
Saat Nay pulang, dia sudah melewatkan jam makan malam, Sam sudah menunggunya di dalam kamar mondar mandir didepan jendela dengan gelisah, dia tidak sabar untuk mendengar cerita istrinya.
“Sayang aku pulang,” ucap Nay saat memasuki kamar.
Sam terkejut dengan panggilan sayang dari Nay. “Kamu tadi bilang apa?” dia lupa akan kegelisahannya tadi.
“Aku pulang,” jawab Nay.
“Kata sebelumnya?”
“Apa?”
“Sebelum aku pulang!”
“Oh, sayang aku pulang,” ucap Nay manja.
“Ais….” Sam langsung menarik Nay mendekat dan mulai menciumnya dan dia hanya bisa pasrah menerima tindakan Sam tersebut.
Nay sengaja bersikap manja untuk mengurangi kegelisahan Sam, dia sadar saat Sam memutuskan sambungan telepon ada rasa tidak suka saat dia bertemu dengan Ryawan.
Setelah ciuman manis itu, Nay mulai bicara, “Sam, ayo kita bicara, aku mau cerita!”
“Kita duduk di sofa.”
“Hari ini aku menjenguk ibunya Ryawan, jadi aku bertemu dengannya di rumah sakit. Aku ngobrol sebentar dengannya, bertanya apa yang dialaminya selama di keluarkan dari sekolah.”
Sam hanya menyimak apa yang dikatakan oleh Nay, dia mencoba untuk tidak berprasangka buruk, “Lalu apalagi?”
“Dia di Jerman selama ini, Kakek Adam yang memberinya modal dan merekomendasikan dokter di Jerman, hingga akhirnya dia sukses seperti sekarang.”
“Kenapa kakek Adam memberinya modal?”
__ADS_1
“Kakek tau tentang penyakit claustrophobia-ku, dia juga tau tentang Ryawan yang menolongku, jadi memberikan sejumlah uang untuknya.”
“Lalu kapan kamu akan mempertemukanku dengannya?”
“Aku sudah bilang padanya dan dia setuju, tinggal kamu tentukan saja waktunya, dia juga sudah tau bahwa kita menikah.”
“Bagaimana responnya?”
“Biasa aja! Kan aku sudah bilang, aku dengan dia murni hanya ada hubungan persahabatan saja, kamu saja yang terlalu cemburu!”
“Jadi kapan aku bertemu dengannya?”
“Terserah kamu saja, dia hanya menunggu kamu bisanya kapan!”
“Kalau begitu besok saja.”
“Baiklah aku akan telepon dia, kita bertemu bersama.”
“Tapi kamu jangan aneh-aneh yah?”
“Aku hanya ingin berterima kasih padanya, dan hanya akan mengajukan beberapa pertanyaan padanya.”
“Mau tanya apa?”
“Pertanyaan antar pria, kamu tidak perlu tau.”
“Terserah kamu saja.”
Satu hari lewat begitu cepat, hari pertemuan Sam dan Ryawan di club gold house pun berlangsung. Mereka berdua saling berhadapan, Sam bertanya, “Mau minum apa?”
“Teh dingin.”
__ADS_1
Sam berkata pada waiters, “dua cangkir teh dingin.”
“Katakanlah apa yang ingin kamu bicarakan?” tanya Ryawan.
“Aku sudah mengetahui semua tentangmu dari Nay, dan aku ingin berterima kasih padamu karena saat masih di SMA kamu telah banyak menolongnya.”
“Kamu tidak perlu berterima kasih padaku! Aku melakukan semua ini untuknya bukan untuk dirimu.”
“Seseorang yang begitu tulus menolong seseorang dengan mengorbankan dirinya sendiri, apakah dilakukan hanya sebatas persahabatan atau mungkin ada perasaan lain? Apakah ada hubungan antara pria dan wanita yang benar-benar murni persahabatan?"
“Persahabatan atau tidak, tidak perlu kamu yang mengurusnya!”
“Tapi aku suaminya sekarang! Jadi aku harus memastikan tidak ada orang lain yang masuk dalam rumah tangga kami!”
“Jadi maksudmu, kamu khawatir dengan keberadaan diriku didekat Nayna?”
Sam mana mungkin mengakui bahwa memang dia khawatir dengan keberadaan Ryawan namun dia tidak akan menunjukkannya. “Aku tidak pernah khawatir dengan keberadaanmu, tapi aku tidak akan diam jika ada maksud lain darimu terhadap istriku!”
Ryawan hanya terdiam dengan apa yang Sam lontarkan. Sam berdiri, dengan penuh makna melihatnya sejenak, lalu pergi meninggalkan Ryawan.
Bersambung....
Terima kasih masih setia dengan Samudra Nayna 🙏🙏🙏
mohon tinggalkan jejak ya kak, like, vote, love dan komentarnya...
Salam Age Nairie 🥰🥰🥰
Rekomendasi novel oke nih kak .
__ADS_1