
Sam datang ke kantornya agak siang, dia mengantar Nay terlebih dahulu ke kantornya. Setibanya di kantor, dia di hentikan oleh Bian.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Sam saat Bian menghentikannya masuk kedalam ruangan.
"Di dalam ada Falista, sepertinya dia marah!" ucap Bian memperingati.
"Marah?" tanya Sam.
"Saat kau pergi, aku sempatkan datang ke rumahnya. Aku pikir tidak sopan jika aku hanya mentransfer biaya bantuan untuk Sisil. Jadi, aku datang membawakan Cek untuknya."
"Lalu, kenapa?"
"Sepertinya dia tidak terima, bukan kamu yang datang langsung!"
"Baiklah, aku akan menemuinya!" ujar Sam. Membuka pintu dan masuk kedalam ruangannya, sudah ada Falista yang sedang duduk menunggunya.
Merasa ada yang membuka pintu, Falista mengalihkan pandangannya kearah pintu, benar saja orang datang adalah orang yang dicari nya.
Sam duduk di depannya, "Ada apa?" tanya Sam.
Falista membuka tasnya dan mengeluarkan Cek dari dalam tas dan meletakkan di atas meja. "Aku kembalikan padamu."
"Kenapa dikembalikan?"
"Kamu memberiku Cek sebagai kompensasi atas apa yang istrimu lakukan?" ucap Falista tegas. Mengingat kembali saat Nay menyiramnya dan membuat dirinya sebagai bahan tontonan.
"Bukan, ini untuk Sisil. Aku minta maaf atas apa yang di lakukan istriku. Tapi, aku yakin dia memiliki alasan tersendiri."
__ADS_1
"Tentu saja kamu akan percaya dengan semua yang istrimu katakan. Kau sudah dibutakan oleh cinta, sehingga tidak menggunakan akal sehatmu. Seharusnya kamu menggunakan logikamu!"
Sam tidak ingin memperpanjang obrolan dengan Falista, dia lebih senang untuk mengakhiri pembicaraan. "Terima kasih atas sarannya! Tapi, yang harus kamu ketahui, Nay tidak pernah bilang padaku dengan apa yang kamu katakakan padanya." Sam menghembuskan nafasnya dan berkata, "Dan kami tulus ingin membantu Sisil."
Falista hanya menatap nanar Sam, dia bangkit dan keluar dari ruangan Sam tanpa berkata apapun. Sam hanya bisa memandang Cek yang berada di atas meja dan memijat dahinya, dia hanya berharap Sisil baik-baik saja.
Tiga jam setelah kepergian Falista, Nay datang berkunjung ke kantor Sam saat jam makan siang. "Hai, suami!" ucap Nay yang baru masuk kedalam ruangan Sam.
Sam tersenyum melihat kedatangan Nay, ini pertama kalinya Nay berkunjung ke kantornya. "Sini." Sam memanggil Nay untuk menghampirinya, Nay langsung duduk dipangkuan Sam. "Tumben datang kesini?" ucap Sam.
"Tadi kebetulan ada meeting deket sini, jadi sekalian datang menemuimu saja, sekalian kita makan siang bersama, oke."
"Boleh, makan disini saja ya?" Sam menarik tengkuk Nay dan mulai menciumnya, tangannya mulai bergerak ke segala arah, menyusup bagaikan pencuri yang sudah sangat mengenal area yang akan dicurinya.
Nay menghentikan gerak tangan Sam dan melepas ciuman mereka sebelum Sam berhasil menjajahnya. "Apa yang kamu lakukan?" sergah Nay.
"Mana ada seperti itu, ayo kita cari makan!"
"Makan disni saja ya? aku pesan makan, sekarang kita ke ruang sebelah. Aku janji tidak akan lama." Sam menunjuk kamar yang ada diruangannya, ruang tersebut dia gunakan untuk beristirahat jika lelah bekerja. Ruangan yang lengkap dengan kasur dan kamar mandi di dalamnya. Beberapa perlengkapan pribadi Sam juga tersedia disana.
"Tidak mau, ini siang hari. Lagi pula, kita bisa lakukan dirumah."
"Sesekali kita ganti suasana, tidak ada aturan siang atau malam. Lagi pula, masa dirumah terus!" Tanpa persetujuan Nay, Sam menggendong nya ke dalam kamar peristirahatannya. Sam mulai menjajah daerah jajahannya. Daerah yang sudah sangat sering ia jajah. Hingga, mengetahui seluk beluk area harta karun tersimpan.
Sam menepati janjinya untuk tidak memakan waktu lama, hanya butuh waktu satu setengah jam untuk menghilangkan rasa laparnya, dan saat ini, lapar yang sesungguhnya menyerang Nay, perutnya berbunyi. "Sam, aku lapar."
"Mau nambah lagi?" tanya Sam iseng.
__ADS_1
"Aku mau makan nasi!" bentak Nay.
"Baiklah, aku minta sekretarisku dulu pesan makanan, kamu pakai pakaianmu dulu." Sam mencium kening Nay, dia memakai pakaiannya dan keluar dari kamar tersebut untuk memesan makanan.
Setengah jam kemudian, sekretaris Sam datang membawa makanan bertepatan dengan Bian yang akan masuk keruangan Sam. "Apa itu?" tanya Bian saat melihat sekretaris Sam membawa paper bag.
"Oh, ini makan siang buat Pak Samudra," ucap sang sekretaris, seorang wanita berusia empat puluh tahun.
"Biar aku yang bawakan, sekalian aku juga mau kedalam." Sekretaris tersebut memberikan makanan tersebut ke Bian.
Bian masuk kedalam ruangan. "Ini, makan siangmu," Bian meletakan paper bag di atas meja. "Kenapa banyak sekali belinya? kamu sekalian membelikan, ku? Sayang aku sudah makan siang."
"Enak saja, ini untukku dan juga Nay."
"Kamu mau ke kantornya?" tanya Bian, dia tidak tau Nay ada di ruangan Sam.
"Tidak, dia ada di sini." Sam menunjuk ruang peristirahatannya.
"Wow, sehari di kunjungi dua wanita cantik!" goda Bian.
"Apa maksudmu, sehari di datangi dua wanita cantik?" ucap Nay yang baru keluar dari ruang peristirahatan.
Bersambung....
Jangan lupa like,love,vote dan komentarnya 😊
Terima kasih masih setia dengan Samudra Nayna 🙏🙏🙏
__ADS_1
Salam Age Nairie 🥰🥰🥰