SAMUDRA NAYNA

SAMUDRA NAYNA
BAB 26 Pertama


__ADS_3

Tujuh hari sudah Sam di rawat di rumah sakit dan akhirnya di perbolehkan pulang.


“Sam kita pulang hari ini ya? Aku sudah kangen rumah,” ucap Nay.


“Kita disini dulu saja tambah dua hari lagi, aku baru keluar rumah sakit setidaknya biarkan aku menikmati liburan dua hari ini,” ucap Sam.


“Baiklah,”


Mereka memutuskan untuk jalan jalan dulu, tujuan mereka adalah Gardens by the Bay hanya sekedar memanjakan mata saja. Setelah lelah berjalan Sam memutuskan untuk kembali ke hotel.


“Nay kita kembali saja ke hotel, aku sudah lelah.”


“Uhm.”


“Kita makan dulu di hotel ya?”


“Boleh.”


Mereka kembali ke hotel dan memesan makan malam di restoran hotel.


“Kamu meninggalkan kantor begitu lama,apa Bian tidak protes?” tanya Nay.


“Mau protes bagaimana? kan aku bosnya, lagi pula mempunyai karyawan seperti dia gaji nya tidak sedikit!”


“Bian bilang kalian berteman sejak masuk kuliah yach?”


“Iya.”


“Kamu memang selalu punya teman dekat, teman mu sangat banyak.”


Nay memang tidak mempunyai teman dekat, terkadang dia iri dengan mudahnya Sam bergaul, dulu di dunianya hanya ada Sam itu pun hanya selalu mengganggu nya. Satu satunya pria yang dekat dengannya hanya Ryawan.


Sam melihat rona wajah Nay yang berubah, dia tau Nay tidak punya banyak teman, beberapa teman memang menjuluki nya miss perfect dia tidak mau ikut bersama walau hanya sekedar hang out di café.


Semua teman nya tau Nay gila belajar dan selalu tampil sempurna. Karena sifatnya itu walaupun dia cantik tapi membuat pria tidak berani mendekatinya. Itu yang membuat Sam percaya diri bahwa Nay tidak akan mudah terbuai dengan gombalan pria lain, namun kenyataanya membuat Sam sangat kesal saat tau Nay lebih memilih Ryawan dari pada dirinya.


“Nay?” panggil Sam.


Dia ingin sekali menanyakan bagaimana perasaan Nay terhadap Ryawan!”


“Ya,” jawab Nay.


“Tidak apa! apa sudah selesai makannya ayo kita kembali ke kamar!” Sam tidak berani menanyakannya, mereka baru saja memulai hubungan, dia takut mendengar jika seandainya Nay masih menyimpan rasa pada Ryawan.


“Sudah selesai, ayo pergi!”


…………………

__ADS_1


Sesampainya di kamar hotel.


“Badan penuh keringat, aku mandi dulu ya," ucap Sam.


“Ya," jawab Nay.


Sam melepas arlojinya meletakan di atas meja dan masuk ke kamar mandi. Nay dengan gugup berjalan mondar mandir di kamar, mendengar suara air di kamar mandi membuat hatinya berdegup kencang, apa yang harus dia lakukan nanti? Otaknya benar benar kosong, dulu dia sempat menggoda Sam saat honeymoon , tapi sekarang keberanian itu hilang.


Nay beralih ke meja dan kursi di kamar itu, dia membuka laptopnya dan memulai pekerjaannya. Sebenarnya pekerjaannya tidak harus dikerjakan sekarang namun dia sengaja melakukannya karna dia gugup, hari ini adalah hari pertama dia dan Sam akan tidur di ranjang yang sama setelah mengakui perasaan mereka masing masing.


Pintu kamar mandi terbuka, sam keluar dari kamar mandi hanya dengan melilitkan handuk di pinggangnya dan handuk kecil di kepalanya lalu berjalan ke arahnya.


Nay melihat kearah Sam, melihat tubuhnya yang berotot penuh butiran air lalu pandangannya terpusat pada bekas luka di bagian perut dan pundaknya. Pandangan Sam pun mengikuti arah pandangan Nay.


“Sudah tidak apa, apa sangat buruk bekas luka ini?” Sam berkata sambil menunjuk bekas lukanya di perut kiri.


“Tidak!" Nay mengalihkan kembali pandangannya ke laptopnya.


“Apa kamu, mau melanjutkan kerjaan mu?” tanya Sam


“Uhm.”


“Istirahatlah, jangan terlalu keras bekerja.”


