Rumus Cinta Pak Guru

Rumus Cinta Pak Guru
BAB 102


__ADS_3

"Selamat ulang tahun sayang..." ucap Fara sambil mencium kedua pipi Arya. Begitu juga dengan Aslan.


Kini rumah Aslan sudah disulap menjadi sebuah pesta yang meriah. Pesta ulang tahun Arya yang pertama dengan tema madagascar.


Mereka mengundang saudara dan sahabat mereka, terutama yang memiliki anak kecil. Anak-anak kecil itu kini bermain dengan gembira karena Aslan menyewa beberapa permainan anak-anak seperti di playground.


"Ma, cinga, aumm." kata Arya tiap kali melihat singa di tokoh madagascar yang menempel di beberapa sudut rumah.


"Arya, itu juga ada zebra, jerapah, kuda juga."


"Cinga." Arya kini justru menunjuk gambar singa yang berada di atas kue tart.


"Mau kue tart? Sini dulu." Aslan menyiapkan kursi makan Arya.


Setelah Fara mendudukkan Arya di kursi makannya, Aslan mengambil kue tart yang berukuran sedang. Dia letakkan di depan Arya yang sudah siap mengeksekusinya dengan kedua tangan Arya.


"Cinga." Arya langsung mengambil singa yang menjadi hiasan di atas kue tart itu. Untunglah hiasannya memang bisa dimakan.


"Arya, ya ampun sayang. Singa dulu yang dimakan."


Mereka semua tertawa melihat tingkah lucu Arya yang memakan tart itu. Setelah itu dia mengambil krim kue dengan kedua tangannya dan memakannya hingga membuat wajah Arya penuh dengan krim.


"Arya, Mama juga mau loh." Aslan ikut mencolek krim itu lalu dia tempelkan di pipi Fara.


"Ih, Mas Aslan." Mereka bertiga justru perang kue tart. Arya semakin semangat meremat kue tart itu hingga berantakan dan memenuhi seluruh bajunya.


Sedangkan kue tart yang bertingkat tiga kini di potong dan dibagikan pada tamu.


Arya tertawa dengan senang karena kue tartnya kini telah hancur tak berbentuk.


"Lucu banget." Fara mencubit kecil pipi Arya yang dipenuhi krim kue. "Setelah ini langsung mandi."


Setelah acara ulang tahun selesai, Aslan membiarkan para tamu bermain dulu di halamannya. Dia kini membawa Arya ke kamar untuk dibersihkan.


"Arya, mandi dulu. Baru nanti main lagi ya." Fara segera melepas seluruh pakaian Arya lalu memasukkannya ke dalam bathup yang telah diisi air hangat.


"Mas, panggilkan Mbak Rita, biar siapkan bajunya Arya. Soalnya aku juga mau mandi dulu." Teriak Fara dari dalam kamar mandi.


"Oke beres." Aslan keluar dari kamar dan menyuruh Rita untuk menyiapkan perlengkapan Arya di kamar sebelah, kamar Arya sendiri karena Arya juga sudah dilatih untuk tidur sendiri.


"Arya, sama Bu Rita dulu ya. Mama mau mandi dulu, lengket semua badan Mama."


"Ayo sayang." Arya sangat menurut dengan pengasuhnya karena pengasuhnya sangat baik dan keibuan. Sedari bayi Arya merasa nyaman bersamanya saat ditinggal Fara kuliah atau ada kepentingan lain.


Fara kembali masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Aslan kini justru mengunci pintu kamarnya rapat dan menyusul Fara ke kamar mandi. Dia langsung memeluk tubuh Fara dari belakang.

__ADS_1


"Mas, kaget ih."


Aslan hanya tersenyum lalu mencium leher Fara.


"Mas, aku mau mandi dulu. Lengket kena krim tart tadi."


"Iya, sini." Aslan menurunkan resleting gaun milik Fara lalu melepas gaun itu. "Makasih, satu tahun yang lalu kamu sudah berjuang untuk melahirkan Arya. Makasih kamu sudah menjadi ibu yang baik buat Arya. Makasih juga kamu masih setia menemaniku dan menjadi istri yang terbaik buat aku."


Fara tersenyum dengan pipi meronanya. "Kalau sudah ngegombal gini pasti ada maunya." kata Fara yang sudah setengah polos itu.


"Kok tahu?" Aslan mulai menyusuri punggung Fara dengan jemarinya. "Kan satu minggu yang lalu sudah konsul ke dokter. Udah berapa bulan kita libur?" Aslan tersenyum kecil lalu dia kembali mendekap tubuh Fara.


