SAMUDRA NAYNA

SAMUDRA NAYNA
BAB 56 Daddy?


__ADS_3

Nay tidak percaya bahwa orang-orang disekitarnya menjadi lebih waspada terhadapnya. Apakah dirinya memang tampak seperti orang yang mengalami gangguan kejiwaan? Nay sudah tidak nyaman berada di tempat itu, dia melangkah pergi dari tempat itu.


Nima memanggilnya, “Nay! Kamu mau kemana?”


“Pulang!”


“Jangan marah, aku tidak bermaksud mencurigaimu!” menundukkan kepalanya dan berkata, “Aku akan bilang pada orang-orang bahwa aku yang memfitnahmu saat itu!” ucap Nima lantang.


“Tidak perlu kamu melakukan itu! walaupun kamu bilang, belum tentu orang akan percaya, mereka hanya akan menganggap akulah yang memaksamu berkata seperti itu! Cukup lupakan dan berjalan seperti biasanya saja.” Nay pergi meninggalkan Nima yang terdiam di tempat.


Nay menghampiri Sam, “Sam, aku mau pulang.”


“Kenapa?”


“Hanya merasa tidak nyaman.”


“Bagian mana yang tidak nyaman? Apa perlu kita ke dokter?”


“Tidak perlu, aku hanya ingin pulang!”


“Baiklah, ayo kita pamit pada teman-teman dulu.”


“Kamu saja, aku tunggu disini saja!”


“Tunggu sebentar, aku pamit dulu.”


Setelah pamit mereka pergi meninggalkan acara reuni.


“Apa yang tidak nyaman bilang padaku?” tanya Sam sambil mengemudikan mobilnya.


“Hatinya yang tidak nyaman!”


“Kenapa? Ada yang mengganggumu?”


“Uhm.”


“Siapa?”


“Tidak kenal!”


“Orang tidak kenal mengganggumu? Bagaimana bisa?”


“Saat di toilet ada yang membicarakan buruk tentang kita dan masa laluku juga!”


“Mereka tau tentang kita, berarti teman satu sekolah?”


“Ya.”


“Siapa orangnya? biar aku bereskan.”


“Aku tidak tau! banyak orang yang mengenalku tapi bukan berarti aku juga harus mengenal mereka.”


“Ya, aku tau, kamu memang Famous semua orang mengenalmu!” ucap Sam dengan nada naik satu oktaf.


“Kenapa jadi kamu yang sewot?”

__ADS_1


“Tidak!”


“Iya! barusan kamu meninggikan nada bicaramu.”


“Baik, baik, maafkan aku, aku tidak bermaksud.”


“Menyebalkan!” Nay menyandarkan kepalanya di kaca jendela mobil.


“Sudah jangan Bete lagi, ayo kita bersenang-senang, kamu mau kemana? Aku akan menemanimu seharian.”


“Aku lapar, tadi belum makan apa-apa!”


“Kalau begitu kita cari makan dulu, mau ke restoran saja atau mau sekalian ke mall?”


“Ke mall, aku mau belanja yang banyak tapi kamu yang bayar!”


“Siap Ratu.”


“Ratu apa? Ratu Congkak?”


“Tentu saja Ratu di hatiku! Kenapa bilang seperti itu?”


“Ada yang menjuluki seperti itu!”


“Siapa? Berani-beraninya memperolok istriku yang luar biasa cantik ini!” ucap Sam dengan menggebu yang dibuat-buat.


“Ish, kamu menyebalkan!”


***


“Sam aku mau ini, ini, ini, ini dan ini!” Nay menunjuk semua barang yang dia inginkan dari sepatu, baju, tas dan aksesoris.


“Nay, mau berapa banyak lagi?” tanya Sam.


“Kenapa? Kamu tidak mau membelanjakanku? Baiklah, aku akan membeli dengan uangku sendiri!”


“Bukan itu maksudku, jangan tersinggung! Bukannya tidak mau membelikanmu tapi tanganku hanya dua, barang belanjaanmu banyak sekali.”


“Kalau tidak mau bayar ya sudah, aku bisa bayar sendiri tidak usah banyak alasan! Aku bisa meninggalkan barang-barang ini di toko dan akan meminta orang untuk mengambilnya nanti!”


“Kalau begitu kita beli saja tokonya, aku masih sanggup membiayaimu bahkan jika kamu jatuh miskin aku pastikan hidupmu tidak akan kekurangan!”


“Sekarang kamu mendoakan perusahaanku bangkrut?”


“Ais, salah lagi! bukan begitu, hanya perumpamaan saja, aku minta maaf ya.” Sam mencoba memeluk Nay namun di tepis oleh Nay.


“Jangan peluk aku, aku masih marah denganmu!”ucap Nay kesal.


Tanpa mereka sadari pertengkaran mereka dilihat oleh para pegawai toko, dimana kepura-puraan mereka yang selalu tampak harmonis didepan orang lain tidak berlaku untuk saat ini. Sam menyadari bahwa mereka telah menjadi bahan tontonan, “Nay sudah, aku minta maaf, kita dilihatin orang,” ucap Sam dengan suara yang hanya dapat terdengar oleh Nay.


Nay pun melihat sekeliling dan benar saja mereka menjadi bahan tontonan. “Ayo, Sam kita pergi!”ucap Nay dengan suara yang tak kalah pelan.


Mereka pergi meninggalkan toko dengan Sam yang masih menenteng barang belanjaan Nay.


“Kita mau kemana lagi, sayang?” tanya Sam.

__ADS_1


“Tidak usah panggil sayang-sayang aku mau muntah mendengarnya.” Nay berjalan mendahului Sam.


“Huft, singa betina masih marah!” lirih Sam.


“Sam, aku masih bisa mendengarmu!”


Mereka terus berjalan hingga menemukan area bermain, Nay duduk dikursi yang ada di area tersebut.


“Aku haus,” ucap Nay.


“Aku akan belikan minuman untukmu,” ucap Sam.


“Aku juga mau cotton candy.”


“Apa? permen kapas?” tanya Sam heran, setaunya Nay tidak terlalu suka makanan manis.


“Iya kenapa? Memang hanya anak kecil yang boleh makan?”


“Iya, iya, aku belikan, tunggu disini.”


Saat menunggu Sam, tidak lama ada seorang anak kecil yang imut mendekati Nay dengan membawa boneka Barbie.


“Tante bisa bantu aku?”


Nay tersenyum, “Apa yang bisa tante bantu?”


“Barbieku kalungnya nyangkut.”


“Coba kulihat? Siapa namamu?” Nay mengulurkan tangannya untuk meminta Barbienya.


“Ini tante, namaku Sisil!” Sisil memberikan boneka Barbienya, Nay mencoba membatu memperbaiki kalung yang ada di boneka barbie tersebut.


“Sudah selesai, namamu cantik sekali, seperti orangnya,” puji Nay mencubit gemas pipi Sisil.


“Terima kasih tante.”


“Kamu kesini sama siapa?”


“Sama mama tapi lagi ke toilet.”


Nay dan Sisil sedang asik mengobrol dan Sam datang membawa minuman dan juga permen kapas pesanan Nay.


“Nay!” panggil Sam.


Sisil dan Nay menoleh ke arah Sam. “Daddy?” ucap Sisil.


Bersambung….


Bantu aku yang masih menjadi otor remahan ini ya ka dengan cara like dan love nya.


Di tunggu juga komentarya ya kak🙏 🙏


Terima kasih 🥰


Salam Age Nairie🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2