SAMUDRA NAYNA

SAMUDRA NAYNA
BAB 80 Berobat ke Amerika


__ADS_3

Mereka tiba di Hotel yang sudah di pesan Sam, dia memesan Hotel yang cukup mewah, berencana untuk sekalian Honeymoon yang kesekian kali. Meminta pihak hotel menyiapkan kamar layaknya pengantin baru. Kelopak bunga mawar putih berbentuk hati yang menghiasi ranjang, lilin-lilin menghiasi kamar, ada ranting-ranting kering menghiasi kepala ranjang dan masih ada dekorasi lain yang sangat indah.


“Bagaimana kamarnya?” tanya Sam setelah memasuki kamar.


“Bagus,” jawab Nay datar, matanya mengedar ke sekeliling, tidak ada rasa terkejut saat melihat situasi kamar. Sam sudah sering membuat suasana seperti ini, bahkan dimulai sejak dimalam pernikahan mereka.


“Kenapa datar sekali jawabnya? tidak terkejutkah?”


Nay tidak menjawab pertanyaan Sam, melihat wajah Sam yang kecewa, dia menarik lengan Sam, “Ayo kita keluar!”


“Kenapa keluar? Kamu tidak suka kamarnya? Mau ganti kamar kah?” tanya Sam bingung.


“Sudah keluar dulu.”


Sam bingung apa yang dilakukan oleh Nay, mereka keluar dari kamar, Nay menutup pintunya, hanya dalam tiga detik meminta Sam membuka pintunya kembali.


“Ayo, cepat buka pintunya,” ucap Nay.


“Baru keluar, sudah masuk lagi!” gerutu Sam. Namun, dia tetap mematuhi perkataan Nay, membuka kembali pintu kamar. Nay menggeser Sam kesamping agar dia bisa mendahului Sam. Nay sedikit berlari mendekati ranjang.


“Wah, indah sekali kamarnya,” ucap Nay menutup mulutnya seakan terkejut, berjalan mengelilingi ranjang, “kamu memang yang terbaik, Sam! benar-benar cinta sejatiku! Muach, muach, muach!” ucap Nay dengan ekspresi senang dan mengakhiri kalimatnya dengan gerakan kiss bye di sertai mengerucutkan bibirnya.


Sam menatap Nay tanpa ekspresi, setelah itu berjalan menuju kamar mandi.


“Sam, kamu mau kemana?” teriak Nay.


“Mau muntah!”


“Sejak kapan kamu mabuk kendaraan?”


“Bukan mabuk kendaraan, melihat tingkahmu, aku mau mutah!”


“Apa? kamu sendiri yang bilang, aku terkejut atau tidak! aku kan, hanya tidak ingin mengecewakanmu!”


“Tapi, tidak perlu dibuat-buat seperti itu, benar-benar menjijikan!”


“Jadi, aku menjijikan?”


“Bukan kamu, tapi tingkahmu yang tadi!”


“Sama saja! ini namanya kamu muak denganku!” kesal Nay.


“Tidak seperti itu, Tweety!” ucap Sam menarik rambutnya ke belakang.


“Sekarang kamu panggil aku Tweety?”


“Iya, dasar cerewet, burung tweety.”


“Dasar Play Boy cap Kecoa!”

__ADS_1


“Apa kamu bilang?”


“Play boy cap kecoa, The devil, sok kegantengan!” maki Nay


Sam habis kesabaran, dia menghampiri Nay dan menggendongnya seperti mengangkat beras, dan memutarnya.


“Sam, hentikan!!!” jerit Nay.


“Katakan maaf dulu, baru aku lepaskan!”


“Tidak mau, cepat hentikan!”


“Cepat katakan maaf!” Sam, memutarnya kembali.


“Maaf!” jerit Nay.


Sam menurunkan Nay di atas kasur, rambutnya sudah berantakan, terkapar lemas di ranjang dan hanya bisa menatap langit-langit kamar. Sam menghampirinya, mendekatkan wajahnya ke depan wajah Nay. Mereka saling tatap, sedetik kemudian mereka tertawa.


