SAMUDRA NAYNA

SAMUDRA NAYNA
BAB 87


__ADS_3

Sam dan Viktor menuju tempat dimana Nay di culik, Viktor membawa banyak anggota Mafianya.


"Siapa yang menculik istriku?" tanya Sam masih di dalam mobil.


"Musuhku, akhir-akhir ini kami memang sedang terlibat pertikaian. Maaf kan aku, karena aku istrimu jadi terlibat," ucap Viktor.


"Tapi kenapa menculik istriku? aku bahkan tidak pernah menyinggung siapapun."


"Kurasa mereka salah tangkap! Mereka ingin menangkap Debora. Tapi, malah istrimu yang di culik! Aku selalu menyembunyikan Debora di mansion agar musuh-musuh ku tidak ada yang tau keberadaan nya. Tapi, Debora malah ingin bunuh diri, jadi dia selalu kubawa kemana-mana."


Sam diam mendengar penjelasan Viktor, sepertinya dia tau alasan mengapa Viktor selalu memperlakukan Debora sangat buruk di depan umum, dia hanya ingin melindungi Debora. Begitu pula dengan Debora yang duduk di bangku belakang, dia mendengar kan semua perkataan Viktor.


'Apa dia menyukaiku?' batin Debora.


Mereka sampai di tempat tujuan, Viktor membawa pasukannya, beberapa mobil menerobos masuk ke dalam mansion musuh.


"Apa kau bisa pakai ini?" ucap Viktor sambil menyerahkan pistol pada Sam.


"Aku pernah ikut latihan tembak, menembak di papan sasaran," ucap Sam dengan senyum kaku.


"Gunakan jika memang harus memerlukan!" ujar Viktor.


Sam menerima pistol yang di berikan Viktor, apapun akan dia lakukan untuk menyelamatkan Nay.


Sampailah mereka di lokasi, mereka menerobos masuk ke dalam tanpa aba-aba. Jarak dari pintu gerbang ke mansion cukup jauh. Viktor dan Sam turun dari mobil. Debora di tinggal di dalam mobil dengan beberapa pengawal Viktor. Mulai terjadi perkelahian, suara tembakan mulai terdengar. Sam mulai melihat pertumpahan darah. Ini adalah hal pertama kali ia alami, mereka terus saling berkelahi.


Hingga, sampai dekat dengan rumah tersebut, Sam melihat ke bagian lantai dua, dia melihat seorang wanita bergaun hitam berdiri di atas balkon. Dalam sekali lihat dia tau, bahwa itu Nay. Sam melihat Nay berdebat dengan seseorang, dia tidak mendengar perdebatan mereka. Sam berlari menuju taman yang berada di bawah balkon.


'Oh, tidak! jangan lakukan itu Nay!' batin Sam yang masih berlari saat melihat Nay akan meloncat dengan mata tertutup.


"Nay!" teriak Sam. Namun, terlambat, Nay tidak mendengar Sam. Nay melompat dari lantai dua.

__ADS_1


Brukk


Sam menangkap Nay, mereka berdua jatuh ke tanah dengan Nay berada di atas Sam. Justin melihat Nay dan Sam berada di bawah. Dia tau, saat ini kelompoknya di serang, Justin segera bergegas meninggalkan tempat itu.


"Apa aku sudah mati?" tanya Nay.


"Aku yang hampir mati!" ucap Sam dengan menahan sakit.


"Sam, kau kah itu?"


"Menurutmu?"


Nay bangkit dari tubuh Sam, "Auw," jerit Nay.


"Kenapa? Apa yang sakit?" tanya Sam pada Nay, punggung Sam juga sakit tapi setelah mendengar jerit kesakitan Nay, dia seperti tidak merasakan sakit pada tubuhnya.


"Kakiku Sam, tidak bisa ku gerakan!" ujar Nay.


"Bagaimana denganmu?" tanya Sam.


"Aku akan membereskan semua ini, pergilah, bawa Debora bersama kalian." tegas Viktor.


Sam dan Nay pergi menuju mobil dengan beberapa anak buah Viktor yang melindungi mereka, dalam perjalanan ke pintu depan, suara tembakan masih terdengar jelas, banyak pula tubuh yang bergeletak dengan darah yang membasahi tubuhnya.


Sam menyerengitkan dahinya melihat semua itu, nyawa manusia bagai tidak ada artinya. Sesuatu yang baginya sebuah hal yang sangat mengerikan. Berbeda dengan Nay, yang hanya menatap datar pada setiap nyawa yang tergeletak dengan darah yang berlumuran.


Mereka sampai di mobil, Sam menurunkan gendongannya, memasukan Nay ke dalam mobil bagian belakang, dan dia sendiri masuk ke bagian depan, ada Debora di dalam kursi belakang, Nay melihat Debora yang sedang duduk.


"Kau!" ucap Nay.


"Hai!" ucap Debora.

__ADS_1


Sopir yang merupakan pengawal Viktor menjalankan mesin, "Bagaimana dengan Viktor?" tanya Sam pada sopir.


"Aku yakin dia baik-baik saja! Dia akan pulang dengan selamat." Debora menjawab pertanyaan Sam sebelum sopir berkata.


Mereka meninggalkan tempat itu, Sam meminta untuk pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh pada Nay, beruntung kaki Nay hanya terkilir.


Setelah dari rumah sakit, mereka tidak di antar ke hotel tempat menginap Sam dan Nay, melainkan ke mansion Viktor.


Tiga jam setelah sampai di mansion, Viktor pun tiba, mereka sedang berkumpul di ruang tamu.


"Maaf jika karena aku, kalian jadi terlibat!" ucap Vitor meminta maaf.


Sam baru ingin menjawab tidak apa-apa. Namun, sudah di dahului oleh Nay.


"Tidak masalah, untung aku yang di tangkap. Mungkin jika Debora yang di tangkap, dia sudah menghilangkan nyawa Debora." jelas Nay.


"Ha, kamu percaya diri sekali!" ejek Viktor.


"Tentu saja, Justin tidak mungkin membunuhku karena dia mencintaiku! Kau harus berterima kasih padaku. Karena aku, Debora selamat!" ucap Nay untuk membuat Viktor kesal dan merasa bersalah.


"Jadi Justin, dalang semua ini?" ujar Sam menatap tajam Nay.


Bersambung....


Jangan lupa like, love, vote... otor tunggu saran dan kritik nya juga 😊


Terima kasih masih setia dengan kisah Samudra Nayna 🙏🙏🙏


Salam Age Nairie 🥰🥰🥰


Rekomendasi novel yang bisa kalian baca selagi menunggu up kisah Sam dan Nay bisa baca novel karya otor kece Momy Ida dengan judul Cinta yang hilang 😊

__ADS_1



__ADS_2