
Nay mulai mendekati Sam, mengamati wajah Sam yang penuh gairah. Namun, tubuhnya lemas, matanya sayu, Sam seperti setengah sadar, tidak seperti biasanya saat bersama Nay. Sam yang selalu memimpin permainan dan yang akan selalu membuat Nay kelelahan. Ada yang salah, pasti Falista berbuat sesuatu pada Sam, dia yakin Sam tidak mungkin mengkhianati nya.
Berulang kali Sam memintanya untuk menemaninya. Namun Nay menolak, mungkin Sam sudah memiliki firasat buruk. Salahnya tidak memenuhi permintaan Sam, Nay menyalahkan dirinya yang tidak bisa menjaga suaminya.
Falista memberikan dua macam obat, dia khawatir jika hanya satu tidak akan berpengaruh oleh Sam, karena itu, Sam memiliki gairah tetapi setengah sadar.
Nay mendekat pada Falista, dia langsung menjambak rambut Falista, dia teringat perkataan Nima yang akan menjambak perempuan yang merayu suaminya. Nay menjambaknya hingga turun dari tubuh Sam. Sam masih terkulai lemah di atas ranjang.
"Apa yang kau lakukan, perempuan gila!" jerit Falista.
Nay mencengkram satu lengan Falista dari belakang, tangan satunya tetap menjambak rambutnya. "Dasar pellacur! Sudah ku katakan untuk jangan pernah mencoba mengganggu hubungan kami." Nay tidak tega melihat kekasihnya, melihat Sam terkulai lemah, membuatnya murka pada Falista.
Falista mencoba melepaskan diri, dia berbalik dan menyerang Nay, mereka saling menjambak. Falista dengan terus mencaci maki Nay. Namun, Nay hanya melakukan penyerangan tanpa berkata apapun. Falista mendorong Nay hingga terjatuh, Falista melempar barang apapun yang ada di meja rias ke arah Nay, melempar botol parfum ke arah Nay, dia pecinta parfum, segala aroma parfum dia punya, di kemas di berbagai macam botol kaca. Botol parfum di lemparkan ke arah Nay, botol tersebut pecah terkena lantai. "Dasar tidak waras!" maki Falista.
Nay bangkit dan berlari untuk menyerang Falista, mereka terjatuh dengan posisi Nay berada di atas Falista, dia tidak punya senjata apapun di tangannya dan dia tidak membutuhkan senjata apapun, dia mengandalkan yang ada pada dirinya, dia mulai mencekik Falista. "Apa kau tidak berpikir, bahwa aku memiliki keinginan membunuhmu!" ucap Nay tajam.
Falista menjambak rambut Nay, memukul-mukul lengan Nay agar melepaskan cekikannya, Nay seperti tidak merasakan apapun. "Kau sudah menyentuh suamiku, kau pantas mati!" jerit Nay.
Jambakan dan pukulan tidak berpengaruh pada Nay, Falista mencoba meraba di sekitarnya, dia menemukan pecahan botol parfum. Falista mengambilnya dan menancapkan pada tulang selangka Nay. Nay masih belum merasakan apapun hingga baju putih yang ia kenakan berubah menjadi warna merah terkena darah dari tusukan botol parfum. Nay melihat ke arah bajunya, tersenyum melihat darah yang merembes dari tubuhnya.
__ADS_1
Entah apa yang di pikirannya. Dia hanya memiliki kuku dan gigi sebagai pertahanannya, dengan senjata alami yang melekat pada dirinya. Nay melepas cekikannya pada Falista lalu menggigit nya tanpa ragu, dia menggigit seperti singa yang menyerang mangsanya, tidak akan di lepas sebelum mangsanya mati. Hilang sudah rasa kemanusiaannya. Menggunakan cara paling liar bagai seekor binatang buas, dalam benaknya hanya ada suara,
'Bunuh dia sampai mati!'
'Bunuh dia sampai mati!'
'Bunuh dia sampai mati!'
