat bertemu dengan Fara.


Setelah selesai meeting, Aslan segera menjemput Fara yang memang kebetulan Fara juga sudah selesai mengajar. Dia segera turun ke lantai dasar dan menuju tempat parkir. Setelah masuk ke dalam mobilnya, dia segera melajukan mobilnya menuju sekolah.


Jalanan siang hari itu tidak terlalu macet hingga membuatnya cepat sampai di depan sekolah. Dia menghentikan mobilnya di dekat gerbang sekolah. Dia tersenyum saat melihat Fara yang sedang berjalan ke arahnya.


Saat Fara sudah mendekat, Aslan membukakan pintu untuk Fara dari dalam. "Silakan masuk Bu Guru."


Fara hanya tersenyum kecil. Padahal kan suaminya juga mantan Pak Guru. Sekarang semuanya sudah terbalik dan posisi guru kini dipegang oleh Fara.


Setelah Fara masuk ke dalam mobil, Aslan segera melajukan mobilnya.


"Sayang, kita beli bakso dulu. Tiba-tiba aku pengen makan bakso siang-siang gini." kata Aslan dengan pandangan yang fokus ke jalanan.


Fara mengernyitkan dahinya menatap suaminya. "Tumben Mas Aslan mau bakso. Biasanya aku ajak gak pernah mau kalau siang."


"Aku juga gak tahu." Aslan menghentikan mobilnya di depan penjual bakso langganan Fara. Mereka turun dari mobil lalu Aslan memesan dua mangkok bakso dan dua gelas es jeruk untuk mereka.


Sembari menunggu pesanan, mereka duduk di kursi. Kebetulan di tempat itu cukup ramai pengunjung.


Beberapa saat kemudian pesanan mereka datang. Fara segera mendekatkan semangkok baksonya lalu mencampurnya dengan sambal dan kecap.


Aslan hanya menatap Fara yang makan dengan lahap. Dia hanya mengaduk baksonya tanpa menyentuhnya.


"Mas, katanya pengen bakso kok diaduk aja baksonya." kata Fara. Baksonya saja sudah tinggal setengah tapi Aslan sama sekali belum memakannya.


"Suapin."


Fara mengernyitkan dahinya. Biasanya Aslan memang romantis tapi masih tahu tempat. Dia gak pernah minta disuapi di tempat yang seramai ini. "Suapi? Mas ini ramai loh. Nanti aja di rumah ya."


Seketika wajah Aslan berubah. Bahkan dia kini menjauhkan mangkok bakso itu.


"Mas, di makan dulu."


Aslan hanya menggelengkan kepalanya.


"Ya udah, minta di bungkus aja ya." Setelah menghabiskan baksonya Fara meminta penjual itu membungkus bakso Aslan yang tidak tersentuh sama sekali dan menambah lagi dua bungkus porsi besar untuk Arya pembantunya di rumah.


Aslan hanya diam saja sambil mengikuti Fara menuju mobilnya. Setelah masuk ke dalam mobil, Aslan mulai melajukan mobilnya. Dia masih saja diam tak bersuara.


"Mas, kenapa?" tanya Fara, karena tak biasanya Aslan terdiam seperti ini.

__ADS_1


"Gak papa."


"Idih, ngambek ya gak aku suapi. Nanti aja ya di rumah. Kan Mas Aslan sendiri juga gak suka nunjukkin kemesraan di tempat umum."


"Iya," jawab Aslan singkat.


Fara hanya menghela napas panjang. Baru kali ini dia melihat suaminya yang sangat sensitif seperti ini.


Setelah Aslan menghentikan mobilnya di depan rumah, Fara turun sambil membawa bungkusan baksonya.


Sedangkan Aslan justru berjalan mendahuluinya ke kamar.


"Mas, makan dulu."


Fara hanya menghela napas panjang. Kali ini dia tidak mengerti keinginan Aslan.


"Mama, bawa apa?" tanya Arya sambil berjalan mendekati Mamanya.


