
Anton menatap Bibi Ana, dia merasa bibi Ana lebih tau tentang Sinta. “Lebih baik Bibi Ana yang bercerita,” ujar Anton.
Bibi Ana mulai bercerita. “Setelah kehadiran Nona Nima, Nyonya Sinta mulai membaik, dia sudah jarang menangis dan pelan-pelan bisa menerima nasibnya, mencintai Nona Nima sepenuh hati. Namun berbeda dengan Tuan Riko, dia masih belum menerima keadaan, dia masih menginginkan anaknya sendiri. Tuan Riko mulai pulang terlambat, Nyonya Sinta mulai curiga akan gelagat suaminya, karena itu dia sering berkunjung ke kediaman Tuan Besar untuk bertemu dengan Nyonya Diska sekedar untuk mencurahkan hatinya, mereka berbagi kisah dalam mengurus anak dan bahkan Nyonya Sinta bercerita tentang kecurigaannya bahwa suaminya berselingkuh, dia bercerita bahwa Tuan Riko sering pulang larut, pakaiannya harum dengan parfum wanita tapi Nyonya Diska selalu menenangkan Nyonya Sinta dan menasehatinya untuk jangan berpikir yang tidak baik terhadap suaminya.
Kehidupan rumah tangga Nyonya Sinta menjadi tidak harmonis seperti sebelumnya, sangat berbanding terbalik dengan kehidupan Tuan Bima dan Nyonya Diska yang penuh kebahagian. Dan itu berlangsung hingga empat tahun, Nyonya Sinta mencoba untuk menutupi prahara rumah tangganya, dia ingin bercerita pada Tuan Adam, namun dia malu karena Tuan Riko adalah pria pilihannya. Hubungannya dengan Nyonya Diska juga merenggang karena Nyonya Diska memutuskan untuk membuka sebuah butik, dia sudah jarang mau bertemu dengan Nyonya Sinta.
Karena kesibukkan Nyonya Diska, maka akulah yang merawat Nona Nayna, aku sering membawanya ke rumah Nyonya Sinta karena dirumah sepi, Nona Nima dan Nona Nayna sering bermain di rumah Nyonya Sinta, mereka sangat akur saat itu. Pada suatu hari, kami berempat menuju butik milik Nyonya Diska, kami ingin memberi kejutan pada Nyonya Diska, Nyonya Sinta bahkan menyiapkan sebuah cake untuk Nyonya Diska dan dia pula yang mengendarai mobil ke butik Nyonya Diska. Kami turun dari mobil dan masuk kedalam butik, di dalam butik hanya ada satu pegawai, tidak tampak Nyonya Diska, pegawai itu bilang bahwa nyonya Diska sedang tidak di tempat dan hanya ada dia yang berada di dalam butik, jadi kami hanya menitipkan cake ke pegawai butik, namun waktu itu aku tidak tahan untuk buang air kecil sedangkan pegawai butik sedang melayani pelanggan jadi aku pergi ke toilet tanpa minta izin. Toilet di lantai satu rusak, jadi aku menuju toilet lantai dua, melewati tangga dan setelah sampai lantai dua, ada sebuah kamar sebelum toilet, itu adalah ruang istirahat Nyonya Diska, aku mendengar ada suara di dalam kamar tersebut. Teringat bahwa pegawai bilang hanya ada dia seorang jadi aku beranikan diri untuk mendekati kamar tersebut, aku takut ada pencuri atau ada penyusup. Aku mulai membuka pintu kamar tersebut yang tidak terkunci ….” Bibi Ana berhenti bicara, dia menjadi ragu apakah harus melanjutkan ceritanya.
“Lanjutkan Bi,” ucap Sam.
“A—ku, melihat Nyonya Diska ada didalam ruangan itu bersama dengan Tuan Riko. Mereka … sedang melakukan yang tidak seharusnya dilakukan!” Bibi Ana berhenti bicara, dia melilhat ke arah Nay.
Tanpa diperjelas pun mereka semua tau apa yang telah terjadi, Nay semakin membeku, tangannya mulai dingin, Sam bisa melihat Nay yang mulai membeku, mencoba menenangkannya dengan sebuah dekapan. Dengan mengumpulkan keberanian dan keingintahuannya akan kebenaran, “Lanjutkan!” perintah Nay pada bibi Ana.
