
Walaupun sudah mendapat nasehat dari Bian, tetap saja Sam masih merasa cemas dan itu terbawa sampai ke rumah, dia pulang terlambat dan melewatkan makan malam bersama.
“Sam, kenapa pulang terlambat? Banyak pekerjaan kah?” Nay membawa tas kerja Sam.
“Iya,” memandang Nay ingin bertanya padanya namun diurungkan.
“Mau aku siapkan air hangat untuk mandi?”
“Boleh.”
“Tunggu sebentar, aku siapkan!”
Nay masuk ke kamar mandi dan mengisi Jacuzzi, Sam mulai membuka pakaiannya dan ikut masuk ke dalam kamar mandi. Saat dia akan keluar kamar mandi, Sam mendorongnya ke wastafel dan mulai menciumnya sebentar.
“Ada yang ingin kamu katakan?” tanya Sam.
“Tidak!”
Lalu Sam menciumnya lagi, dari lembut hingga kasar, sam menggigit bibir Nay seperti ingin memberitahu bahwa ini adalah hukuman.
“Auw , sakit!” jerit Nay mendorong tubuh Sam.
“Maaf, aku tidak tau itu sakit.”
Nay melihat ada yang aneh padanya, “Mandilah!”
“Kita mandi bersama yah?”
“Kamu kenapa? Sepertinya ada yang berbeda, kamu ada masalah?”
“Tidak!”
Sam menggiring Nay menuju jacuzzi, membuka pakaiannya dan mereka masuk kedalam jacuzzi bersama, selama proses itu, Nay hanya diam saja megikuti Sam.
Setelah merasa suasana tenang, Nay mulai membuka mulutnya, “Sam, katakan padaku kamu kenapa? Kamu yang bilang padaku bahwa aku bisa menyandarkan diriku padamu bukankah seharusnya kamu juga sama?”
Sam hanya memandang manik mata Nay, apa benar yang dikatakan Bian bahwa dia hanya terlalu khawatir, benarkah Nay tidak akan berpaling darinya.
Karena tidak ada jawaban dari Sam, dia mengecup bibir Sam.
Cup
“Katakan padaku!”
Sam membersihkan tenggorokannya “Hem… hem… aku …,” Sam tidak melanjutkan bicaranya.
“Katakanlah, aku akan mendengarkanmu.”
“Jangan pergi dariku!” ucap Sam.
“Ha … ha … ha… siapa yang mau pergi darimu? Kamu ini aneh, tiba-tiba seperti ini.”
“Walupun Ryawan telah kembali, jangan tinggalkan aku!”
__ADS_1
“Kamu tau dia telah kembali?”
“Uhm.”
“Maaf! aku belum bilang padamu bahwa hari ini aku bertemu dengannya, aku mau bilang padamu tapi kamu pulang telat, jadi aku pikir kamu sedang ada masalah di kantor. Tapi bagaimana kamu tau dia telah kembali? Aku kan belum bilang.”
“Aku ke kantormu, Rudi bilang kamu pergi dengannya!”
Nayu mengeryitkan dahinya, “Oh, aku mengerti, jadi kamu cemburu?”
“Uhm.”
“Kamu tidak percaya padaku?”
“Bukan tidak percaya padamu, tapi tidak percaya padanya!”
“Bukannya kamu sendiri yang akan membantuku terlepas dari rasa bersalah?”
“Ya, kamu benar, aku terlalu cemburu! Bagaimanapun kamu dulu sangat dekat dengannya.”
“Baiklah, case close! Kecemburuanmu tidak beralasan, kamu hanya meragukan diriku, seharusnya aku yang khawatir kamu meninggalkanku! Kamu mantan play boy, dan silsilahku juga tidak baik.”
“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu Nay, jangan pernah meragukan diriku!”
“Kalau begitu kamu juga jangan meragukan diriku!”
“Baik, kalau gitu aku ingin bertemu dengan Ryawan, kamu harus memperkenalkan diriku.”
“Memperkenalkan bahwa aku ini suamimu kalau perlu kamu bilang padanya hanya aku yang kamu cintai.”
“Baiklah, nanti aku atur temu dengannya tapi aku tidak janji akan bilang padanya bahwa aku hanya mencintaimu!”
“Kenapa begitu?”
“Ish, nanti malah aku di tertawakan, hubunganku dengannya bukan hubungan romantis!”
“Baik, baik, sekarang berbaliklah, aku gosok punggungmu!”
Nay berbalik untuk di gosok punggungnya oleh Sam, Sam mulai menggosok punggungnya dengan tangan bergerilya kedaerah lain, mereka menghabiskan cukup lama di dalam jacuzzi disertai dengan banyak adegan romantis.
***
Nay sudah bersiap berangkat ke kantornya, ibu mertuanya memanggilnya, “Nay!”
“Iya, Bu.”
“Sabtu ini kamu ada acara tidak?”
“Tidak ada, kenapa Bu?”
“Aku mau mengajakmu ke dokter, kalian kan sudah menikah lebih enam bulan, bagaimana kalau kamu promil!”
“Em…, nanti aku bicarakan dulu dengan Sam, bagaimanapun kami harus memutuskan bersama.”
__ADS_1
“Baiklah, tapi apa kalian selama ini menggunakan kontrasepsi?”
“Tidak, Bu.”
Retno tersenyum, “Ya sudah, kamu bicarakan dulu hal ini dengan Sam dan kalian juga jangan terlalu lelah bekerja yah!”
“Iya, Bu! Aku pergi kerja dulu ya.”
Sam sudah menunggu di dalam mobil, Nay masuk dan duduk kedalam mobil, dengan sigap Sam memasangkan sabuk pengaman untuknya.
“Kenapa lama sekali, bukannya hanya mengambil ponsel?”
“Tadi ngobrol dulu dengan Ibu.”
Sam mulai menjalankan mobilnya, “Apa yang diobrolkan pagi-pagi?”
“Ibu meminta aku ke dokter.”
Sam kaget dan mengerem mobilnya, “Kenapa? Kamu sakit?”
“Tidak, aku baik-baik saja, hanya saja Ibu minta aku ikut Promil.”
“Promil?”
“Iya, program hamil!”
“Oh, tidak usah ke dokter nanti kamu di kasih obat-obatan, lebih baik alami saja, intensitas kita saja yang di perbanyak kalau bisa sehari lima kali.”
“Ish… itu sih maunya kamu! Di ijinkan tidak aku periksa kesuburan?”
“Kalau itu maumu aku tidak akan melarang.”
“Kamu bersedia tidak jika aku hamil?”
“Tentu bersedia, walaupun aku sebenarnya ingin menghabiskan waktu berdua lebih lama sedikit!”
“Anak bukan penghalang kita bersama malah akan lebih mengikat kita lagi!”
Sam tau Nay sangat menyukai anak-anak, “Baiklah, bagaimana jika kita ke hotel saja untuk produksi anak, tidak usah ke kantor! Kita buat anak yang banyak saja.”
“Tidak bisa, aku banyak kerjaan, sudah jangan aneh-aneh fokus saja mengendara!”
Bersambung….
Mohon tinggalkan jejak untuk mendukung Otor Remahan ini, like love n vote..
Terima kasih 🙏🙏🙏
Salam Age Nairie...
Rekomendasi yang bagus untukmu, yuk kepoin....
__ADS_1