SAMUDRA NAYNA

SAMUDRA NAYNA
BAB 66 Cincin Berlian


__ADS_3

Mereka pergi ke Mall pukul empat sore setelah Nay mempercepat menyelesaikan pekerjaannya.


“Menurutmu aku harus beli apa?” tanya Nima saat mereka memasuki pintu utama Mall.


“Kamu beli untuk yang bisa digunakan kerja atau dipakai sehari-hari?”


“Beli yang bisa dipakai kerja saja.”


“Kamu bisa beli dasi atau bolpoin yang ada ukiran namanya saja, tapi kalau bolpoin harus pesan dulu, biasanya tiga hari baru bisa di ambil.”


“Tidak apa, kita pesan bolpoin dulu setelah itu kita cari dasi,” ucap Nima bersemangat.


“Jadi kamu mau beli bolpoin atau dasi?”


“Dua-duanya, dasi untuk memperingati hari jadi yang ke satu minggu, bolpoin untuk yang ke dua minggu.”


“Aish, benar-benar bucin akut!” ejek Nay.


Mereka datang ke stationery untuk memesan bolpoin dengan ukiran nama ‘Nima & Zima’.


“Kenapa tidak sekalian pesan 300 pieces saja?” ucap Nay.


“Banyak sekali, memangnya mau diapakan bolpoin sebanyak itu?”


“Sekalian saja buat souvenir kalian nikah!” seru Nay.


“Benar juga yang kamu bilang, akan aku pertimbangkan.”


Nay hanya asal bicara namun Nima malah menganggapnya serius, dia kagum dengan rasa cinta Nima pada Zima yang begitu besar. Mereka beralih ke toko dasi, Nay membantu Nima memilih dasi yang cocok dengan Zima, dia juga tidak lupa membelikan dasi untuk Sam berwarna biru gelap.


Mereka menuju tempat yang bertulisan kasir satu, mereka mengantri satu antrian, masih ada satu orang di depannya, Saat mereka mengantri di kasir untuk membayar, Nay melihat Falista sedang di antrian kasir dua, sebuah dasi ditangannya bermotif garis-garis merah dengan dasar warna hitam lalu memberikan kepada kasir.


Nay hanya memperhatikan interaksi Falista dan juga kasir, setelah selesai pembayaran, Falista berbalik dan melihat sosok Nay ada dibelakangnya. Dia salah tingkah saat melihat Nay, dia berniat membelikan hadiah untuk Sam karena telah datang saat Sisil sakit kemarin.


Mereka saling pandang, pandangan Nay beralih pada goody bag yang pegang Falista. “Hai,” sapa Nay.


“Hai,” jawab Falista.


“Kamu beli dasi juga?”


“Iya.”


“Untuk siapa?”

__ADS_1


“Seorang teman.”


“Bukan untuk suamiku, kan?”


“Ha?” Falista agak terkejut, “Aku rasa, aku tidak perlu melapor padamu untuk siapa aku membeli dasi,” ucap Falista yang merasa terintimidasi.


“Oh, baiklah! Ku harap bukan untuk Sam, karena dia tidak suka dengan motif garis-garis merah!”


“Aku permisi.” Falista tidak ingin berlama-lama berbincang dengan Nay, dia memilih untuk pergi.


Nay hanya menjawab menganggukkan kepalanya dan menjulurkan tangannya untuk mempersilakan Falista pergi.


“Siapa dia?” tanya Nima yang dari tadi memperhatikan interaksi mereka.


“Pelakor!!!” jawab Nay.


“Apa? dia selingkuhan Sam?”


Nay melihat orang di depan mereka telah selesai melakukan transaksi pembayaran, “Ish, sudah bayar dulu nanti akan kuceritakan!” Nima melangkah ke depan untuk melakukan pembayaran. Setelah itu mereka beristirahat di sebuah kedai ice cream dan Nay menceritakan pada Nima apa yang telah terjadi kemarin malam, saat Sam melupakan janji dinner mereka dan memilih pergi ke tempat Falista.


“Sudah, kamu pakai caraku saja. Gunakan aplikasi sepertiku untuk mengetahui apa saja yang Sam lakukan!” seru Nima memberi saran.


“Aku bukan dirimu! Aku sangat percaya Sam tidak akan berbuat macam-macam.”


“Kamu bisa percaya pada Sam. Tapi, apakah kamu bisa percaya pada wanita tadi?”


“Baiklah, terserah kamu saja. Kita mau kemana lagi? Mau belanja baju tidak?”


