Rumus Cinta Pak Guru

Rumus Cinta Pak Guru
BAB 67


__ADS_3

"Sayang. Kok marah..." Aslan masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya rapat-rapat.


"Sana, lanjutin acaranya. Aku udah gak mood." kata Fara. Rasanya dia sangat kesal dan ingin marah.


Aslan mendekat dan memeluk Fara dari belakang. "Cemburu ya? Hem?"


"Siapa yang cemburu." Fara menghela napas panjang. Entah kenapa hari itu dia merasa sangat sensitif hingga kemarahannya sangat mudah terpancing.


Aslan justru tersenyum kecil, dia membalik tubuh Fara lalu mengangkatnya untuk duduk di atas meja. "Mamanya Arya yang cemburu." Aslan menatap kedua netra Fara hingga membuat Fara salah tingkah.


"Nggak. Aku cuma kesal aja. Kenapa sih harus ketemu dia lagi. Jadi terbayang-bayang masa lalu Mas Aslan sama dia gimana? Dia aja bilang katanya kuliah bareng Mas Aslan di Amerika. Mentang-mentang aku cuma lulusan SMA saja direndahkan. Ini semua kan gara-gara Mas Aslan. Tapi tetap aja seolah aku yang gak ada niat kuliah, ngebet kawin dan sebagainya. Serba salah jadi aku."


Aslan semakin tertawa mendengar perkataan Fara yang panjang lebar itu. "Aku memang lulusan Amerika tapi aku gak kuliah sama dia. Dia ke Amerika waktu dia liburan sama keluarganya."


"Udahlah sama aja." Fara masih saja cemberut dan marah. "Yang jelas aku gagal kuliah itu karena Mas Aslan. Sebenarnya aku bisa kok masuk oxford university."


"Jadi kamu menyesal sama aku?" Aslan menempelkan keningnya di kening Fara. Kedua tangannya kini melingkar di pinggang Fara.


"Hm, ya nggak gitu. Sekarang kan kita juga sudah punya Arya. Ya, aku kesal aja dengar omongan kayak gitu." Mendapat tatapan dari Aslan Fara semakin menciut.


"Ya udah, berarti jangan pernah dengarkan lagi omongan orang lain." Aslan memiringkan dirinya lalu mencium kecil pipi Fara kemudian dia raih dagu Fara agar mau menatapnya. "Aku tahu kamu gak suka acara seperti ini, apalagi yang diundang orang tua aku rata-rata teman bisnis mereka. Aku dulu saat masih seumuran kamu juga selalu kabur tiap ada acara resmi." Aslan tertawa kecil mengingat kenakalannya waktu remaja. Semoga saja kelak Arya tidak menirunya.


Fara hanya terdiam. Hati yang tadinya terbakar kini mulai padam dan luluh.


"Jangan marah lagi ya. Semua orang punya masa lalu. Tapi yang jelas kamu dan Arya adalah masa depan aku. Ralat, kamu, Arya dan calon adik-adik Arya adalah masa depan aku."


Seketika senyum kecil terlukis di bibir Fara. "Adik-adik, emang mau berapa anak?"


"Ya semampunya." Aslan menangkup kedua pipi Fara. "Gini dong senyum. I love you and you're really the one in my life." Aslan menatap lekat Fara. Begitu juga dengan Fara. Sedetik kemudian wajah itu saling mendekat dan bibir itu kembali bersentuhan. Memagutnya dengan lembut yang semakin lama semakin menuntut.


Gairah Fara semakin terpancing, saat tangan Aslan sudah menyentuh titik-titik sensitif Fara.


Ciuman itu semakin turun ke leher Fara yang membuat Fara semakin mendongak. Lenguhan kecil sudah lepas dari bibir Fara.


"Mas udah, nanti dicariin Mama." kata Fara sambil mendorong pelan kepala Aslan yang semakin menyusup ke dadanya.


Aslan mendongak menatap wajah merah Fara. "Satu petandingan."


"Tapi Mas..."

__ADS_1


"Aku sudah bawa senjata." Aslan mengeluarkan satu dus kecil alat pengaman dari sakunya.


Fara menautkan alisnya sambil meraih alat pengaman itu. "Bener aman?"


