SAMUDRA NAYNA

SAMUDRA NAYNA
BAB 62 Karate VS Taekwondo


__ADS_3

“Kalau kamu merasa tidak bahagia maka jangan diteruskan, itu akan menyakitimu!” ucap Ryawan.


“Terima kasih atas perhatianmu. Sejujurnya aku sangat bahagia hidup dengan Sam, dia benar-benar mencintaiku hanya saja kami memang sering bertengkar.”


“Jika itu pilihanmu aku tidak bisa berbuat apa-apa, tapi kamu harus ingat aku selalu ada untukmu, kamu bisa bersandar padaku seperti dulu.”


“Uhm.”


“Makanlah, baksomu sudah menunggu disantap.”


“Ini bakso mercon kan?” tanya Nay. Mengambil sambal dan menuangkan ke mangkuknya.


“Iya, jangan di tambah sambal banyak-banyak nanti perutmu sakit.”


“Kalau tidak banyak nanti julukanku sebagai gadis mercon diambil orang.”


“Ha.. ha.. Kamu masih ingat saja dengan julukan itu?”


“Kan kamu sendiri yang bilang aku di gadis mercon!” Nay memasukan bakso merconnya kedalam mulut.


Mereka menikmati bakso dengan diselingi cerita masa lalu.


***


Sam terus melajukan mobilnya ke sekitar daerah sekolahnya, dia menghampiri setiap tempat makan yang ada disana setelah beberapa kali keluar masuk rumah makan dia teringat sesuatu.


“Sial, tukang bakso! Kenapa aku lupa,” gumam Sam.


Sampailah di warung bakso yang ramai pengunjung, gerobak bakso ada dibagian depan warung, Sam agak kesulitan masuk dikarenakan banyak orang yang memesan bakso. Setelah menunggu beberapa saat, dia akhirnya bisa masuk kedalam warung tersebut. Dia mengedarkan matanya kesegala penjuru namun orang yang dicarinya tidak terlihat.


“Kemana mereka?” lirih Sam.


Sam memilih pulang ke apartemen, dia berharap Nay sudah pulang. Sepanjang perjalanan pikirannya kacau, dia gila jika memikirkan Nay akan meninggalkannya, dia tidak bisa hidup tanpa wanita itu, Sam menarik rambutnya frustasi, dia melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.


Seperti dugaannya, wanita itu kembali ke apartemen, sudah seperti kesepakatan tanpa tertulis jika mereka ada masalah akan kembali ke apartemen. Sam melihat Nay keluar dari mobil dan tidak lama seorang lelaki yang dikenalnya ikut turun dari mobil. Sam melihat dari dalam mobil dan mulai mengepalkan tangannya.


“Kamu tinggal disini?” tanya Ryawan.


“Iya, masih nomanden, kadang kami tinggal bersama orang tua Sam juga.”


Ryawan masih menatap wajah Nay, dia enggan untuk pergi, dia ingin kembali ke masa lalu dimana wanita yang ada didepannya ini masih sangat tergantung padanya. Enam tahun telah menjadikan Nay lebih dewasa dan lebih mandiri, membuat dirinya tidak lagi dibutuhkan terlebih sekarang dia sudah memiliki suami.

__ADS_1


“Aku masuk dulu.” Nay berbalik untuk meninggalkan Ryawan namun lengannya di cekal oleh Ryawan.


“Yang aku katakan sungguh-sungguh, kamu bisa bersandar padaku lagi!” ucap Ryawan serius.


Nay hanya bisa tersenyum dan menganggukan kepalanya, dia melepaskan lengan Ryawan yang mencekal lengannya, belum juga satu menit dia melepaskan, Sam sudah datang menghampiri mereka.


Bugh


Sam datang dengan membawa bogem mentah pada Ryawan, Ryawan langsung menggelap dan langsung terjatuh, Nayna yang melihat langsung menjerit, dengan marah berkata, “Ada apa denganmu? tengah malam memukul orang!”


“Kamu juga tau ini sudah malam? Tengah malam begini apa yang kamu lakukan dengannya?”


“Aku tidak melakukan apapun dengannya!”


“Dia menatapmu dengan penuh kerinduan dan dia juga telah memegang lenganmu!”


Sam baru juga selesai bicara, dia pun dipukul oleh Ryawan, mereka benar-bernar saling pukul, tidak peduli teriakan Nay untuk meminta berhenti, tetap tidak bisa memisahkan mereka dari perkelahian.


Ryawan adalah pemegang Karate, Sam pemegang Taekwondo, tidak bisa dibandingkan, mereka sama-sama terluka, luka mereka tidak bisa dibilang ringan.


