SAMUDRA NAYNA

SAMUDRA NAYNA
Extra Part 2


__ADS_3

Usia si kembar menginjak dua tahun, Sam harus ke Dubai, memperluas usahanya. Nay masih bekerja di kantor Kakeknya. Si kembar di urus oleh Retno dengan di bantu oleh baby sitter selama Nay bekerja. Nima dan Zima tinggal bersama Kakek Adam.


"Hallo, sayang. Aku di perpanjang seminggu lagi, masih ada urusan yang harus aku urus," ucap Sam melalui sambungan telepon.


"Iya, tidak apa," jawab Nay.


"Kenapa hanya itu? Kamu tidak merindukan ku?"


"Rindu juga percuma, kamu tidak akan tiba-tiba muncul di depan mataku, 'kan?"


"Setidaknya kamu bilang, 'cepat pulang sayang!' begitu!"


"Ish, kita sudah bukan pengantin baru lagi yang harus mengumbar kemesraan." Protes Nay.


"Ah, mau romantis saja susah sekali!" Kesal Sam.


"Ya sudah cepat pulang, biar bisa romantis-romantisan." Nay mengalah, Sam suka mencari perhatian setelah memiliki anak. Nay sadar dia telah mengabaikan Sam setelah memiliki anak. Prioritas nya mengurus anak. Namun, dia tidak tega meninggalkan perusahaan untuk di kelola sendiri oleh Kakeknya, meskipun Sam sudah bersedia membantu, tetap saja Kakek Adam lebih suka jika Nay yang mengurus perusahannya. Mungkin karena Nay adalah keturunannya. Jadi Nay sedikit mengabaikan Sam karena waktunya lebih banyak untuk si kembar dan perusahaan.


Lima hari kemudian, Nay ada meeting dengan partner kerjanya termasuk juga dengan Ryawan. Mereka tetap menjadi sahabat, Ryawan masih betah sendiri. "Bagaimana kabar El dan Mara?" tanya Ryawan setelah meeting selesai.


"Perkembangan mereka sangat baik. Bahkan Mara sudah mulai mengoceh, apa mungkin karena perempuan jadi sedikit cerewet berbeda dengan El yang agak pendiam."


"Ah, pasti lucu sekali. Aku ingin bertemu anakmu. Namun, pasti Sam tidak akan suka aku menemui anak kalian. Dia sungguh pecemburu." Ejek Ryawan.


"Begitulah Sam, tidak suka jika aku memiliki teman pria! Seandainya kamu sudah menikah mungkin Sam tidak akan cemburu lagi dan mungkin kalian bisa menjadi teman!" ucap Nay dengan terkekeh.


"Belum ketemu jodohnya! Maukah kamu makan malam denganku? Ada yang ingin kubahas tentang pekerjaan denganmu."

__ADS_1


"Emm, Bagaimana ya, aku harus mengurus anakku di rumah."


"Hanya makan malam saja, anggap saja sebagai balasan tempo hari aku membantumu mengganti ban mobilmu yang bocor."


"Baiklah." Nay sebenarnya tidak ingin ikut makan malam dengan Ryawan karena dia tau Sam tidak menyukai persahabatannya dengan Ryawan. Namun, sebagai balas budi dia bersedia makan malam dengan Ryawan. Nay pikir Sam juga sedang berada di Dubai, tidak akan masalah jika dia menerima undangan makan malam Ryawan.


Setelah sampai restoran dan duduk di meja yang sudah di pesan Ryawan, ponsel Nay tidak lama berdering. "Hallo, sayang," ucap Nay.


"Kamu dimana?" tanya Sam.


"Lagi ada jamuan, sebentar lagi pulang."


"Dengan siapa saja?"


"Rekan kerja."


"Lelaki?"


"Oh, ya sudah."


"Kamu kapan pulang?" tanya Nay. Tiba-tiba sambungan telepon mati. Sam yang berada di di Dubai, seperti magic sudah ada di depan Nay. Sam hanya melirik dan melewati mejanya. Sam pergi diikuti oleh Bian.


"Kamu pulanglah, suamimu akan mengamuk jika kamu tidak pulang! Lupakan saja makan malam ini!" ucap Ryawan tulus. Dia sudah tidak mengharapkan Nay lagi, dia murni sudah menganggap Nay sebagai sahabat.


"Maafkan aku," Nay pergi meninggalkan Ryawan, tidak di sangka Sam pulang lebih cepat, terlebih lagi dia mempergokkinya makan malam dengan Ryawan.