"Gak percaya, kita coba aja." Aslan mendekatkan kembali wajahnya dan me lu mat bibir Fara. Tangannya menyingkap gaun Fara dan memberi sentuhan-sentuhan di sekitar pa ha Fara. Semakin lama semakin ke atas lalu menyusup di balik celana yang telah basah.


Aslan melepaskan bibirnya karena kini Fara sudah men de sah dan menikmati setiap sentuhannya. Bibir Aslan kembali menyusuri leher putih itu.


Aslan mengambil satu bungkus alat pengaman itu lalu membukanya dengan giginya.


Terlihat sangat sexy dan menggoda, tentu saja Fara tidak akan menolak keinginan Aslan kali ini.


Aslan menurunkan celananya dan membuka kaki Fara.


"Mas, aku di atas meja?"


"Why? Coba sensasi baru dan ekspress sebelum Mama atau Arya cari kita."


Fara ragu. Bisakah dengan posisi ini?


Setelah memasang pengaman itu, Aslan mencari posisi yang pas. Dia gesekkan sesaat miliknya yang membuat gelenyar nikmat memenuhi tubuh Fara.


Aslan membuka resleting yang berada di depan gaun Fara. Dia mainkan kedua benda sintal yang sekarang menggantung itu dengan pinggul yang bergerak maju mundur berirama.


Fara hanya bisa men de sah pelan merasakan setiap sentuhan dan perlakuan Aslan padanya.


Aslan kini mendekatkan dirinya dan menyapu dada Fara dengan bibirnya sedangkan kedua tangannya kini memeluk Fara dan menahan tubuh Fara. Dia ciptakan beberapa tanda merah di sekitar dada itu.


Fara semakin menjambak rambut Aslan. Kenikmatan itu begitu nyata dia rasakan semakin lama semakin tidak tahan dibuatnya.


"Mass..." napas Fara semakin tersenggal.


Aslan melepas bibirnya dari dada Fara. Dia melingkarkan tangan Fara di lehernya saat dia semakin memperdalam hentakannya.


"Ahhh, Mas..."


"Nikmat banget ya." Aslan mendekatkan bibirnya di telinga Fara dan men de sa lirih yang membuat gairah Fara semakin terbakar.


"Aku udah gak tahan."

__ADS_1


Aslan semakin mempercepat gerakannya saat Fara mencengkeram erat punggungnya.


Tubuh Fara bergetar beberapa saat lalu melemas.


"Sekarang giliran aku." Aslan menggigit bibir bawahnya sambil berdesis pelan. Sesekali kepala itu mendongak saat gelenyar nikmat memenuhi dirinya.


Pemandangan itulah yang sangat Fara sukai. Aura ketampanan Aslan semakin terpancar.


"Sayang, aku sampai..." setelah menuntaskan hasratnya, Aslan melepas miliknya.


"Mas, aman kan?" tanya Fara lagi. Dia masih saja khawatir karena rencana ke dokter masih 3 hari lagi.


"Aman." Aslan melepas kantong pengaman itu yang penuh dengan benih-benihnya. Lalu dia membungkusnya dengan tisu dan membuangnya ke tempat sampah.


Aslan merapikan pakaiannya kembali begitu juga dengan Fara.


"Mas, tolong ambil Arya, udah waktunya nen. Aku gak enak mau ambil ke Mama."


"Iya, kamu tunggu di sini saja. Nanti kalau Mama tanya aku bilang saja kamu capek." Aslan berkaca sesaat merapikan rambutnya lalu keluar dari kamar.


Fara menunggunya di dalam kamar sambil memainkan ponselnya. Dia tersenyum kecil melihat status mertuanya yang penuh berisi foto Arya. "Ih, lucunya. Makin besar makin mirip Mas Aslan aja."


Sampai hampir 30 menit Aslan tak juga ke kamar.


"Mas Aslan kok lama banget."


Dia keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang tengah, tapi langkahnya berhenti saat melihat Aslan yang sedang berdiri menggendong Arya.


"Mas Aslan ngapain?"


💞💞💞


.


Tiap ngambek obatnya yg enak2, 😂 ngambek terus aja Far..


.


Like dan komen ya...

__ADS_1


__ADS_2