
Bumi terus berputar hingga malam berganti siang, hari minggu tiba dimana merupakan hari yang paling disukai oleh sebagian besar orang karena terbebas dari aktivitas yang mereka anggap membosankan.
“Kalian rapih sekali? Mau kemana?” tanya Zima saat melihat Sam dan Nay turun dari tangga lengkap dengan pakainan semi formal.
“Kami mau menghadiri acara reuni SMA,” jawab Sam.
“Oh!” Zima berlalu. Namun, berbalik lagi ke arah Sam karena mengingat sesuatu, “Apa Nima juga ikut?”
“Tidak tau, pastinya dia di undang,” ucap Sam.
“Sepertinya ikut, dia bilang tidak ada acara hari ini,” tambah Nay.
“Oke.” Zima pergi meninggalkan Sam dan Nay beralih ke kamarnya.
“Kak Zima kenapa? Apa sekarang dia tertarik dengan Nima?” tanya Nay pada Sam.
“Entahlah, ayo kita pergi.”
Zima masuk ke dalam kamarnya dan mengganti pakaiannya, tidak sampai lima menit dia sudah meninggalkan rumah dan melaju ke rumah Nima, setibanya di depan rumah Nima, dia menelponnya.
“Hallo!”
“Kak Zima, ada apa?”
“Kamu dimana?”
“Lagi di rumah.”
“Hari ini kamu ada acara?”
“Iya, ini lagi siap-siap mau pergi.”
“Aku ada di depan rumahmu, aku akan mengantarmu!” Zima langsung memutuskan sambungan telepon tanpa menunggu persetujuan dari Nima, dia takut akan penolakan.”
“Ada apa dengan Kak Zima?” guman Nima dengan masih memperhatikan layar ponselnya yang telah redup.
Nima keluar rumah dan menemukan mobil Zima sudah terparkir, menghampiri dan mengetuk kaca mobil.
Zima membuka kunci mobil dan membiarkan Nima masuk ke dalam mobilnya.
“Kak Zima benar mau mengantarku?”
__ADS_1
“Tentu! beri tahu saja tujuanmu."
“Aku mau ke reuni sekolah.”
“Acaranya dimana?”
“Di Golden Sun café!”
“Oke.”
Belum lama mobil dijalankan, ponsel Nima berdering.
Nima mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, “Aku izin angkat telepon dulu, Kak.”
“Angkatlah.”
“Hallo, Bian!”
Zima langsung menoleh saat Nima menyebut nama Bian.
Sudah sampai mana hubungan mereka? Kenapa sudah saling telepon?
“Maaf, aku tidak bisa menemanimu ke acara reuni, aku ada sedikit urusan,” ucap Bian diseberang telepon.
“Kamu memintanya menemanimu?” tanya Bian mulai khawatir.
“Tidak, kebetulan sedang ada di sekitar rumahku jadi sekalian mengantarku.”
“Baiklah, aku tutup dulu ya.”
“Ya.” Nima memasukkan kembali ponselnya kedalam tas.
“Ada hubungan apa kamu dengan Bian?”
“Baru tahap teman.”
“Teman?”
Dia bilang baru tahap teman, apakah artinya akan ketahap berikutnya?
“Iya, semenjak acara pameran dia terkadang menelponku hanya sekedar ngobrol!” jawab Nima jujur.
__ADS_1
Tidak ada perkataan lagi yang terucap dari mulut Zima, dia tidak rela melihat Nima dengan pria lain tapi dia juga belum yakin akan perasaannya, dia harus benar-benar melupakan mantan pacarnya itu sebelum mendekati Nima.
Tanpa terasa mereka sampai di tempat tujuan, Nima membuka pintu mobil, sebelum keluar dia pamit dulu pada Zima, “Kak Zima terima kasih atas tumpangannya!” Nima keluar dari mobil namun Zima juga ikut keluar dari mobil.
“Kak Zima, kenapa keluar?”
“Kamu menganggapku supir? Setelah aku mengantarmu lalu pergi!”
“Ha? Bukan begitu, aku hanya bertanya!” ucap Nima dengan mengangkat tangannnya didepan dada dan mengoyangkan ke kanan dan ke kiri.
“Aku akan ikut denganmu ke dalam!”
“Iya,” Nima hanya bisa menuruti perintah Zima.
Sesampai di dalam, Nima sudah disambut oleh beberapa temannya, dia memiliki beberapa teman dekat saat di SMA. Mereka melihat Nima bersama dengan seorang pria.
“Nima, ayo perkenalkan siapa pria disampingmu itu?” tanya Desi, salah satu teman dekat Nima.
“Oh, ini Kak Zima,” ucap Nima memperkenalkan Zima pada temannya dan Zima hanya menaggapi dengan senyuman tanpa mau repot berjabat tangan.
“Ini kakakny Sam, bukan? Tanya Desi.
“Iya.”
“Sekarang kalian pacaran?”
“Bukan, bukan, kebetulan saja Kak Zima lewat dan mengantarku.”
Zima hanya mengerutkan dahinya, atas apa yang diucapkan Nima.
Acara reuni dimulai, semua orang sedang bercengkrama dengan hangat, adapula yang heboh karena terlalu lama tidak berjumpa, ada MC diatas panggung memberi sambutan dan mulai ada beberapa orang yang menyumbang lagu di atas panggung.
Sampai pada akhirnya pintu terbuka, Sam dan Nay masuk ke dalam ruangan dengan bergandengan tangan, mereka terlambat datang karena ban mobil Sam bocor tiba-tiba. Semua menatap kearah mereka, ya! semua orang tau apa yang terjadi pada Sam dan Nay di masa lalu dan sekarang mereka melihat dua orang yang saling bermusuhan datang bersama dengan tangan saling bertautan.
Bersambung.....
Jangan lupa like n love 😊
mohon maaf jika ada kesalahan menulis, otor cuma butiran debu yg baru menulis novel 😁
oh ya, jangan lupa komentarnya juga ya kak, agar otor lebih baik lagi dalam berkarya 🥰🥰
__ADS_1
terima kasih 🙏🙏🙏
Salam Age Nairie