Falista memberontak, menjambak dan memukul Nay. Namun, Nay seperti tidak merasa sakit sedikitpun, dia tetap mengigit leher Falista dengan erat. Falista hanya merasakan sakit di lehernya, tidak lama cairan panas keluar dari tenggorokan nya, Falista mencoba berteriak, namun saat membuka mulutnya, darah keluar dari mulutnya, mencoba untuk menghentikan darah yang keluar dengan tangannya. Namun, darah merembes dari celah jarinya.
Nay tetap tidak melepas gigitannya hingga yang digigitnya lemah lalu berkedut sekali dan mulai tidak ada pergerakan lagi. Nay masih erat menggigitnya. Falista telah mengeluarkan sisi gelap Nay yang selama ini dia tahan. Selama ini, dia menyadari bahwa ada sesuatu yang jahat pada dirinya. Namun, dia selalu mencoba meyakinkan dirinya bahwa dia berbeda dengan Diska.
Bau darah tercium di seluruh kamar Falista, hujan mulai turun di luar, membasahi tanah yang kering. Kamar Falista berada di samping taman, bau tanah tercium di kala hujan bercampur dengan bau anyir darah Falista.
Tatapan mata Nay kosong, namun tegas, ekspresi nya begitu kejam. Sam melihat istrinya seperti itu, membuat hatinya hancur, sesak yang dirasakan oleh Sam. Bukan tidak iba terhadap Falista. Namun, sakit yang teramat dia rasakan melihat Nay seperti itu.
"Nay ...." Suara Sam tercekat, menyadari tubuh bagian atasnya polos, tanpa berniat mencari kemejanya, dia berjalan lemah menuju Nay yang masih menggigit Falista yang sudah tidak bergerak, entah hanya tidak sadarkan diri atau memang sudah tidak bernyawa. Berlutut dan mulai memeluk Nay dari belakang. "Nay ... Nay ... " Sam tidak bisa berkata lagi, hanya bisa meneteskan air mata.
Nay masih belum melepas gigitannya, tidak menyadari juga Sam memeluknya dari belakang, suara Sam bagai tidak terdengar oleh Nay, entah sudah kehilangan akalnya atau memang samar karena suara hujan yang mulai deras jatuh membasahi atap rumah. Nay sudah tenggelam dalam keinginan membunuhnya.
__ADS_1
Sam mengeratkan pelukannya, ingin rasanya ia memasukan diri Nay ke jiwanya. Mereka hidup bukan dalam dunia mafia yang mudah menghilangkan nyawa seseorang, mereka menghargai setiap makhluk hidup yang ada di muka bumi. Tatapan mata Nay mulai berubah, tatapan kosong sudah berganti menjadi tatapan ketakutan. Nay mulai mendapat kesadarannya. Sekarang dirinya sudah seperti Ibunya, darah Diska tetap mengalir di tubuhnya. Tidak tau silsilah sebelum Diska seperti apa, tidak ada yang pernah tau apa yang terjadi dengan Kakek Nenek Buyut Nay sebelumnya. Sekarang bukan hanya membunuh, tetapi menghilangkan nyawa seseorang dengan cara yang paling buas. Tidak perlu menggunakan pisau atau senjata lainnya, Nay menggunakan cara seekor binatang buas. Sam masih memeluk Nay dan mencoba menenangkannya. "Sudah berakhir, tidak apa, tidak apa. Ada aku di sini."
Bersambung,......
Terima kasih masih setia dengan kisah SAMUDRA NAYNA 🙏🙏
Jangan lupa like dan bunganya...
KOMEN DONK, othor pengen dengar pendapat kalian nih 😁 kok otor ngerasa kurang sadis yak.. walaupun sebenarnya part ini sudah sesuai dengan alur yang sudah othor rencanakan...
Jangan lupa mampir juga ke karya othor yang baru ya..
Judulnya : Kamuflase Cinta Sang CEO
Bercerita tentang gadis belia yang terjerat oleh cinta CEO. Namun, Sang CEO hanya memanfaatkan dirinya sebagai pemuas gairahnya.
cus masukin ke daftar favorit biar ga ketinggalan ceritanya 😊🥰
__ADS_1