SAMUDRA NAYNA

SAMUDRA NAYNA
BAB 61 Tiga Jam Menunggu


__ADS_3

Nay tiba di tempat mereka janjikan, dia terkejut dengan semua dekorasi yang ada di dalam restoran, mawar putih disetiap sisi dan juga lilin putih bersinar dengan indahnya. Terlebih di dalam restoran tidak ada pengunjung lain, artinya Sam menyewa seluruh restoran. Dia sangat bersyukur memiliki suami seperti Sam yang mencintainya selama ini, dia memuji Sam di dalam hatinya. Namun, pujian itu menjadi makian setelah menunggu selama tiga jam tanpa ada kabar dari Sam.


Kemana kamu devil? kenapa mempermainkanku!


Nay mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Sam namun tidak terhubung, dia beralih menghubungi Bian.


“Hallo, Bian.”


“Ada apa Nayna?”


“Apa Sam bersamamu?”


“Tidak, dia sudah pulang duluan.”


“Lalu dia kemana? Apa ada jamuan?”


“Tidak ada, hari ini tidak ada meeting atau jamuan apapun.”


“Dia tidak bilang padamu kemana dia pergi?”


“Tidak bilang apa-apa.”


“Baiklah, terima kasih.”


Nay mencoba menghubungi Sam lagi tapi tetap tidak terhubung. Dengan rasa malu dia memilih meninggalkan restoran, ada rasa jengkel dan juga rasa khawatir, dia kesal Sam belum datang tapi juga khawatir jika terjadi sesuatu pada Sam.


Saat dia berjalan untuk menunggu taxi, ada sebuah mobil asing berhenti tepat didepannya. Ryawan keluar dari mobil dan berjalan mendekati Nay.


“Nay, sedang apa dijalan?”


“Sedang menunggu taxi, aku tidak bawa mobil.”


“Naiklah, akan aku antar.”


Nay masuk kedalam mobil Ryawan, “Terima kasih tumpangannya.”


“Tidak perlu terima kasih diantara kita, mau ku antar kemana?”


“Apartemen Le Cloud The Bay.”


“Baik, kamu habis dari mana?” tanya Ryawan dan memulai mengendarai mobilnya.


“Dari restoran tadi.”


“Oh, habis makan malam.”


“Belum, tidak jadi!”


“Sudah di restoran kenapa tidak jadi makan?”


“Orang yang kutunggu tidak datang!” kesal Nay.

__ADS_1


“Sam?”


Nay menoleh pada Ryawan, “Ya.”


“Kalau begitu kita makan dulu gimana? Aku juga belum makan.”


Nay berpikir sejenak, “Boleh.”


“Kita makan Bakso langganan kita saja bagaimana?”


“Boleh, boleh, sudah lama tidak makan itu.”


***


Sam tiba di restoran, dia lupa menghubungi Nay, saat dia ingin menghubungi, ponselnya habis baterai.


“Apa wanita yang kutunggu sudah datang?” tanya Sam pada seorang pelayan restoran.


“Sudah Tuan, dia sudah pergi lagi,” jawab pelayan restoran.


“Boleh aku pinjam teleponmu? Ponselku habis baterai.”


“Boleh Tuan, silakan.” Pelayan tersebut mengarahkan Sam pada sebuah pesawat telepon yang ada di meja kasir.


“Terima kasih.” Sam langsung mengangkat gagang telepon dan mulai menekan sederet angka nomor telepon Nay.


Sambungan terhubung namun Nay sengaja tidak mengangkatnya karena merasa nomor tidak dikenal, Sam terus menerus menghubungi Nay, setelah percobaan yang ketiga Nay mengangkatnya karena merasa terganggu.


“Silakan,” jawab Ryawan.


“Hallo!”


“Nay, ini aku, maaf ponselku habis baterai jadi tidak bisa menghubungimu!”


“Sam? kamu baik-baik saja?” khawatir Nay.


“Tidak apa-apa.”


“Memang ada apa sampai tidak datang?”


“Aku sekarang ada di restoran tapi kamu sudah pergi, aku tadi mampir ke rumah Falista dulu,” Sam tidak berniat menutupi apapun dari Nay.


“Apa? kamu pergi ketempat wanita lain di saat kamu sudah ada janji denganku!”


“Nay, kumohon dengarkan aku dulu! Sisil sakit jadi aku mampir.”


“Lalu apa hubungannya denganmu? Apa kamu seorang dokter? Apa kamu paranormal?”


“Bukan begitu, dia terus memanggil namaku, aku tidak tega denganya.”


“Jadi kamu tega denganku yang menunggu tiga jam di restoran?”

__ADS_1


“Bukan tiga jam Nay, aku hanya terlambat dua jam! Kita janjian jam enam dan aku datang jam delapan.”


“Ish, tidak usah mengajariku berhitung! Tidak usah bawa-bawa jam! dua jam, tiga jam, tetap saja kamu terlambat!”


“Iya aku tau, aku salah, tolong dengarkan aku dulu!”


“Ini bakso merconnya dan bakso uratnya,” ucap penjual bakso.


“Terima kasih, Pak. Boleh saya minta cuka?” ucap Rywan.


Sam mendengar suara yang dikenalnya, “Kamu sedang dengan siapa?”


“Dengan teman,” jawab Nay.


“Dengan siapa?” Sam meninggikan suaranya.


“Dengan teman!” ucap Nay tidak kalah tinggi.


“Ryawan?”


“Ya.”


“Kamu dimana? Aku kesana!”


“Tidak usah,” Nay langsung memutuskan sambungan teleponnya.


Sam bergegas meninggalkan restoran dan mulai mencari Nay, dia menuju ke wilayah sekolahnya, Nay dan Ryawan dekat semasa di sekolah, dia berpikir bahwa tempat kenangan mereka tidak akan jauh dari sekolah.


“Kamu sedang bertengkar dengan Sam?” tanya Ryawan.


“Uhm, kami memang sering bertengkar!”


“Bukankah kalian memang tidak pernah akur dari dulu, kenapa kamu menikah dengannya?”


“Kami memang menikah karena dijodohkan, tapi aku percaya Sam mencintaiku.”


“Tapi dia membatalkan janji denganmu untuk bertemu dengan wanita lain.”


“Aku masih kesal dengannya, jadi belum mau mendengar penjelasannya. Dia pasti punya alasan tersendiri.”


“Dan kamu mempercayainya?”


“Uhm.” Nay meyakinkan dirinya untuk percaya pada Sam, dia yakin Sam tidak akan menyakitinya.


Bersambung.....


Jangan lupa like n love... ❤️❤️❤️


Di tunggu juga komentarnya 😊


Terima kasih masih setia dengan Samudra Nayna 🙏🙏🙏

__ADS_1


Salam Age Nairie 🥰🥰🥰


__ADS_2