
Sunyi, hanya ada suara tarikan nafas dua insan di dalam apartemen yang menjadi saksi bisu atas pertengkaran mereka. Tidak ada yang memulai pembicaraan, hanya terus saling menatap hingga akhirnya Sam mencium lembut kening Nay begitu lama, melepaskan kecupannya dan berkata, “Aku mencintaimu!”
Nay hanya bisa menatapnya tanpa menjawab dua kata yang diucapkan Sam. Sam mengahapus air mata yang membasahi pipi Nay, mulai mencium bibirnya, beralih mencium hidung mungilnya, mencium bulu matanya yang masih ada sisa air mata, bibirnya mengarah ketelinganya dan berkata, “Hati ini milikmu, mengikat hati kita agar tidak ada orang lain yang melepasnya, maka janganlah kamu lepas ikatan itu, jika kamu melepasnya, lebih baik aku menghilang dari dunia ini selamanya.”
Nay diam sejenak mencoba mencerna perkataan dari Sam, dia benar mereka masih di tahap awal pernikahan, dia yakin dirinya sangat mencintai Sam, begitu pula dengan Sam, hanya saja mereka masih belum dapat mengontrol emosi mereka masing-masing.
“Jika tidak ingin aku melepasnya, maka kamu juga harus menjaganya agar ikatan itu lebih kuat. Jika ikatan itu kuat maka kita tidak akan ada yang menghilang.”
Sam terdiam karena ucapan Nay, menelisik wajah wanita didepannya seolah ingin melihat apakah dia salah mendengar, dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia tidak salah dengar, Nay memintanya untuk menjaga ikatan hati mereka. Apakah artinya Nay memberikan kesempatan untuknya?
Di tengah diamnya Sam, Nay mengecup bibirnya sekilas, dia tersenyum, wanitanya memberikan kesempatan untuknya. “Aku tau aku bukanlah pria yang sempurna, aku menjadi gila jika kamu dekat dengan pria lain, bahkan aku sempat berpikir apakah ini cinta ataukah hanya obsesi? Aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu Nay.”
Nay mengangkat tangannya dan mengalungkan lengannya di leher Sam, mereka berpelukan seolah mereka telah berpisah dua windu lamanya.
***
Setelah lelah menangis, mereka memilih duduk santai di balkon apartemen menikmati keindahan kota di tengah malam dengan disuguhi segelas cokelat panas.
“Nay, bagaimana kalau kita berlibur?”
“Berlibur?”
“Uhm, kita nikmati masa kita berdua tanpa ada yang mengganggu.”
__ADS_1
“Boleh, mau kemana?” tanya Nay.
“Kamu mau ke Eropa atau Amerika?”
“Tidak usah jauh-jauh dulu, aku masih banyak pekerjaan. Bagaimana jika di dalam negeri saja?”
“Mau kemana?”
Nay mengambil ponselnya dan berkata, “Sebentar aku searching dulu.” Dia mulai membuka layar ponselnya, membuka salah satu aplikasi seacrh engine dan mulai penelusurannya mencari tempat wisata yang indah di dalam negeri. “Kita mau tempat seperti apa? laut atau pegunungan? Di sini ada negeri dia atas awan di daerah Bandung, bisa juga ke Kepulauan Seribu, ada pulau yang sepi dan indah disana.”
“Lebih baik ke perairan saja, kamu kan suka laut, kita bisa diving atau snorkeling. Kita ke Bali saja gimana?” usul Sam.
“Kenapa ke Bali? bukannya kamu pernah bilang kalau suka air di Pulau Seribu juga banyak.” Tiba-tiba Nay mengingat awal mereka sebelum ke Maldives, Sam mengusulkan ke Pulau Seribu.
“Tentu saja aku ingat, aku ingat semua perkataanmu padaku!”
“Ternyata benar kata orang yah, wanita itu mudah memaafkan tapi sulit melupakan.”
“Entahlah, sepertinya perkataanmu benar, buktinya ada di depan matamu.”
“Kalau begitu, mulai sekarang aku akan hanya mengucapkan perkataan yang baik untukmu, kalau sampai aku melanggar aku akan mengelilingi kota berjalan kaki sambil menggendongmu.”
“Baiklah, diterima, aku akan mengingat itu! Jika kamu melanggar aku akan menagihnya!” ucap Nay menatap tajam pada Sam.
__ADS_1
“Oke, deal! Jadi kita mau kemana?”
“Jepang! Disana musim salju, aku pernah nonton drama korea, diceritakan mereka pergi ke Jepang untuk melihat salju berlian, katanya bagi pasangan yang melihat salju berlian cintanya akan abadi.”
“Ish, tadi bilang di dalam negeri saja, aku menawarkan ke Amerika atau Eropa kamu menolak. Sekarang malah minta ke Jepang!”
“Maunya sih ke Jepang, ingin membuktikan bahwa salju berlian itu ada atau tidak!”
“Ternyata kamu masih percaya dongeng yah, mana ada salju berlian. Tapi tak apa jika mau ke Jepang, tapi jangan kecewa jika tidak menemukan salju berlian disana.”
“Tapi kita kepulau dulu saja yah, kan hanya membutuhkan waktu dua hari, pergi sabtu pulang minggu jadi tidak terlalu lama. Kita ke Jepangnya nunggu waktu sedikit longgar saja.”
“Baiklah, aku akan ikut saja kemana kamu pergi.”
Bersambung...
Jangan lupa Like n tap ❤️
mohon maaf jika ada kesalahan menulis 🙏
terima kasih masih setia dengan Samudra Nayna 🙏
Salam Age Nairie 🥰🥰🥰
__ADS_1