__ADS_1
“Mereka melihatku, Nyonya Diska menarikku kedalam ruangan, lalu dia mencekikku, setelah itu dia mengambil pisau buah dan menyentukan pisau itu di pipiku …!” menghela napasnya karena sedikit sesak teringat akan kejadian itu. “Walau Nyonya Diska tidak mengiriskan pisau itu, namun itu berhasil membuatku trauma, dia menyuruhku untuk tidak bicara pada siapapun dan dia juga mengancamku, jika aku bicara, tidak hanya aku yang hancur namun keluargaku dikampung akan hancur juga! Aku sangat ketakutan, aku tidak pernah melihat sosok Nyonya Diska seperti itu, sangat berbeda jika berada di tengah Tuan Bima dan Tuan Adam.”
Nima syok mendengar cerita Bibi Ana begitupun dengan Nay, tubuhnya mulai bergetar, wajahnya pucat pasi, ingin sekali dia menyangkal tapi tidak mungkin Bibi Ana berbohong, dia tau pasti sifat Bibi Ana.
“Jangan diteruskan!” ujar Sam, dia tidak ingin Nay mendengar lebih lanjut.
“Ti—dak lanjutkan saja, Bi!” ucap Nay terpatah. Sam lebih mengeratkan dekapannya pada Nay.
“Aku melakukan seperti apa yang diminta Nyonya Diska, menutup mulutku rapat-rapat. Aku keluar dari kamar itu, kakiku sangat lemas, entah apa yang harus aku lakukan saat bertemu dengan Nyonya Sinta. Aku tidak memiliki keberanian untuk bicara, Nyonya Sinta sempat bertanya kenapa wajahku pucat setelah dari toilet, aku hanya beralasan bahwa aku sedang tidak enak badan dan aku meminta Nyonya Sinta untuk kami langsung pulang. Hari-hari berlanjut seperti biasa, Nyonya Diska tampak sangat harmonis bersama Tuan Bima, bahkan setiap akhir pekan Nyonya Sinta dan Tuan Riko datang berkunjung ke kediaman Tuan Adam, mereka tampak bahagia, di sela obrolan yang hanya ada Nyonya Sinta dan Nyonya Diska, Nyonya Sinta masih sering mencurahkan hatinya bahkan dia masih bercerita kalau dia masih curiga suaminya berselingkuh. Nyonya Diska pun selalu memberi nasihat layaknya seorang sahabat.”
“Setiap kali Nyonya Sinta berkunjung, pasti aku diam-diam akan memperhatikannya jadi aku tau obrolan mereka.”
“Lalu apa yang terjadi?” tanya Sam.
__ADS_1
“Aku sudah tidak tahan lagi melihat Nyonya Diska, dia pandai bersandiwara, bahkan pada semua pelayan yang ada dirumah pun akan menilai baik Nyonya Diska. Aku beranikan diri bicara pada Tuan Bima, responnya sangat baik, dia sangat tenang, dia tidak langsung menerima ucapanku tapi tidak pula menyangkalnya, dia bilang akan menyelidikinya.”
Anton mengambil alih pembicaraan dan melanjutkan ceritanya, “Ya, Tuan Bima menyelidikinya, aku yang membantunya mencari bukti, aku bersama Tuan Bima bertemu Tuan Riko tanpa sepengetahuan istri mereka. Aku tau Tuan Bima sangat marah pada Tuan Riko tapi dia sangat bisa mengendalikan emosinya, dia hanya minta pada Tuan Riko, untuk melepaskan Sinta dan dia pun berencana untuk menceraikan Nyonya Diska tapi dia tidak ingin Sinta mengetahui bahwa Riko dan Diska berselingkuh. Dia tidak ingin adiknya bertambah sedih mengetahui orang yang dicintainya dan orang yang sudah dianggapnya saudara menghianatinya. Namun yang tidak diketahui Tuan Bima adalah Nyonya Sinta diam-diam juga menyelidikinya. Setelah pertemuan dengan Tuan Riko, aku dan Tuan Bima kembali ke kantor. Hingga akhirnya Tuan Bima mendapat telepon dari Tuan Riko, bahwa Nyonya Sinta tau perselingkuhan mereka dan Nyonya Sinta sedang menuju kekediaman keluarga Rastian untuk menemui Nyonya Diska.”
Bersambung…..
Terima kasih yang masih setia dengan Samudra Nayna, mohon maaf jika ada kesalahan
Mohon saran dan kritiknya…
Jika berkenan like love n votenya …
Terima kasih….
__ADS_1
selagi menunggu up sam dan nay.. bisa baca dulu ya karya temanku...