“Aku harus segera pergi, sudah ada janji dengan Sam untuk mengganti makan malam kami yang gagal kemarin.”


“Yasudah, ayo kita pergi.”


Mereka berpisah di depan pintu keluar Mall, Nay ke arah kanan dan Nima ke arah kiri. Nay menuju lokasi dia dan Sam bertemu, mereka janjian di restoran yang berbeda dari kemarin.


Pukul enam sore Nay tiba di lokasi, tidak ada hiasan mawar putih ataupun lilin seperti kemarin, hanya saja restoran ini sepi tidak ada pengunjung lainnya, dia sudah melihat Sam menunggu dirinya disalah satu meja. Sam berdiri setelah melihat Nay mendekat, dia beralih ke kursi di depannya dan menarik kursi tersebut dan mempersilakan Nay duduk.


“Terima kasih. Aku tidak terlambat, bukan?” ucap Nay setelah mendaratkan boko*ngnya di kursi.


“Tidak, aku yang terlalu bersemangat, jadi datang lebih awal.”


Nay mengeluarkan kotak hitam dan memberikan pada Sam, “Ini untukmu.”


“Apa ini?” Sam menerima kotak hitam tersebut.

__ADS_1


“Hadiah untukmu, bukalah.”


Sam membukanya dan mengangkat dasi berwarna biru gelap, “Bagus, sesuai seleraku. Terima kasih.”


Nay tersenyum, tidak lama ada seorang pelayan menyajikan beberapa hidangan dan meletakan satu slice cake cokelat di depannya. Setelah itu pergi meninggalkan pasangan suami istri tersebut.


“Ini aku pesankan cake cokelat untukmu, katanya yang terfavorit disini, coba makanlah.”


“Aku coba ya, kamu juga makan!”


Mereka makan cake cokelat tersebut, pandangan Sam tidak lepas dari Nay, dia sudah meminta koki untuk memasukan cincin berlian kedalam cake tersebut, dia ingin memberi kejutan pada Nay setelah searching di internet untuk moment romantis.


Nay jadi salah tingkah dilihat secara intens oleh Sam, dia menghentikan memakan cake tersebut, “Kenapa kamu melihat aku seperti itu?”


“Tidak apa, aku hanya ingin memandang istriku saja.”


“Tapi jangan seperti itu, kamu bahkan tidak melihat makananmu saat memasukannya ke dalam mulut.”


“Benarkah? Habis kamu lebih menarik dari pada cake ini.”


“Sudah jangan gombal terus.” Nay melihat ada bekas luka disudut bibirnya, “Apa masih sakit luka semalam?”


“Sudah tidak, cepat kamu habiskan makananmu!” nada bicara Sam menjadi dingin, dia mengingat saat Nay mengelap luka dibibir Ryawan, sedangkan dia tidak di obati oleh Nay.


“Aku sudah kenyang, ini terlalu banyak kalori, nanti aku bisa gendut!” keluh Nay.


Sam melihat cake tersebut hanya dimakan sedikit oleh Nay, “Aku sudah siapkan ini semua, ayolah habiskan. Ini ku siapkan spesial untukmu.”


Melihat Sam memohon menghabiskan cake tersebut membuat Nay tidak tega, dia mengambil garpu dan mulai memotong cakenya lagi, hingga sampai di potongan terakhir, dia langsung mengambilnya dan memasukan kedalam mulut, dia sudah tidak sanggup lagi memakannya tapi demi menyenangkan hati Sam terpaksa dia memakannya dan mulai menelannya. Tiba-tiba Nay tersedak, memukul dadanya akibat tersedak tersebut.


Sam panik melihat itu semua, dia berlari menghampiri Nay dan mulai memukul punggung Nay.


“Nay cepat keluarkan yang ada di mulutmu, ada cincin berlian di dalam sana!” panik Sam.


Mata Nay melebar setelah mendengar perkataan Sam, dia mengambil air putih di depannya dan langsung meminumnya, “Apa kamu bilang? Cincin berlian? Bagaimana ini Sam aku sudah menelannya!”


Bersambung….


Terima kasih masih setia dengan kisah Samudra Nayna, mohon maf jika ada kesalahan 🙏🙏🙏


Jika berkenan berikan like,vote,love,gift dan komennya yach....


Salam Age Nairie 🥰🥰🥰

__ADS_1


Aku membawa rekomendasi novel oke punya nih, karya Mama Reni, udah tau donk penulis kece badai satu ini, cus meluncur ya ke Ratu Ketiban Duren.



__ADS_2