
Nima mendatangi kantor Nay, mereka sudah janjian untuk bertemu, Nima meminta Nay untuk menemaninya membeli hadiah. Dia berjalan menuju ruangan dan mengetuk pintunya, setelah mendapat jawaban, dia masuk ke dalam, lalu duduk di kursi depan Nay. “Apa kamu masih sibuk?”
“Tidak, sebentar lagi selesai, memang rencananya mau beli apa?" ucap Nay masih dengan mata menatap layar komputer.
“Tidak tau, aku kan bukan pekerja kantoran jadi bingung mau beli apa untuk Kak Zima.”
“Memangnya dia ulang tahun? Setauku bukan bulan ini!”
“Memangnya memberi hadiah harus ulang tahun. Aku mau memberi hadiah untuk memperingati hari jadi kami yang ke satu minggu!” ucap Nima dengan senyum sumringah.
Nay sedikit terkejut mendengar perkataan Nima, tidak disangka dia akan bucin akut setelah mendapatkan Zima. “Wah, baru satu minggu saja sudah bertukar kado. Apakah akan memperingati hari jadi setiap minggu?”
“Kalau bisa kami akan memperingati setiap hari!”
“Benar-benar sudah dibutakan cinta!” Nay hanya menggelengkan kepalanya.
“Sudah cepat selesaikan pekerjaanmu, biar cepat membeli kado buat Kak Zima.”
“Iya, iya, bawel!”
Nima tidak tersinggung sama sekali atas ucapan Nay, dia hanya tersenyum menatap layar ponselnya dengan sesekali tertawa kecil. Nay yang melihat itu jadi penasaran dengan tingkah Nima yang seperti itu, dia jadi tidak fokus dalam bekerja. “Apa yang sedang kamu lakukan? senyum-senyum sendiri tidak jelas seperti itu.”
__ADS_1
“Kalau aku tersenyum sendiri tanpa ada ponsel di depanku, baru dinamakan tidak jelas! Kak Zima menamaiku My Sweet Love di kontak ponselnya,” ucap Nima dengan tersipu.
“Hanya karena itu kamu tersenyum seperti orang hilang akal?" ejek Nay.
“Dia juga tidak berbohong padaku kalau dia sedang ada di kantornya, dan dia menolak ajakan seorang wanita yang mendekatinya.”
“Mana kamu tau dia berbohong atau tidak? bisa saja dia bilang padamu tidak pernah bertemu wanita lain tapi di belakangmu ternyata menemui wanita lain.” Nay mengingat saat Sam melupakan janji makan malam itu untuk bertemu Falista.
“Tentu saja aku tau dia tidak berbohong, Kak Zima tidak pernah bilang padaku bahwa ada wanita yang ingin menggodanya, tapi aku tau dia menolak wanita tersebut.”
“Bagaimana kamu tau?” tanya Nay penasaran.
“Ini lihat!” Nima menunjukan layar ponselnya ke hadapan Nay.
“Ini adalah aplikasi untuk mengetahui nama kontak kita di HP orang lain. Kamu tinggal download aplikasinya dan ikuti saja perintahnya. Aplikasi ini bisa kamu gunakan untuk menelusuri penamaan kontak orang lain.”
“Jadi kamu senyum-senyum sendiri karena habis melihat Kak Zima menamaimu My Sweet Love?”
“Iya,” ucap Nima malu-malu. “Ini, coba kamu lihat sendiri.” Nima memberikan ponselnya pada Nay.
Nay membacanya, melihat lokasi Zima berada dan bagaimana cara Zima menolak ajakan seorang wanita di chat pribadinya. “Apa ini? Kamu menyadap HP kak Zima? Ini tindakan ilegal namanya. Aku baru tau ada aplikasi seperti ini.”
__ADS_1
“Bukan seperti itu, aku hanya ingin memastikan bahwa Kak Zima tidak curang dibelakangku!”
“Tidak ku sangka kamu begitu posesif! Kamu tidak perlu sampai menyadap ponselnya, suatu hubungan itu harus didasari oleh kepercayaan, jika memang dia benar mencintaimu maka dia akan bilang sendiri tanpa kamu bertanya.”
“Iya aku tau, tapi aku harus benar-benar memastikan dia terbaik untukku, mumpung belum menikah. Jika saat ini Kak Zima bertemu dengan wanita lain dan merasa cocok dengannya aku akan segera mundur, lain cerita jika sudah menikah, jika ada wanita yang mendekatinya akan aku jambak rambutnya agar menjauh dari Kak Zima.”
“Kalau Kak Zima yang menemui wanita tersebut bagaimana?”
“Tidak akan kubiarkan, kalau bisa aku akan mengikatnya dirumah agar tidak bisa pergi dariku. Aku sudah memberinya kesempatan padanya, jika bertemu wanita yang cocok dengannya sebelum menikah maka aku akan mengikhlaskan. Tapi tidak jika sudah menikah, karena aku tidak suka perceraian Nay!”
Nay mendengar dengan seksama ucapan Nima. Dia benar, sebelum menikah harus benar-benar memastikan cinta mereka cukup kuat untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Dia dan Sam menikah tanpa saling memahami sebelumnya, jadi dia akan coba menguatkan cinta diantara mereka. Nay menatap kembali ke layar ponsel Nima, dan Nima menyadari itu.
“Kenapa kamu melihat ponselku? Kamu mau download juga?”
“Tidak, tidak perlu! Cinta kami sudah cukup kuat, kami sudah saling percaya.”
Nima hanya mengangkat bahunya, diam-diam Nay mengingat nama aplikasi yang tertera di ponsel Nima, entah mengapa dia melakukan itu.
Bersambung…..
Jangan lupa like, love, vote n gift nya jika berkenan 🙏
__ADS_1
Terima Kasih masih setia dengan kisah Sam dan Nay 🥰
Salam Age Nairie 🥰🥰 🥰