
Setelah dari rumah sakit, mereka tidak di antar ke hotel tempat menginap Sam dan Nay, melainkan ke mansion Viktor.
"Apa kalian lapar? Aku akan meminta pelayan untuk menyiapkan makan untuk kalian," ucap Debora
"Aku sudah makan dan masih kenyang, tapi kamu bisa siapkan untuk dirimu dan Sam!" jawab Nay.
"Kamu sudah makan?" tanya Sam heran.
Nay menjawab, "Iya, aku sempat makan dan minum. Itu pun setelah aku memaksa mereka memberikan makanan dan minuman! Aku masih mengingat untuk menjaga pola makan dan minum obat tepat waktu, Sam."
Sam terkagum pada istrinya. "Wah, istriku memang luar biasa! dalam keadaan seperti itu masih memikirkan perut! Kamu masih bisa memikirkan pola makan, tapi mengapa kamu melompat dari balkon?"
"Jadi kamu lebih rela aku dinodai?"
"Bukan seperti itu, aku sudah berteriak padamu tapi kamu tidak dengar."
Belum sempat Nay membalas perkataan Sam, Viktor tiba setelah tiga jam membereskan kekacauan yang telah terjadi. Mereka berkumpul di ruang tamu.
"Maaf jika karena aku, kalian jadi terlibat!" ucap Vitor meminta maaf.
Sam baru ingin menjawab tidak apa-apa. Namun, sudah di dahului oleh Nay.
"Tidak masalah, untung aku yang di tangkap. Mungkin, jika Debora yang di tangkap, dia sudah menghilangkan nyawa Debora." jelas Nay.
"Ha, kamu percaya diri sekali!" ejek Viktor.
"Tentu saja, Justin tidak mungkin membunuhku karena dia mencintaiku! Kau harus berterima kasih padaku. Karena aku, Debora selamat!" ucap Nay untuk membuat Viktor kesal dan merasa bersalah.
"Jadi Justin, dalang semua ini?" ujar Sam menatap tajam Nay.
"En, Sasaran utamanya Debora, tapi bawahannya salah culik! Justin juga sempat terkejut saat tau aku yang di culik!" jelas Nay.
__ADS_1
"Dia sudah melakukan apa padamu?" tanya Sam penasaran.
"Dia ... sudahlah tidak usah di bahas, nanti kamu naik pitam!"
"Cepat katakan! akan kubunuh dia!" geram Sam.
"Tidak perlu repot, dia sudah tidak bisa mengganggu kalian lagi!" ucap Viktor menyela percakapan sepasang suami istri tersebut.
"Apa yang terjadi padanya?" tanya Sam.
"Yang pasti sudah tidak bisa melihat matahari!" jelas Viktor.
Sam terdiam, dia sudah tau apa yang terjadi pada Justin. Sam ingin bertanya dikemanakan orang-orang yang tewas. Namun, ia urungkan karena takut mengetahui yang sesungguhnya, dia tidak ingin terlibat lebih jauh dari dunia mafia.
Nay dan Sam menerima tawaran Viktor untuk menginap di mansion milik viktor, mereka tiba di kamar yang telah di sediakan.
Ponsel Nay berdering, Ibu mertuanya menelpon menyampaikan bahwa Zima akan melamar Nima.
"Bukannya, kita akan bertolak ke Jepang untuk membuktikan salju berlian?"
"Kak Zima mau melamar Nima, kita harus segera pulang."
"Merepotkan saja! Biarkan saja, mereka dengan acara lamaran dan kita tetap ke Jepang!"
"Mana bisa seperti itu! Jadi orang tidak boleh egois, kita bisa atur ulang jadwal ke Jepang." Nay mengerutkan dahinya menyadari sesuatu, "Kenapa jadi kamu yang terobsesi dengan salju berlian?"
"Aku hanya ingin mewujudkan impianmu!" jawab Sam beralibi. Setelah mendengar cerita tentang salju berlian, Sam ingin datang bersama Nay, dia ingin cinta mereka abadi seperti yang diceritakan legenda salju berlian.
"Omong-omong nanti setelah Kak Zima dan Nima menikah, aku harus memanggil Nima apa? Aku itu kan kakak sepupu Nima dan dia menikah dengan kakak iparku yang otomatis menjadi kakak iparku juga! Apa Nima akan memanggilmu adik juga?" oceh Nay.
Sam memijat dahinya, istrinya cantik dan pintar tapi terkadang memusingkan, "Sudah jangan di pikirkan, ga usah ribet! terkadang kamu itu suka hal-hal yang rumit, panggilan saja di pikirkan! Sampai bicara mutar-mutar seperti itu."
__ADS_1
Nay memonyongkan bibirnya, tanda kesal dengan Sam yang bilang dirinya ribet.
Keesokan harinya, mereka pamit untuk pulang, yang tidak di sangka, Viktor dan Debora juga ikut pergi ke bandara.
"Kalian juga akan pergi?" tanya Sam.
"Iya, kami akan ke Eropa, ada yang harus kulakukan," jawab Viktor.
Mereka berpelukan, setelah itu Viktor mengalihkan pandangannya pada Nay.
"Selamat tinggal!" ucap Viktor pada Nay, mengulurkan tangan untuk berjabat.
Nay menerima uluran tangan tersebut yang bagaikan pedang malaikat pencabut nyawa dan berkata dengan pelan, "Wanita itu butuh status yang jelas, bukan hanya disimpan!" Setelah itu Nay melepas tangannya dan Viktor hanya menatap sinis pada Nay, seandainya bukan istri Sam, mungkin sudah Viktor singkirkan.
Nay beralih pada Debora, mereka berpelukan, Nay berbisik, "Maaf aku tidak bisa membantu, ku harap kau bahagia!"
"Tidak apa, aku juga minta maaf padamu, karena aku, kamu jadi terlibat dalam dunia mafia."
Mereka melepas pelukan, mengambil arah yang berbeda, sesuai dengan tujuan mereka masing-masing.
"Sam, apa yang terjadi pada Justin? Apa Viktor membunuhnya? Dikemanakan orang-orang yang tewas?" tanya Nay. Mereka sudah di dalam pesawat.
"Entahlah, aku juga bingung dengan dunia mereka, mudah sekali menghilangkan nyawa seseorang! Tidak berpikirkah, bagaimana perjuangan seorang wanita melahirkan, mempertaruhkan nyawanya untuk satu kehidupan baru!"
Nay hanya menganggukkan kepala menandakan setuju dengan perkataan Sam, dia pun mengalami begitu sulitnya untuk mendapatkan satu kehidupan baru.
Bersambung....
Jangan lupa like, love n vote, karena satu like saja sangat berarti buat otor 🙏🙏🙏
Di tunggu saran dan kritiknya..
__ADS_1
Salam Age Nairie 🥰🥰 🥰