
Tidak ada lagi chat dari keduanya, Nay pergi ke sekolah SMA-nya lengkap dengan seragam SMA. Dia berharap usahanya kali ini akan berhasil.
Sam menarik rambutnya ke belakang, dia kesal dengan keras kepalanya Nay. Dia mengambil kunci mobil dan melaju ke sekolah SMA mereka.
Hari sudah senja, Sam masuk ke dalam sekolahnya, tidak ada orang di dalamnya. Namun, dia tetap melangkahkan kakinya ke ruang olahraga, entah kenapa perasaannya menuntunnya ke arah sana.
Sam membuka pintu, di terkejut melihat orang yang berada di ruang olahraga. Di dalam sudah ada Nay berseragam SMA lengkap dengan mawar putih di tangannya, Sam mendekat pada Nay. Usia yang sudah tidak remaja. Namun, masih sangat cocok menggunakan seragam sekolah. Sam teringat akan masa-masa mereka sekolah. Wanita idamannya saat ini sudah menjadi istrinya.
Nay tersenyum melihat ke datangan Sam. "Hai." Sapa Nay.
"Nay, kenapa berpakaian seperi itu?" Sam menatap Nay dari atas hingga bawah.
"Samudra Alegian. Aku mau bilang bahwa satu-satunya lelaki yang kucintai adalah dirimu, kaulah satu-satunya yang menjadi pelabuhan cintaku. Mau kah kamu menjadi kekasihku seumur hidup? Aku tau kita sering bertengkar tapi aku yakin di lubuk hatimu kamu juga mencintaiku. I Love You."
Sam berhambur memeluk Nay. "Aku mencintaimu Nayna Rastian. Sudah benar-benar terjerat akan cintamu. Tidak akan pernah bisa lepas darimu. Hanya kamu yang ada di mataku." Sam sangat bahagia mendengar pernyataan cinta Nay.
Nay tersenyum dalam pelukan Sam. Ya, Sam masih sangat mencintai nya. Tanpa sadar Nay meneteskan air matanya. Sam mengurai pelukan mereka, mencium kening Nay, mata, hidung, pipi dan berakhir ke bibir Nay, ciuman penuh kasih sayang. Mengecap manis rasa yang sering ia rasakan. Namun, Sam tidak pernah bosan, hanya menambah keinginan untuk terus mengecapnya. Setelah puas, Sam melepas ciuman mereka. Nay berlari ke sudut meja, mengambil ponselnya dan menggoyang kan ke depan Sam. "Aku lupa mematikan ponselku!"
Mereka tertawa bersama, Sam menarik kembali Nay, dia mencium kembali bibir yang membuat candu dirinya. Entah berapa lama mereka akan berciuman.
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
...EPILOG...
Empat tahun kemudian, usia si kembar sudah memasuki usia enam tahun. "Sayang, kamu lihat anak-anak?" tanya Nay pada Sam.
__ADS_1
"Aku baru bermain dengan El, dia lagi ke kamar mengambil Lego-nya, kami akan menyusun bersama," ucap Sam.
Nay pergi ke kamar El. "Sayang, adikmu mana?"
"Tidak tau. Tadi dia bermain barbie di kamarnya, Mah." Setelah itu El langsung meninggalkan Nay dan kembali menghampiri Sam dengan Lego di tangannya.
Nay mencari Mara, dia tidak melihat anak perempuannya, pergi ke kamar Mara, tidak menemukannya. "Sam, aku tidak menemukan Mara."
"El, kamu di sini dulu. Papa mau bantu Mama cari Mara." Sam meninggalkan El, dia menghampiri Nay dan mulai mencari Mara. Mereka mencari di sekitar rumah. Namun, tidak menemukan, mereka beralih ke taman dekat rumah. Hati mereka lega saat melihat Mara ada di taman sedang berjongkok melihat sesuatu dengan boneka barbie di tangannya.
"Sayang kamu sedang apa di sini?" tanya Nay. Sam dan Nay menghampiri Mara. Mereka terkejut melihat Mara sedang memperhatikan seekor tikus mati di depannya dengan darah di sekujur tubuh tikus itu.
