SAMUDRA NAYNA

SAMUDRA NAYNA
BAB 84 Bertukar Peran


__ADS_3

Keesokan harinya, Sam dan Nay menghadiri peresmian produk baru dari perusahaan Viktor. Ya, selain menjadi Bos Mafia, dia memiliki perusahaannya sendiri.


Nay menggunakan coat berwarna merah berkerah, lipstik berwarna merah, tas selempang, sepatu merah, kaca mata hitam dan juga topi lebar berwarna merah. Dia sudah janjian bertemu dengan Debora. Dia ingin menolong wanita itu.


Acara berlangsung di tempat bernama Imperial Club House, masih milik Viktor, peresmian dilakukan di sore hari dan di lapangan terbuka karena produk barunya adalah sebuah mobil sport. Usahanya tersebar di berbagai negara dan yang paling besar berada di Eropa. Tempat ini di jaga ketat oleh orang-orang berpakaian serba hitam, berjas hitam. Karena, Viktor bukan orang sembarangan, banyak musuh mencari kelemahannya, karena itu dia selalu memperlakukan Debora sangat buruk di depan orang lain agar terlihat wanita itu tidak berarti bagi Viktor.


Acara peresmian di mulai, Viktor maju ke atas podium untuk memberi sambutan. Begitu banyak rekan bisnis Viktor yang datang, terlebih kebanyakan adalah orang asing. Setelah acara perkenalan produk, dilanjutkan dengan acara jamuan.


"Akhirnya kamu datang juga, Sam," ucap Viktor, disampingnya ada Debora, menggunakan gaun hitam dengan topi lebar berwarna hitam.


"Aku tidak pernah mengingkari janjiku," ujar Sam.


Nay mendekati Sam dan berbisik di telinganya, "Sam, aku mau ke toilet!"


"Oh, ya sudah!" jawab Sam.


Nay pergi meninggalkan Sam dan Viktor, sebelumnya dia memberikan kode mata pada Debora yang berada di samping Viktor.


Tidak lama setelah kepergian Nay, Debora juga izin ke toilet. Di depan pintu toilet ada satu penjaga. Dia masuk dan sudah menemukan Nay di dalam.


"Apa kamu yakin, ingin kabur dari Viktor?" tanya Nay.


"Tentu!" jawab Debora.


"Apa kamu diperlakukan buruk olehnya?" Nay ingin memastikan tindakannya benar.


"Ya, walaupun hanya dalam bentuk verbal, dia memang tidak pernah memukulku, tapi mulutnya sangat menyakitkan!"


"Sam bilang, Viktor tidak pernah terlibat dengan wanita maupun, kemungkinan dia memang benar menyukaimu!"


"Tidak mungkin, kalau dia menyukaiku tidak mungkin aku di jadikan tahanannya!"

__ADS_1


"Apa kamu tidak mencintainya?"


Debora diam, dia juga tidak tau perasaannya pada Viktor, yang ada dalam pikirannya hanya menjauh dari pria berbahaya itu. "Ha? Entahlah, yang pasti aku ingin pergi darinya!"


"Baiklah, jika itu maumu. Aku hanya bisa membantu sebisaku."


"Nayna, Terima kasih." Debora memeluk Nay.


"Sudah, ayo bertukar pakaian," ujar Nay.


Mereka berganti pakaian, Debora memakai mantel merah milik Nay, dan Nay memakai dress hitam milik Debora. Bertukar tas, topi bahkan bertukar sepatu. Tinggi mereka hampir sama, sama-sama rambut berwarna hitam, Debora membuat rambutnya sedikit bergelombang agar terlihat mirip dengan Nay, postur tubuh juga sama-sama ramping, tidak lupa Debora memoles lipstik berwarna merah yang sama dengan Nay, juga memakai kacamata Nay.


"Kamu keluarlah, mereka akan mengira kamu itu aku." Nay menunjuk tasnya yang sekarang di gunakan oleh Debora, "Di dalam tas itu, ada uang cash untukmu, aku tidak bisa memberikan cek, aku takut terlacak jika menggunakannya!"


Debora membuka tas Nay dan melihat amplop yang tampak tebal, "Nayna, terima kasih."


"Tidak perlu berterima kasih, kita sama-sama wanita, sudah seharusnya saling membantu. Sekarang pergilah, aku akan keluar setelah satu jam dari kepergianmu!"


"Tunggu sebentar," ucap Nay.


"Ada apa?" tanya Debora.


"Aku lupa, ada sesuatu di kantung mantelku." Nay mendekati Debora dan mengambil sesuatu di mantelnya.


"Sudah, pergilah." Yang diambil Nay adalah obat dari Clara, apoteker memberitahunya bahwa harus meminum obat tepat pada waktunya. Karena itu, dia membawa obatnya.


"Apa itu?" tanya Debora.


"Obatku."


Debora keluar dari toilet dengan sedikit menurunkan topinya agar wajahnya tidak terlalu terlihat, penjaga di depan toilet tidak menyadari bahwa yang keluar adalah Debora, karena pakaian yang di pakai Nay dan Debora sangat berbeda, penjaga berpikir yang keluar adalah Nay.

__ADS_1


Setelah hampir satu jam tidak tampak Nay, Sam mengedarkan matanya mencari istrinya.


"Apa kamu lihat istriku?" tanya Sam pada Viktor.


"Tidak, aku pun tidak melihat Debora setelah pamit ke toilet." Viktor memikirkan sesuatu. "Ada yang tidak beres!" Viktor pergi meninggalkan Sam, Sam mengikuti langkah Viktor. Sampailah mereka di depan toilet perempuan.


"Apa Debora masih di dalam?" tanya Viktor pada yang berjaga di depan toilet.


"Belum, Tuan. Yang baru keluar Nona berpakaian merah," jawab Penjaga.


"Ada berapa orang di dalam?" tanya Viktor lagi.


"Tinggal Nona Debora, karena hanya ada dua wanita yang masuk ke dalam toilet."


Viktor langsung masuk ke dalam dan menemukan Nay yang memakai dress hitam milik Debora. Viktor langsung kedepan Nay dengan tatapan tajam, "Kemana Debora?"


"Aku tidak tau!" jawab Nay, dia berharap Debora sudah jauh.


"Jika kau bukan istri Samudra, sudah kupastikan hancur di tanganku!" ucap Viktor dengan nada mengancam.


Sam menatap kecewa pada Nay yang terdiam di tempat. Viktor menghampiri Sam, "Lebih baik, jauhkan istrimu dari hadapanku, Sam!" ucap Viktor lalu pergi meninggalkan Sam.


Bersambung....


Jangan lupa tap like, love, vote, n gift.🙏🙏🙏


Di tunggu komentarnya juga 😊😊😊


Salam Age Nairie 🥰🥰🥰


Sambil menunggu up dari Samudra Nayna bisa baca juga karya dari otor kece di bawah ini ya kak 👇

__ADS_1



__ADS_2