SAMUDRA NAYNA

SAMUDRA NAYNA
BAB 92


__ADS_3

Sam sengaja tidak menghubungi Nay karena ingin memberi kejutan. Dia menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang gelap di bawah pohon besar. Melihat wanitanya menunggu taxi, dia berencana mendekatinya. Belum menyalakan mobilnya, sudah ada sebuah mobil berhenti di samping Nay.


Sam hanya melihat interaksi mereka, mengambil ponselnya dan menelpon Nay.


"Hallo!" ucap Nay.


"Sayang aku masih ada jamuan, belum bisa menjemputmu!" ujar Sam, masih tetap menatap Nay dari dalam mobil.


"Iya tidak apa! Aku lagi nunggu taxi."


"Kamu sendirian?" tanya Sam.


"Iya."


"Benar?"


'Jujurlah, Nay!' batin Sam.


"Benar."


Sam menutup teleponnya dan menyalakan mesin mobil. Nay dan Ryawan melihat kearah Sam.


Nay melepas dan mengembalikan jas Ryawan. "Suamiku sudah menjemput. Aku pergi, ya. Terima kasih," ujar Nay kepada Ryawan. Dia langsung berlari menuju mobil Sam, membuka pintu dan masuk kedalam. Sam melajukan mobilnya meninggalkan kantor Nay.


"Kenapa tidak bilang, mau menjemput?" tanya Nay dan hanya kesunyian yang didapat Nay sebagai jawaban. "Sayang!" panggil Nay.


Sam masih tidak membuka mulutnya. Dia tidak ingin kata-kata kasar keluar dari mulutnya.


"Sayang, kenapa kamu diamkan aku? Ayo katakan sesuatu?" ucap Nay memelas. Sam hanya melirik sedikit pada Nay dan terus mengemudikan mobilnya. Tiba-tiba Nay menarik tuas mobil. "Apa yang kau lakukan?" ucap Sam. Sam Menghentikan mobilnya di tepi jalan.

__ADS_1


"Jangan diamkan aku?" Mohon Nay.


"Lalu aku harus apa? Memakimu?" Kesal Sam.


"Aku memang ada meeting dengan Ryawan, secara kebetulan juga dia melihatku di pinggir jalan sedang mencari taxi. Dia menemaniku selagi menunggu taxi datang." jelas Nay.


"Ha. Lalu kenapa harus berbohong?"


"Aku hanya tidak ingin timbul salah paham."


"Bukannya sekarang malah jadi salah paham? Mungkin sudah sifatmu terbiasa berbohong."


"Sam, aku janji tidak akan berbohong lagi padamu!"


"Bagaimana aku tau kamu menepati janji atau tidak, kalau berbohong sudah menjadi tabiatmu."


"Kenapa jadi marah seperti ini? Kamu bertemu Falista aku tidak semarah dirimu!" Bentak Nay.


Nay menatap tajam Sam, dia kesal dengan apa yang dikatakan oleh Sam, Sam selalu saja meragukan cintanya dan selalu berpikir cintanya lebih besar darinya. Nay menghampiri Sam, tangannya kesamping tubuh Sam, menarik sesuatu, kursi kemudi bergeser kebelakang. Nay langsung naik ke atas pangkuan Sam, dia melepaskan sabuk pengaman pada tubuh Sam. "Jangan pernah membandingkan cinta siapa yang lebih besar." Setelah itu Nay mencium bibir Sam.


Sam hanya diam atas apa yang di lakukan istrinya. Nay terus mencium Sam, turun ke jakunnya yang bergerak menahan sesuatu, Nay membuka kancing kemeja Sam dengan bibir yang masih aktif bekerja, memberikan tanda merah pada leher dan juga dada Sam.


Nay tersenyum, prianya masih mudah tergoda dengannya, Nay terus memimpin jalannya permainan. Sam hanya bisa menerima, dia sangat senang Nay yang memulainya. Sesuatu yang sangat jarang terjadi. Setelah selesai, Nay menempelkan dahinya pada dahi Sam. "Aku mencintaimu, jangan pernah meragukan cintaku!" Sam mendengar perkataan Nay, perkataan yang sama seperti yang pernah Sam ucapkan.


Sam merapikan pakaian Nay yang berantakan, "Jangan berbohong apapun padaku, sekalipun itu menyakitkan."


Nay hanya menjawab Sam dengan anggukan kecil, dia berhasil membuat suaminya reda akan kecemburuannya. Terkadang bercinta adalah cara yang efektif menyelesaikan masalah.


Mereka kembali ke rumah dengan perasan yang berbunga, satu hari ini mereka sudah memadu kasih dua kali, terlebih yang kedua, Nay lah yang berinisiatif, Sam berencana melakukan yang ketiga dimalam hari.

__ADS_1


Mereka bergandengan tangan masuk ke dalam rumah. Tepat berpapasan dengan Zima yang berjalan keluar rumah dengan wajah penuh amarah, belum sempat Nay menyapa, Zima sudah melewati mereka tanpa berucap apapun.


"Ada apa dengan Kak Zima?" tanya Nay.


"Tidak tau," jawab Sam.


Retno berlari kearah mereka, "Cepat, kejar Zima! Ibu takut terjadi sesuatu!" ucap Retno pada Sam.


"Apa yang terjadi, Bu?" tanya Sam.


"Ibu tidak tau, tadi dia dan ayah ada di ruang baca. Aku mendengar keributan setelah itu Zima keluar dengan kemarahan."


"Aku akan mengejarnya." Sam pergi meninggalkan Nay dan Retno untuk mencari Zima.


"Sebenarnya apa yang terjadi, Bu?"


"Zima tadi pulang langsung menemui ayahnya, aku pikir mereka sedang membicarakan pekerjaan jadi aku membawakan cemilan, tapi ruang buku terkunci dari dalam. Setelah itu terjadi keributan."


"Ibu tidak bertanya pada ayah?"


"Tunggu amarahnya reda, baru Ibu akan bertanya. Jika sekarang bertanya tidak mungkin dijawab."


"Semoga tidak terjadi apa-apa!" Nay pamit meninggalkan mertuanya, dia naik ke lantai dua, dia berencana menghubungi Nima.


Bersambung...


Jangan lupa like love vote n komentarnya 🙏


Terima kasih masih setia dengan kisah Samudra Nayna 🙏

__ADS_1


Salam Age Nairie 🥰🥰🥰


__ADS_2