Saat keluar dari restoran, Nay sudah tidak menemukan Sam, dia telah pergi. Sam kembali ke rumah, dia sengaja tidak memberitahu Nay tentang kepulangan nya yang lebih cepat dari jadwal, ingin hati memberi kejutan. Namun, saat Sam sampai di kantor Nay malah melihat dia pergi dengan Ryawan dan Sam mengikutinya. Kecewa karena Nay masih bisa berbohong padanya. Bukan hal yang baru, dulu juga seperti ini. Hal sama berulang kembali.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Nay sudah melihat Sam di kamar, tidak di sangka, Sam tidak marah seperti biasanya. Nay pikir, Sam sudah mulai mengerti bahwa hubungan dia dan Ryawan hanya sebatas teman. Namun, Sam menjadi cuek dengan Nay, pulang kerja lebih banyak berada di ruang kerja bahkan terkadang tidur di sana. Nay sudah geram. Dia tau bahwa dirinya bersalah karena berbohong, dia berbohong karena tidak mau Sam berpikir yang tidak-tidak. Dia harus bertindak, membuktikan bahwa Sam masih mencintainya.


Nay mengambil lingerie hitam sexy transparan di lemarinya. Rambut yang terurai indah, di polesnya lipstik dan menyemprotkan parfum ke tubuhnya. Nay mengambil teh yang sudah dia siapkan. Sam keluar dari kamar mandi dan duduk di pinggir ranjang dan mengeringkan rambutnya dengan handuk. Nay menghampirinya dengan membawa teh. "Sayang, aku bawakan teh untukmu." Nay meletakkan teh keatas meja samping tempat tidur dengan mencondongkan tubuhnya menghadap Sam, hingga terlihat pemandangan dua kelinci putih yang menggoda.


Sam sempat tergoda dengan penampilan Nay. Namun, Sam masih marah pada Nay sehingga dia menahan hasratnya melihat Nay. "Kenapa berpenampilan seperti itu? Kegatelan!" Setelah bicara, Sam meninggalkan Nay sendiri tanpa menunggu balasan dari Nay. Sam tidak bisa lebih lama melihat Nay yang menggoda, bisa-bisa dia kalah dengan egonya. Dia memilih tidur di ruang kerjanya.


Nay masih tidak menyerah, besok malamnya dia memakai kemeja Sam. Ya, hanya kemeja Sam yang dia pakai. Berjalan menuju ke ruang kerja untuk menggodanya sekali lagi. Dia pernah menggoda Sam saat dulu di maladewa dan berhasil, Nay juga pernah menggoda Sam di mobil saat Sam cemburu buta pada Ryawan. Dia yakin Sam tidak akan menolaknya kali ini.


Nay masuk ke dalam ruang kerja Sam, Sam tidak mengedipkan matanya selama lima detik saat melihat Nay terlihat sangat sexy. Kesadaran kembali, tidak mau dengan mudah memaafkan Nay. Dia ingin memberi pelajaran pada Nay bahwa dia tidak main-main, dia marah Nay membohongi nya. "Sedang apa kamu ke sini dengan pakaian seperti itu? Di luar suka ada pelayan mondar-mandir! Kamu mau memamerkan tubuhmu pada pelayan!"


Nay hanya memicingkan matanya, mengambil selimut yang berada di kursi panjang dan menyelimuti tubuhnya. Nay keluar dari ruang kerja Sam dengan membanting pintu kerja Sam. "Ada apa dengan nya? Biasanya selalu bisa kugoda! Apa dia sudah tidak mencintaiku?" gumam Nay.


Keesokan harinya, Sam masih cuek terhadap Nay. Nay sudah habis kesabaran. Kebetulan si kembar sedang di ajak berlibur oleh mertuanya. Nay ingin membuktikan bahwa Sam masih mencintainya. Nay pergi ke Mall, membeli baju yang di cari setelah itu mengirim pesan pada Sam.


Nay : Aku tidak pulang hari ini, aku ada acara reuni teman SMA di sekolah.


Sam melihat pesan Nay. Dia tau tidak ada acara reuni, temannya lebih banyak dari Nay, tidak mungkin dia tidak tau jika ada acara reuni. Sam membalas pesan Nay.


Sam : Jangan bohong padaku! Tidak ada acara reuni SMA.


Nay. : Aku akan reuni dengan teman yang peduli denganku. Mungkin tidak akan pulang hari ini, si kembar juga sedang tidak ada di rumah, akan aku jadikan hari ini sebagai me time.


Sam : Tidak boleh!


Nay : Aku akan tetap pergi.


Sam : Pergilah! Aku tidak butuh istri pembangkang!

__ADS_1


Nay : Aku juga tidak butuh suami yang tidak peduli istrinya!


Bersambung....


__ADS_2