Dengan teriakan tidak berhasil memisahkan, Nayna berdiri di depan Ryawan, membuat Sam berhenti untuk memukul Ryawan. Sam dengan terpaksa menarik kembali tangannya yang terkepal.


“Sudah cukup, apa hakmu memukul orang? Tanyakan dirimu apa yang sudah kamu perbuat sebelum menyalahkan orang lain.”


“Maaf kan Sam, sebaiknya kamu pulang.”


Ryawan menuruti perkataan Nay, dia berjalan menuju mobilnya sebelum dia masuk kedalam mobil ada suara bariton menggema.


“Istriku tidak perlu orang lain untuk menyandarkan dirinya!” ucap Sam lantang.


Ryawan pergi meninggalkan apartemen, Sam dan Nay masuk kedalam apartemen dengan diam, mereka tidak ingin membuat keributan jadi memilih masuk unit untuk menyelesaikan masalah mereka.


Ekspresi Sam begitu buruk, sepanjang perjalanan dari rumah Falista, dia memikirkan bagaimana cara meminta maaf pada Nay namun yang terjadi adalah Nay pergi dengan pria yang di bencinya.


“Kenapa kamu memukul orang sembarangan? Untung sedang tidak ada orang dibawah, kalau tidak, kita akan jadi bahan tontonan!” ucap Nay sarkas.


“Apa aku masih bisa memikirkan pandangan orang lain setelah melihat istriku bermesraan dengan pria lain?”


“Pertama, aku tidak bermesraan dengannya dan kalau pun iya, itu adalah urusanku!” ucap Nayna tajam, membuat Sam marah karena Nay membela Ryawan.


“Jadi kamu mau bilang kamu selingkuh?”

__ADS_1


“He, lelucon! Setiap ada pria di dekatku kamu selalu menuduhku selingkuh. Apa hanya kamu yang diizinkan menemui wanita lain, dan jika aku menemui pria lain tidak boleh?”


“Jangan pernah meragukan cintaku! aku dan Falista tidak ada hubungan apapun. Jelas-jelas tadi Ryawan menawarkan sandaran padanya dan kamu diam saja saat dia memegang lenganmu!”


“Yang harusnya marah adalah aku! Yang membatalkan janji adalah kamu, yang menemui wanita lain adalah kamu. Aku hanya tidak sengaja bertemu dengannya, jangan setelah membuat kesalahan malah memfitnah orang lain.”


“Kamu juga jangan menggunakan kesalahan orang lain sebagai alasan untuk kamu membebaskan kesalahanmu, jangan karena ditubuhmu mengalir darah wanita ja*lang lantas kamu menjadi wanita murahan!”


Deg


Nay tidak menyangka Sam akan mengungkit darah yang mengalir dalam tubuhnya. Sungguh dia sangat kecewa atas apa perkataan Sam, wajahnya menjadi pias, dia menatap Sam tajam.


Begitu Sam mengatakan itu, dia pun langsung menyesal, dia telah mengeluarkan kata-kata yang sangat menyakiti Nay, padahal sebelumnya dia lah yang menghibur Nay bahwa dia berbeda dengan Ibunya.


Nay terlihat begitu terluka, matanya mulai berkabut, cairan bening mulai membasahi pipinya, darah yang mengalir ditubuhnya adalah darah wanita ja*lang. Perkataan dari mulut Sam sangat membuatnya sedih.


“Kalau kamu datang menemuiku hanya untuk menyakitiku, selamat, kamu berhasil.”


Bersambung….


Samudra Nayna akan up minimal 1 bab setiap harinya, diusahakan untuk up lebih banyak 😊


Jangan lupa like, love n vote


Ditunggu juga saran dan kritiknya 🙏


Salam Age Nairie 🥰🥰🥰


Aku membawa rekomendasi novel temenku yang oke nih.. silakan mampir...


Berikut sinopsisnya..


Maya Larasati seorang sekretaris yang sangat cantik dan mempunyai seorang kekasih. Kekasihnya ingin menikahinya agar tidak ada orang yang yang memilikinya dan menyuruhnya untuk berhenti bekerja.


Maya sebenarnya sayang kalau berhenti bekerja tapi karena sangat mencintai kekasihnya membuatnya berhenti bekerja dan mereka pun menikah.


Uang pesangon Maya sangat besar membuat suaminya menyuruh untuk membeli rumah yang besar dan Maya pun setuju.


Cobaan datang ketika keluarga suaminya ikut menumpang di rumahnya dan memperlakukan Maya seperti pelayan ditambah suaminya selingkuh membuat Maya mengajukan berpisah.


Di tengah keterpurukan Maya bertemu dengan sang mafia. Apakah sang mafia bisa meluluhkan hati Maya yang sudah membeku.

__ADS_1



__ADS_2