"Bakso. Arya mau?"


"Mau, Ma."


"Ya udah, sebentar ya biar disiapkan sama Bi Sri dulu." Fara meletakkan bakso itu di dapur agar disiapkan di atas meja. "Mama panggil Ayah dulu, soalnya Ayah juga belum makan."


Fara berjalan menuju kamarnya. Dia melihat Aslan yang sedang duduk di tepi ranjang sambil melepas sepatunya.


"Mas, ayo makan dulu sama Arya."


"Iya, kamu makan aja."


"Mas, kok ngambek sih?"


"Nggak, aku memang udah gak pengen. Kamu temani saja Arya makan, aku mau mandi dulu." Aslan mengusap puncak kepala Fara lalu dia beranjak ke kamar mandi.


"Aneh banget sih Mas Aslan. Kayak lagi PMS aja." gumam Fara. Kemudian dia keluar dan berjalan ke ruang makan untuk menemani Arya makan.


...***...


Menjelang pagi hari itu, Fara terbangun karena mendengar suara muntahan Aslan di dalam kamar mandi. Dia segera turun dan menghampiri Aslan.


"Mas," dia usap punggung Aslan agar rasa mualnya segera mereda. "Mas, ke rumah sakit saja kita periksa."

__ADS_1


Aslan berkumur dan membersihkan mulutnya. Dia juga tidak tahu mengapa perutnya terasa sangat mual.


"Mas Aslan kemarin gak mau makan, jangan-jangan Mas Aslan kena asam lambung."


Aslan menggelengkan kepalanya. "Aku gak pernah sakit asam lambung." Lalu dia berjalan kembali ke atas ranjangnya dan merebahkan dirinya.


"Ya, siapa tahu karena Mas Aslan kecapekan. Aku ambilkan air hangat dulu ya." Fara keluar dari kamarnya untuk mengambil segelas air hangat.


Baru juga Aslan merebahkan dirinya, rasa mual kembali muncul lagi. Dia bangun dan berlari ke kamar mandi.


Fara yang baru saja masuk sambil membawa segelas air hangat dan roti selai seketika meletakkannya di atas nakas lalu menyusul Aslan ke kamar mandi. "Nanti kita langsung ke Dokter saja periksa. Aku antar, mumpung hari Sabtu aku juga lagi gak ngajar."


Tubuh Aslan kini terasa lemas. Dia kembali ke ranjangnya dan duduk bersandar di headboard.


Fara mengambil segelas air hangat dan membantu Aslan untuk minum. Setelah itu dia menyuapinya roti. "Makan roti dulu biar perutnya ada isinya."


Aslan menerima suapan dari Fara, tiba-tiba saja rasa mualnya berangsur hilang.


"Habis ini Mas Aslan tidur lagi. Subuhnya masih 2 jam lagi."


Setelah menghabiskan roti itu Aslan kembali merebahkan dirinya.


Fara kini ikut merebahkan dirinya di sebelah Aslan.


"Tidurnya jangan jauh-jauh." Aslan menarik tubuh Fara dan memeluknya dengan erat.


Fara hanya terdiam. Dia usap rambut tebal Aslan agar Aslan kembali lelap dalam tidurnya.


Sedangkan Fara kini hanya menatap langit-langit kamarnya yang temaram. Dia sedang memikirkan kondisi Aslan. Kenapa bisa kondisinya sangat mirip waktu dia sedang hamil Arya dulu.


Masak iya, Mas Aslan yang ngidam? Tapi aku kan baru telat satu minggu. Memang bisa lelaki ngidam?


Fara terus bertanya dalam hatinya. Lalu dia tatap wajah pulas Aslan yang tertidur di pelukannya.


Tapi mungkin saja Mas Aslan memang kena asam lambung.


Fara mencium singkat kening Aslan. "Cepat sembuh ya..." gumamnya lirih.


💞💞💞


.

__ADS_1


Like dan komen..


__ADS_2