
Sam menghampiri Nay, "Tidak tau kemana perginya Debora?"
Nay hanya menggelengkan kepalanya. Sam mencium kening Nay, "Kamu pulang dulu ke hotel, aku akan membantu Viktor mencari Debora! Kita bicara setelah aku kembali." setelah itu pergi meninggalkan Nay sendiri di toilet. Bagaimanapun Nay adalah istrinya, walaupun tau Nay melakukan kesalahan dia tidak tega untuk memarahinya.
Sam menghampiri Viktor, "Maafkan istriku," ucap Sam sungguh-sungguh.
"Sudahlah!" ucap Viktor lalu beralih pada asistennya, "Tutup penerbangan sore ini!"
"Baik, tuan," jawab Morgan, asisten Viktor.
Mereka pergi mencari Debora dengan membawa hampir semua anggota.
Nay, pergi meninggalkan acara, dia keluar untuk menunggu taxi, belum sempat taxi datang, sudah ada sebuah mobil hitam berhenti di depannya. Keluarlah dua orang laki-laki dan menarik Nay masuk ke dalam mobil, hingga tas yang di pakainya terjatuh.
"Kalian siapa?" tanya Nay yang sudah berada di dalam mobil.
"Kamu akan tau saat sampai!" jawab seorang lelaki yang duduk di bangku penumpang depan.
"Kalian penculik? Dengar, suamiku adalah salah satu orang terkaya, begitupun dengan diriku! Jika kalian butuh uang, aku akan memberikan pada kalian dua kali lipat!" ujar Nay panjang lebar.
"Kamu hanya seorang jalaangnya mengaku-ngaku istrinya!" ejek salah satu pencuri.
"Sepertinya disini ada kesalahpahaman, aku memang istrinya!" tegas Nay.
"Sudah, diamlah! atau kami akan membiusmu!"
"Baik, aku akan diam." Nay tidak akan menyulut kemarahan para penculik lagi.
Nay hanya diam sepanjang perjalanan. Dia menuruti apa yang di minta si penculik. Tibalah di sebuah rumah berlantai dua. Rumah yang cukup mewah, mereka turun dari mobil, Nay mengikuti hingga masuk ke dalam rumah, dia di masukan ke dalam sebuah kamar di lantai dua, kamar bernuansa putih, ada jendela di kamar itu. Setelah memasukan Nay kedalam kamar, para penculik keluar dari kamar tersebut, Nay menghentikan mereka.
"Beri tahu aku, siapa yang memerintah kalian?" ucap Nay.
"Nanti, kamu akan tau!"
__ADS_1
"Aku akan membayar kalian dua kali lipat dari yang dia bayar!" Nay mencoba untuk bernegosiasi sekali lagi.
"Ini bukan hanya tentang uang, tapi tentang kesetiaan!"
'Kenapa wanita ini masih bisa tenang! bahkan tidak ada rasa takut di wajahnya.' batin sang penculik.
"Baiklah, setidaknya berikan aku air dan makanan!"
"Kamu ini sedang di culik bukan sedang berlibur!" bentak si penculik.
"Tapi, setidaknya aku harus dalam keadaan baik-baik saja sebelum bertemu dengan bos kalian! Hanya bos kalian bukan, yang boleh menyentuhku!" ucap Nay tegas, dia bukan wanita yang bisa di tindas, tidak ada rasa takut pada dirinya.
Si penculik melihat Nay dengan tatapan kesal, lalu meninggalkan Nay sendiri, Sebelum pintu tertutup, Nay masih sempat berkata, "Jangan lupa bawakan aku makanan, tapi jangan yang berminyak!"
Dalam benak Nay, bagaimanapun dia harus menjaga pola makannya dan minum obat tepat waktu agar cepat hamil. Dia sangat antusias dengan pengobatannya. Maka, itu menjadi prioritasnya saat ini.