“Kamu tidur duluan saja, kamu kan baru sembuh masih harus banyak istirahat, aku masih ada yang harus ku kerjakan!”


“Boleh aku lihat pekerjaan mu? Siapa tau aku bisa membantu!” Sam mencoba untuk melihat ke laptop Nay.


“Kalau begitu mandilah,” ucap Sam.


“Iya aku mandi, kamu istirahat duluan saja!” Nay mengingatkan kembali Sam untuk beristirahat dan melangkah kan kakinya menuju kamar mandi.


Di dalam kamar mandi Nay menyempatkan dirinya berendam dalam bathtub, sengaja dia lakukan untuk berlama lama di dalam kamar mandi.


Sam menunggu di kamar masih hanya dengan menggunakan handuk di pinggangnya dan bermain ponsel di tangannya.


Nay keluar dari kamar mandi dengan menggunakan Bathrobe, dia lupa membawa pakaian gantinya.


Sam mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, mengalihkan pandangannya dari ponsel ke arah kamar mandi.


"Akhirnya keluar juga setelah satu jam menunggu," batin Sam.


Nay sedikit gugup karena tatapan Sam, mengalihkan pandangan darinya mencoba untuk relax, berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian gantinya namun Sam menghalangi langkahnya.


“Kenapa lama sekali mandinya?” tanya Sam yang sudah berdiri di depan Nay.


“Aku lelah, jadi berendam dulu!” Jawab Nay dengan menunduk menatap lantai.

__ADS_1


“Apa sekarang masih lelah?”


“Sedikit,” nay mengalihkan pandangannya pada Sam.


Sam melangkahkan kakinya lebih dekat lagi pada Nay, menyentuh rambutnya lalu beralih menyusuri pipinya dan mendekatkan wajahnya lalu mencium nya.


Setelah cukup lama, Sam menghentikan ciuman mereka, tatapannya sedikit bergetar melihatnya, tidak bisa di pungkiri ini adalah yang pertama bagi Sam. Dia pun menarik pinggang Nay lebih erat, mempertemukan dahi mereka dan berbisik, “Bolehkah?”


Nay hanya sedikit menganggukkan kepalanya dan Sam mulai memeluk Nay lebih erat lagi, melanjutkan ciuman mereka yang terjeda. Nay pun mengangkat kedua lengan dan memeluk leher Sam.


Kalau ini adalah sebuah mimpi dia bersedia masuk kedalamnya dan tidak ingin untuk bangun kembali.


Sepanjang jalan menuju ranjang, Sam terus memeluknya dengan erat, dan sudah melepas ikatan bathrobe Nay, menjatuhkan diri mereka di atas ranjang, menekannya dari depan dan terus menciumnya mulai dari bibir, leher dan terus ke bawah. Dalam aktivitas panas mereka, Sam menyadari bahwa ini adalah yang pertama bagi Nay.


Setelah itu, mereka masih belum mengantuk, Nay pun masih berbaring di pelukan Sam, dengan sisa tenaganya memberanikan diri untuk bertanya pada Sam, “Kenapa kamu begitu paham? Benar benar sudah banyak pengalaman yah?”


Sam mengelus rambut Nay lalu mencium kening nya, “Ini adalah naluri laki laki, tidak ada pengalaman pun bisa melakukannya.”


“Jangan membuat alibi, cepat katakan padaku sudah berapa wanita?”


“Haruskah aku menjawab?”


“Uhm.”


“Apa itu penting? Bukankah kalau sudah saling menyukai, maka masa lalu sudah tidak penting lagi.”


“Bukannya aku keberatan dengan masa lalu mu! Setidaknya aku tau seberapa bad boy-nya dirimu!”


“Mau tau?”


“Ya.”


“Satu”


“Siapa?”


“Kamu!”


Nay terdiam, dengan predikat play boy yang dimilikinya, Nay tidak menyangka ini yang pertama juga bagi Sam.


"Kamu tidak bohong, kan?" tanya Nay.


“Terserah mau percaya atau tidak!" Sam melirik, "Sekarang giliran ku yang bertanya?” tanya Sam ragu.


“Tanya apa?”


“Emm.., kenapa ini juga yang pertama bagi mu?” tanya Sam sedikit terbata.

__ADS_1


Nay refleks mengangkat kepalanya, “Maksudmu? Jadi kamu benar benar menganggap aku barang bekas?” ucap Nay dengan kesal.


Bersambung................


__ADS_2