Mara menoleh setelah mendengar suara Nay. "Mama!" ucap Mara dengan senyum mengembang.
"Tadi ada kucing mengigit tikus itu, lalu aku samperin, kucingnya malah pergi!" ucap Mara penuh keceriaan.
"Lalu Mara kenapa di sini?" tanya Sam.
"Mara lagi lihat tikus, lucu banyak darahnya." Mara merentangkan tangannya untuk mendeskripsikan darah yang banyak.
Sam langsung menggendong Mara, Nay dan Sam saling tatap penuh makna.
"Lain kali, jangan dilihat seperti itu. Mara panggil Papa saja, ya?" Mara hanya mengangguk.
Mereka kembali ke rumah, El dan Mara bermain bersama, lebih banyak El yang mengajak Mara bermain. Mara lebih senang bermain sendiri. Walau El lebih pendiam, tapi di sekolah El lebih banyak mempunyai teman di banding Mara.
__ADS_1
"Sam ...." panggil Nay. Wajahnya pucat, bingung untuk bicara apa pada Sam. Tanpa Nay bicara, Sam sudah mengerti apa yang akan Nay bicarakan. Nay sedang memikirkan Mara ke depannya, dia takut apa yang terjadi padanya terjadi juga pada Mara.
"Kamu tenang saja, tidak akan ada yang terjadi. Kita menyayangi nya, kita akan didik anak-anak kita penuh dengan kasih sayang. Kita akan selalu mendampinginya." Sam memeluk Nay erat. Meyakinkan dirinya bahwa semua akan baik-baik saja. Ya, Sam yakin keluarganya akan baik-baik saja.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Terima kasih semua yang bersedia membaca kisah Samudra Nayna..
Extra Part berakhir yach .. Mohon maaf jika otor banyak kesalahan menulis ataupun alur yang tidak sesuai keinginan reader. 🙏
Novel ini hanyalah kehaluan otor saja.
Age mau cerita sedikit nih kemaren ada yang tanya nasib Falista gimana. Falista baik-baik saja seperti yang Sam katakan dan Sam juga nggak mau bahas lebih banyak tentang Falista kepada Nay. Sama! Othor juga nggak mau bahas dia, intinya sudah menjauh dari hidup Sam dan Nay, yg jelas Falista nggak othor bikin meninggal. Kenapa? Karena emang othor nggak mau buat Nay menjadi pembunuh karena novel ini berfokus tentang kejiwaan Nay.
Begitu pula dengan Sam, dari awal Sam adalah pria baik-baik hingga akhir cerita dan othor nggak mau membuat perubahan karakter, bahkan Justin pun di bereskan oleh Viktor bukan dengan Sam. Jadi biarkan Sam tetap menjadi pria yg baik tapi nyebelin dengan mulut yang kadang nggak bisa di kontrol kalau lagi cemburu.
Ingat Maretta? Itu juga bukan tokoh tiba2 datang, di Bab Strawberry sudah ada petunjuk bahwa Zima tidak yakin bahwa kekasihnya meninggalkan dirinya begitu saja.
Sebenarnya sosok Maretta otor buat untuk mengulik keluarga Sam, bahwa setiap keluarga memiliki cobaannya masing-masing. Masa lalu Leo dan Ibunya Maretta adalah noda di keluarga Leo.
Pesan otor adalah bahwa setiap rumah tangga ada masalah sendiri-sendiri jadi jangan pernah mengukur seberapa berat cobaan kita dengan orang lain, karena sudah di beri porsi oleh Allah setiap orang memiliki kadar kemampuannya sendiri untuk menyelesaikan cobaan yang di berikan. Harus di ingat, jangan pernah merasa diri kita lemah. Ingat lah Bab Praktek Biologi, bahwa setiap manusia yang terlahir adalah pemenang. 😁
Sekali lagi terima kasih telah setia dengan kisah Samudra Nayna yang masih sangat amat banyak kekurangan ini. Terimakasih banyak karena tidak ada yang membully Novel ini. Semua komentar yang masuk bagus-bagus dan membangun, 🤗🤗 semoga Age bisa berkarya lebih baik lagi 🙏🙏🙏
Salam Age Nairie 🥰🥰🥰🥰
__ADS_1