"Iya, udah hampir tiga bulan aku gak lihat ekor singa yang nakal."


Aslan semakin tertawa lalu dia menggigit kecil leher Fara.


"Aw, Mas."


"Gemes banget sama kamu." Napas Aslan sudah terdengar berat. Dia kini menciumi leher putih Fara dengan sesekali menggigitnya kecil.


"Ah, Mas. Nanti aja ya. Beberapa tamu masih belum pulang."


"Coba dulu sekarang sebagai pembukaan. Nanti malam baru intinya." Aslan sudah melepas seluruh pakaian Fara lalu dia juga melepas seluruh pakaiannya.


"Aku cinta kamu, Fara."


"Aku juga cinta kamu, Mas."


Sedetik kemudian wajah mereka saling mendekat dan memagut. Saling menyesap manisnya madu yang telah menjadi candu itu. Ciuman itu semakin dalam dan meliar.


Aslan mendorong tubuh Fara hingga bersandar di tembok. Dia lepas ciumannya lalu turun ke leher dan menyusuri leher putih itu dengan sesekali menghisapnya sampai meninggalkan jejak merah. Fara semakin mendongak memberikan akses pada Aslan untuk semakin leluasa mencumbui lehernya.


Ciuman itu semakin turun ke bawah dan berhenti di kedua dada Fara yang sekarang sudah jarang me nyu sui Arya. Dia hisap pu ting yang menegang itu dengan rakus, seperti seorang bayi yang sedang kehausan.


"Ah, Mas, ahh. Emmm.." Fara semakin men de sah saat satu tangan Aslan bermain di inti Fara.


Tubuhnya bergeliat tak karuan, karena gelenyar itu sudah memenuhi seluruh tubuhnya.


Aslan melepas hisapannya lalu kembali memagut bibir yang terus berdesis nikmat itu. Satu tangannya kini mematikan air shower. Kemudian dia sedikit mengangkat tubuh Fara.


Fara hanya berpegangan pada pundak Aslan. Mereka saling menatap dengan penuh gelora.


Kedua tangan Aslan kini memegang pinggul Fara dan memposisikan miliknya. Dengan satu hentakan sudah berhasil membuat Fara memekik.


"Aww, Mas."

__ADS_1


Aslan mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur beraturan. Mereka kini sudah berbalas de sah merasakan kenikmatan yang sudah lama tidak mereka rasakan.


Fara semakin berpegangan pada bahu Aslan saat Aslan semakin mengguncang dirinya. Kenikmatan itu sudah mampu membawa Fara terbang melayang di udara. Dia tidak sanggup bertahan lama-lama.


"Aku mau keluar Mas..." Suara Fara semakin keras yang membuat Aslan semakin semangat berpacu.


Tubuh Fara bergetar beberapa saat lalu sedetik kemudian dia sedikit melemas.


Aslan menahan tubuh Fara, dia lepas miliknya yang masih menegang sempurna lalu membalik tubuh Fara. Dia kembali mengguncang Fara dari belakang.


Suara mereka semakin keras dan bersahutan yang diiringi dengan suara tepukan dari kulit mereka yang bertabrakan.


Aslan semakin menambah ritme gerakannya saat dia akan meraih pelepasannya.


"Sayang, I'm cum in."


"Aku juga Mas." Fara sampai di puncaknya yang kedua bebarengan dengan Aslan.


Mereka sama-sama mengatur napas mereka yang tersenggal lalu Aslan melepas miliknya dan menghidupkan shower.


Setelah menyabun tubuhnya dan tubuh Fara, Aslan membilas tubuh mereka dengan air shower agar bersih dari busa sabun.


Setelah tubuh mereka bersih, Fara akan mengambil bathrobe tapi Aslan justru menggendong tubuh polos Fara dan membawanya keluar dari kamar mandi. Dia lempar tubuh Fara di tengah ranjang.


"Mas, katanya pemanasan aja."


"Once again." Aslan tersenyum miring lalu dia menindih tubuh Fara dan menciumi Fara lagi untuk membangkitkan gairah yang baru saja padam.


Setelah itu, suara de sah yang saling berbalasan kembali terdengar.


Fara kembali dibawa Aslan terbang tinggi dan melayang di udara.


"I love you, Fara..."


"I love you too.."


.


💞💞💞


.


🥰🥰🥰


like dan komen ya...

__ADS_1


__ADS_2