
Semua mata menatap ke arah kedatangan Sam dan Nay, tidak heran jika Sam datang menghadiri. Namun, berbeda dengan Nay yang terkenal tidak ingin bergaul, tapi nyatanya hari ini dia datang bersama musuh bebuyutannya dengan saling bergandengan tangan. Nima melihat kedatangan mereka, dia langsung menghampiri dan memberikan pelukan pada Nay.
“Kamu baru datang?” tanya Nima.
“Iya, ban mobil Sam tiba-tiba bocor di tengah jalan.” Nay melepas pelukan Nima.
“Kesini dengan siapa?” tanya Nay.
“Dengan Kak Zima, itu orangnya!” Nima menunjuk dengan alisnya ke arah Zima, yang sedang tenang menikmati cemilan.
“Kamu sekarang dekat dengannya? sepertinya perasaanmu akan terbalas!” ucap Nay dengan berbisik.
“Entahlah, akhir-akhir ini dia jadi aneh.”
Mereka duduk di meja yang sama, Sam langsung berbaur dengan teman-temannya dan langsung memberitahu kabar pernikahannya dengan Nay, begitu pun dengan Nima yang asik bercengkrama dengan teman-teman perempuannya, sedangkan Nay hanya diam di tempat bermain ponsel, sesekali ngobrol dengan Zima.
Nay menghampiri Sam dan berbisik di telinganya, “Sam.”
“Ya?”
“Aku mau ke toilet dulu.”
“Baiklah, mau aku antar?”
“Tidak perlu.”
Nay pergi meninggalkan Sam, Nima yang melihatpun memanggilnya, “Nay! Mau kemana?”
__ADS_1
“Toilet.”
“Aku ikut.”
Mereka pergi menuju toilet wanita dan masing-masing masuk kedalam bilik toilet. Saat Nay dan Nima ada didalam bilik, ada suara di luar bilik mereka, ada dua orang wanita yang sedang merapihkan make-up di depan cermin sambil membicarakan orang lain, tidak lain yang mereka bicarakan adalah Sam dan Nay.
“Apa Samudra buta? kenapa dia harus menikah dengan Nay yang jelas-jelas reputasinya buruk?” ucap Ica.
“Entahlah! Mungkin matanya benar-benar sudah buta, Nayna sudah mempermalukannya tapi malah menikahinya!” ucap Alesha sambil merapihkan sanggul modern dikepalanya dan menusukan tusuk konde china di sanggulnya.
“Tidak habis pikir, seperti tidak ada wanita lain saja, yang aku tau Sam pernah berpacaran lama dengan seorang wanita, aku kira dia akan menikah dengan wanita itu, karena hanya wanita itu yang berpacaran lama dengannya! eh, malah menikah dengan Nayna yang notabennya bekasnya Ryawan!” ucap Ica.
“Apa Samudra tidak jijik yah, apalagi dia pernah aborsi!” tambah Alesha.
“Terlebih sekarang Nima akrab dengannya, padahal dulu Nay membakar semua lukisan Nima, kalau aku jadi Nima, aku tidak akan memaafkannya!”
“Aku bahkan baru tau kalau mereka sepupu! saat sekolah tidak ada yang tau, bukan? Mereka dua orang yang sangat berbeda, Nima begitu mudah tersenyum dan ramah, sedangkan Nayna seperti Ratu Congkak!”
“Apa yang kalian bicarakan? Sepertinya sangat bahagia dengan kisahku!” ucap Nay dengan tatapan sinis.
Ica dan Alesha terkejut, ternyata orang yang mereka bicarakan ada disana.
“Ka—mi hanya mengatakan yang sebenarnya!” ucap Alesha gugup.
“Yang sebenarnya? Apa yang kalian ketahui? Aku aborsi? Atau Sam yang buta karena menikahiku?”
Tidak ada yang terucap dari mulut Alesha ataupun Ica, mereka tidak berani untuk menatap Nay, entah mengapa aura Nay begitu kuat, walaupun Nay tidak pernah bergaul tapi tidak ada yang berani mengganggunya, satu-satunya orang yang berani mengganggu Nay hanya Sam.
__ADS_1
“Kenapa kalian diam saja? kalian hanya berani bicara dibelakangku? Mumpung aku di depan kalian, bicaralah!” Nay berjalan mendekati Alesha dan Ica, menarik tusuk konde yang ada dikepala Alesha.
Alesha diam saja saat Nay menarik tusuk kondenya, Nima yang melihat itu mulai khawatir, dia takut Nay akan mencelakai Alesha dan Ica.
“Nay!” panggil Nima.
Nay yang dipanggil pun menoleh, tidak bicara dan hanya menatap Nima.
“Aku sudah selesai, ayo kita keluar!” Nima menarik lengan Nay dan mengambil tusuk konde tersebut.
“Ini punyamu!” ucap Nima dan mengembalikan tusuk konde tersebut pada Alesha.
Nay dan Nima pun keluar dari toilet.
“Kenapa kamu menarikku keluar?” tanya Nay dengan nada sedikit tinggi.
“Tidak apa-apa, hanya tidak ingin ada keributan.”
“Memang apa yang kulakukan? Aku tidak melakukan apapun!”
“Lalu untuk apa kamu mengambil tusuk kondenya?”
“Hanya terlihat bagus, mangkannya aku ambil!” Nay mengerutkan dahinya, “jangan-jangan kamu berpikir aku akan melukainya dengan tusuk konde?” ucap Nay dengan nada kecewa.
Bersambung.....
Jangan lupa like dan komentar nya 🙏🙏🙏
__ADS_1
terimakasih 🥰
Salam Age Nairie