“Hahaha, sudah lama sekali kita tidak bertengkar seperti ini,” ucap Sam.


“Terakhir kali kamu memutarku, di malam pernikahan kita, ingat tidak?”


“Tentu saja ingat! Kamu menggigit punggungku!”


“Itu karena kamu menyebalkan, menyuruhku tidur di kamar mandi!”


“Pasti sakit ya, menahannya?” ejek Nay dengan menyinggungkan senyumnya.


“Tentu, sangat tersiksa. Karena itu, sekarang aku tidak akan menahannya!” Sam mendekatkan bibirnya untuk menciumnya. Namun, gerakannya terhenti karena dering ponsel.


“Angkat dulu,” ucap Nay.


Dengan enggan, Sam mengambil ponselnya dan menjawab teleponnya. Nay hanya mendengar Sam berkata, iya, iya.


“Siapa yang telepon? “ tanya Nay.


“Ibu, dia bilang sudah atur jadwal pemeriksaanmu besok.”


“Jadi benar, dokternya adalah teman ibu?”


“Iya, teman SMP atau SMA, entahlah aku lupa.”


***


Keesok paginya, mereka pergi ke rumah sakit yang sudah di rekomendasikan , bertemu dengan dokter Clara.


“Siang, Tante,” sapa Sam.


“Samudra, sudah lama sekali tidak bertemu.” Clara memeluk tubuh Sam, melihat kebelakangnya ada wanita cantik bersamanya.

__ADS_1


“Ini pasti, Nayna?”


“Iya, Tante.”


“Cantik sekali, Sam tidak salah memilih istri. Ayo kita melakukan pemeriksaan.”


Nay melakukan berbagai pemeriksaan dan prosedur. Tidak perlu menunggu lama untuk hasilnya keluar.


Clara membacakan hasil pemeriksaan, “Kamu cukup minum obat secara teratur dan jaga pola hidup. Ini aku resepkan obat, nanti tinggal ambil di apotik,” ucap Clara mengetikan resep obat di komputernya.


“Jadi aku masih ada kemungkinan hamil?” tanya Nay.


“Kemungkinan itu pasti ada. Tapi, semua itu tetap Tuhan yang menentukan,” ujar Clara.


Nay tersenyum mendengar perkataan dokter Clara, begitupun dengan Sam.


“Jadi hanya perlu meminum obat rutin? Selain itu, ada yang harus aku lakukan, tidak?” tanya Sam.


“Cukup menanam benih saja yang teratur!” ujar Clara tersenyum, mengerti apa yang di maksud oleh Sam.


“Sehari berapa kali? Apa ada gaya yang di anjurkan?” tanya Sam serius.


Nay melirik Sam disampingnya, mencubit pinggang Sam.


“Auw, kenapa mencubitku?” tanya Sam.


“Ada semut tadi,” jawab Nay.


Clara hanya tersenyum melihat interaksi mereka, “Tidak ada gaya khusus, suka-suka kamu aja.”


“Baik, Tante. Kami permisi dulu, sekalian ambil obat,” ujar Sam.


“Jangan pergi dulu, aku masih kangen denganmu! ingin tau juga bagaimana kabar Retno sekarang?”


“Aku saja yang ambil obat, kamu di sini saja,” ucap Nay.


“Tidak apa sendiri?” tanya Sam.


“Tidak apa, aku bisa sendiri.” Nay pergi meninggalkan ruangan dokter.


Setelah kepergiannya, Clara menatap Sam serius, “Ada yang ingin Tante omongin sama kamu!”


Bersambung.....


Terimakasih masih setia dengan Samudra Nayna 🙏🙏🙏


Mohon dukungannya dengan cara like,love,vote n komennya 😊😊😊


Salam Age Nairie 🥰🥰😘

__ADS_1


__ADS_2