
“Ayo kita menikah!” ucap Zima sekali lagi.
“Kak Zima sedang memintaku menikah denganmu?”
“Tidak!”
Nima terkejut dengan jawaban singkat Zima, “Apa Kakak sedang mempermainkanku?” mata Nima sudah mulai berembun, dia tidak menyangka pria di depannya tidak memiliki hati.
“Aku tidak memintamu menikah denganku melainkan perintah untukmu!”
“Apa?”
“Kita akan segera menikah Nima!”
“Apa Kak Zima serius?”
“Apa aku pernah berbohong padamu?”
“Tidak! tapi, apa Kak Zima mencintaiku?”
“Jujur aku tidak tau apa definisi cinta yang sesungguhnya, yang jelas aku ingin bersamamu dan aku benci jika kamu dekat pria lain.”
Nima hanya menganggukan kepalanya, “Lebih baik Kak Zima pikirkan dulu, tanyakan pada hati Kak Zima apakah aku orang yang ada di hati Kak Zima atau ada wanita lain di hatimu.”
“Nima ….” Zima tidak dapat melanjutkan kata-katanya karena memang dia tidak pandai merangkai kata.
“Aku mau istirahat dulu, Kak! aku permisi.” Nima pergi meninggalkan Zima tanpa menoleh kebelakang.
Zima berlari mengejar Nima dan memeluknya dari belakang. “Aku adalah pria yang sulit jatuh cinta, hanya ada satu wanita yang pernah mengisi hatiku namun dia pergi meninggalkanku, saat ini kamu selalu mengganggu dihati dan pikiranku, aku tidak ingin menjadikan dirimu sebagai penggantinya, jadi biarkanlah hatiku yang berlari ke hatimu.”
“Aku tetap tidak bisa menikah denganmu Kak!”
“Kenapa?”
“Karena Kakak sudah memberikan hati Kakak kepadaku, maka aku harus memastikan bisa menjaganya.”
“Jadi maksudmu?”
__ADS_1
Nima melepas pelukan Zima dan berbalik menatapnya, “Kita jalani saja dulu, kita coba untuk memahami perasaan kita masing-masing. Jika di tengah jalan hubungan kita, Kakak menemukan wanita lain yang cocok dengan Kak Zima, tolong beritahu aku, jangan berselingkuh dariku, kita bisa putus baik-baik dan masih bisa menjadi teman, tapi kalau Kakak berselingkuh dariku, maka aku akan membencimu seumur hidupku.”
“Kenapa seperti itu?”
“Karena kita belum menikah, Kakak berhak menemukan wanita yang tepat dengan Kakak, berbeda jika kita sudah menikah!”
“Bedanya?”
“Kalau kita sudah menikah jangan harap Kakak bisa selingkuh! walau hanya dalam mimpi pun aku tidak akan membiarkannya! aku akan mengikat Kakak seumur hidup hingga tidak dapat memikirkan wanita lain! Aku adalah wanita yang akan mempertahankan apa yang sudah aku miliki. Jadi, belum terlambat jika Kakak ingin pergi dariku sekarang! Apa sudah cukup jelas?” ucap Nima dengan nada sangat tegas.
“Baiklah, aku setuju! Tapi bukan berati kamu boleh dekat dengan pria lain!”
“Oke, Kakak juga tidak boleh dekat dengan wanita lain! Jadi kalau Kakak sudah merasa tidak cocok denganku langsung bilang saja, jangan curang dibelakangku!”
“Oke deal, kita resmi berpacaran!”
“Oke! Aku masuk dulu ya, Kak.”
“Ya, aku pulang ya.”
***
Disaat Nima dan Zima menumbuhkan cinta mereka, maka ada pula cinta yang sedang goyah.
“Sayang, aku bisa jelaskan semuanya padamu!” ucap Sam pada Nay saat mereka tiba di apartemen.
“Memang banyak yang harus kamu jelaskan padaku!” cecar Nay.
“Baik aku akan cerita, namanya Falista ….” Ucapan Sam terhenti karena Nay memotong perkataannya.
“Aku sudah tau namanya tidak usah disebut lagi!”
Sabar Sam, Sabar! Singa betina sedang bertambah kemarahannya.
“Aku dan dia berpacaran lebih dari setahun, dia satu-satunya wanita terlama yang berpacaran denganku, tapi itu semua bukan karena aku mencintainya namun itu semua karena Sisil, dia tidak memilik Ayah jadi aku bertahan karenanya.”
“Kalau begitu kenapa tidak menjadi Baby Sitter-nya saja? kamu memang hebat Sam, janda pun kamu pacari!”
__ADS_1
“Dia bukan janda,” bela Sam.
“Lalu apa namanya punya anak tapi tidak punya suami?”
“Boleh aku lanjutkan bicara?”
“Hmm.”
“Dia melakukan kesalahan dimasa lalu, pria itu tidak bertanggung jawab maka Falista membesarkan Sisil seorang diri.”
“Langsung saja keintinya, Sam! aku tidak ingin mendengar masa lalunya, yang aku ingin tau hubunganmu dengannya!”
“Baik. Aku tau, aku punya banyak pacar sebelumnya. Namun, bukan berarti aku mempermainkan wanita. Aku hanya berpikir untuk menemukan cinta yang baru karena ingin melupakanmu tapi semua yang kulakukan sia-sia, hanya kamu yang ku cintai Nay. Saat bertemu Falista aku tidak tau bahwa dia sudah memiliki anak, saat aku melihat Sisil ada rasa iba di hatiku hingga aku mencoba untuk mencintai Falista tapi tetap tidak bisa, sudah satu tahun aku berpacaran dengannya tapi masih belum bisa mencintainya jadi aku memutuskan hubunganku dengannya.”
Tidak ada tanda kebohongan dimata Sam, dia yakin Sam mengatakan yang sejujurnya.
“Lalu sekarang bagaimana? Apa kamu harus terus bertemu dengannya?” Nay bisa melihat bahwa Sam juga menyayangi Sisil.
“Kami putus dengan cara baik-baik, dia pun sudah memberikan pengertian pada Sisil, dan selama ini apa kamu pernah melihatku bersamanya? Tidak, bukan!”
“Tapi sangat terlihat dia masih menyukaimu!”
“Yang terpentingkan perasanku padamu.”
“Baiklah aku percaya.”
Ada sedikit kegelisahan dihati Nay, bukan karena dia meragukan cinta Sam namun setelah melihat Sisil kepercayaan dirinya berkurang, apakah dia bisa memberikan keturunan untuk Sam.
Bersambung …..
Jangan lupa like n komen yah kak...
beri aku masukkan yuk...
Terima kasih 🙏
Salam Age Nairie 🥰🥰🥰
__ADS_1