
Hari-hari berlalu, Sam masih sangat perhatian pada Nay, Zima dan Nima pun sedang mengecap indahnya masa pacaran, hubungan mereka tidak ada hambatan. Disaat Nima dan Zima bahagia adapula yang sedang patah hati sebelum berjuang.
“Kenapa kamu muram seperti itu?” tanya Sam pada Bian.
“Jangan bilang kamu tidak tau Nima dan Zima berpacaran!”
“Ya, Nay memang sudah bilang padaku, memangnya kamu benar menyukai Nima?”
“Belum terlalu dalam, aku baru mau coba penjajakan dengannya tapi kakakmu malah menikung!” ucap Bian kesal.
“Berarti kamu kurang keras usahanya!”
“Ini semua karena kamu!”
“Kenapa jadi menyalahkan diriku?”
“Bagaimana tidak, kalau kamu selalu membuatku sibuk dengan pekerjaan hingga aku kalah sebelum berperang.”
“Jangan menyalahkan orang lain atas kegagalanmu, sekeras apapun usahamu jika takdirnya tidak berjodoh maka kalian tetap tidak akan bersama.”
“Sekarang aku harus apa?”
“Ya sudah terima nasib! Dulu aku sudah berusaha keras untuk melupakan dan melepaskan Nay dari hatiku, tapi ternyata, sekarang aku menikah dengan Nay, artinya memang aku sudah ada takdir dengannya! walaupun aku sudah berusaha menjalin hubungan dengan wanita lain tetap saja pada akhirnya kembali pada Nay. Jadi kamu tidak perlu risau jika dia jodohmu maka dia akan kembali padamu!”
“Setidaknya dulu kamu pernah menyatakan perasaanmu padanya, nah aku! Belum juga mengutarakan perasaan sudah gugur di awal.”
Sam menepuk pundak Bian, “Sabar yah, kehidupan memang keras!” ucap Sam dengan nada seolah prihatin.
“Sudah, jangan memperolokku!” Bian pergi meninggalkan Sam diruangannya.
Sam menelpon Nay, dia merindukan istrinya, “Hallo, sayang.”
“Ada apa?”
“Nanti malam kita makan diluar yuk?”
__ADS_1
“Emm, Oke kita ketemuan saja, kamu tidak usah jemput.”
“Baiklah, aku akan kirim alamatnya padamu!”
“Oke.”
Sam tidak sabar menunggu makan malam dengan Nay, dia sudah memesan sebuah restoran hanya untuk mereka berdua dan meminta pihak restoran membuat suasana romantis dengan banyak hiasan mawar putih kesukaan Nay. Sore pun tiba, dia bergegas menuju lokasi, tiba-tiba ponselnya berdering, melihat layar ponselnya dan mengerutkan dahinya.
“Hallo, Falista!”
“Sam, bisa kamu datang ke rumahku?”
“Tidak bisa hari ini, aku ada urusan!”
“Sisil sakit, dia menyebut namamu terus, kumohon Sam temui dia sebentar saja!”
Sam berpikir sejenak, “Baiklah, aku akan datang tapi hanya sebentar.”
“Tidak apa, aku sudah sangat berterimakasih, aku tunggu kedatanganmu Sam.”
“Ya.”
Kenapa tidak diangkat Nay.
Sam tiba dirumah Falista, dia sudah menunggu kedatangan Sam.
“Kamu sudah datang, Sam!”
“Dimana Sisil? Apa dia baik-baik saja?” cemas Sam, walaupun tidak ada hubungan darah namun Sam menyayanginya, mereka pernah dekat selama satu tahun.
“Ada di dalam,” jawab Falista.
Sam berjalan menuju kamar Sisil, dia melihat Sisil sedang tidur dengan gelisah.
“Sisil!” panggil Sam.
__ADS_1
Sisil membuka matanya, dia bangkit dan langsung memeluk Sam. “Daddy!”
“Sisil kenapa?” Sam menyentuh keningnya, ada rasa panas di keningnnya.
“Sisil rindu Daddy!”
“Sisil sudah minum obat? Sudah makan?”
“Sudah, tapi Sisil kangen banget sama Daddy.”
“Sekarang sudah ada Daddy, sekarang Sisil tidur ya, sisil harus banyak istirahat!”
“Tapi Daddy ceritakan yach?”
“Iya, Daddy ceritakan sampai Sisil tidur ya?”
“Kalau Sisil tidur, Daddy pasti pergi.”
Sam melihat wajah sendu Sisil, dia tidak tega harus menyakiti Sisil namun dia juga tidak bisa menomor duakan Nay. “Sisil, sekarang Daddy sudah menikah dengan Tante Nay, Daddy harus tinggal bersamanya, tapi Daddy janji akan sering datang menemui Sisil bersama Tante Nay!”
“Kenapa Daddy tidak menikah dengan Mommy saja?”
Sam tidak tau harus menjawab apa agar tidak menyakiti perasaan Sisil, “Sisil, ada saatnya nanti Sisil akan mengerti, jika Sisil sudah mulai beranjak dewasa Sisil akan mengetahuinya, Daddy janji, Daddy dan tante Nay juga akan mengunjungi Sisil. Apa Sisil tidak menyukai tante Nay?”
“Suka, Tante Nay cantik dan baik, dia yang memperbaiki Barbie Sisil.”
“Sisil bisa berteman dengan tante Nay nanti, sekarang Sisil tidur yah.”
“Iya, tapi Daddy temani Sisil tidur ya?”
“Iya, ayo sini Daddy peluk!”
Sam memeluk Sisil sambil mendongengkannya, dia berencana akan langsung pulang setelah Sisil tidur.
Bersambung….
__ADS_1
terimakasih masih setia dengan Samudra Nayna 🙏🙏🙏
Salam Age Nairie 🥰🥰😘