Salah satu penculik bernama, Roki memerintah kepada bawahannya, "Bawakan makanan dan minuman untuk wanita itu!"
"Dia kira, dia bosnya!" gumam Roki.
Sam dan Viktor berhasil menemukan Debora, di daerah perbatasan, "Sudah kubilang kau tidak akan bisa kabur dariku!" ucap Viktor dengan menarik lengan Debora.
"Lepaskan aku brengsek! aku bukan jalaangmu! Jika tidak mau melepaskanku maka bunuhlah aku!" ucap Debora dengan tatapan tajam.
"Itu tidak akan pernah terjadi!" Viktor menarik tengkuk Debora dan menciumnya paksa di depan umum. "Kau akan selalu ada di sampingku!" ucap Viktor dan membawanya pergi.
Sam pamit untuk kembali, dia berpisah dengan Viktor, melajukan mobilnya menuju hotel. Di tengah perjalanan dia menghubungi Nay. Namun, tidak ada yang mengangkat. Sam mempercepat laju mobilnya menuju hotel, sesampainya di hotel dia tidak menemukan Nay. Perasaannya menjadi tidak tenang.
Menghubungi Viktor untuk meminta bantuan, "Sekarang istriku yang hilang!" ucap Sam dengan ponsel di telinganya.
"Baik, aku akan membantumu!" ujar Viktor. Walaupun dia membenci Nay, tetap saja dia punya hutang budi terhadap Sam.
Mereka kembali ke tempat peresmian dan mulai dari pengecekan CCTV dan menemukan fakta Nay di culik sekelompok orang.
__ADS_1
"Aku tidak mempunyai musuh, bagaimana mungkin ada yang menculik istriku?" gumam Sam.
"Ayo kita bergegas, sepertinya aku tau siapa pelakunya!" ucap Viktor, lalu menatap Morgan, "Cari lokasi persembunyian Klan Black Tiger! siapkan anggota!"
"Baik, Tuan!"
Sam hanya mendengar apa yang mereka bicarakan, hatinya resah!
Nay masih menunggu di dalam kamar, dia berpikir kenapa dirinya di tangkap? para penculik ini pasti salah tangkap! Masih banyak pertanyaan dalam benaknya, pintu terbuka. Masuklah, seseorang dengan membawa makanan dan minuman. Meletakan di atas meja.
Nay melihat makanan di atas meja, mengambilnya sedikit dan di letakan di atas piring kecil. "Kamu makan ini! Aku harus memastikan tidak ada racun di makanan tersebut " perintah Nay pada orang yang mengantar makanan.
Penculik tersebut jengah, dengan terpaksa dia memakan makanan yang di berikan Nay.
Setelah memastikan makanannya aman, Nay mengusir orang tersebut, "Pergilah, aku mau menghabiskan makananku dulu!"
"Kalau bukan karena Bos meminta untuk tidak menyakitinya, sudah kuhabisi wanita ini!" gumam penculik tersebut saat sudah keluar dari kamar Nay.
Nay menghabiskan makanannya, tidak lupa juga untuk meminum obatnya yang ada di saku dress-nya. Setelah beberapa saat pintu terbuka, Nay terkejut dengan orang yang datang. "Kau!"
Orang itu pun terkejut melihat Nay, "Nayna?"
Bersambung.....
Mohon maaf jika ada kesalahan ataupun alur yang tidak sesuai dengan keinginan reader. Otor hanya membuat sesuai dengan konsep yang memang sudah otor buat. Karena dari awal sampai akhir sudah otor buat kerangka ceritanya 😊
Terimakasih masih masih setia dengan Samudra Nayna yang tinggal beberapa case lagi kisah Samudra Nayna akan berakhir 🙏
Jangan lupa like n komentarnya yah 😊
Salam Age Nairie 🥰🥰🥰🥰
Selagi menunggu up dari Samudra Nayna bisa baca juga novel kece otor Crazy Girls ini ya guys 👇
__ADS_1