SAMUDRA NAYNA

SAMUDRA NAYNA
EXTRA PART 1


__ADS_3

Sam dan Nay sangat bahagia mendengar kabar kehamilan, begitupun dengan semua anggota keluarga. Sepulangnya dari Jepang, seluruh anggota keluarga membuat acara penyambutan Nay dan Sam, semua memberi selamat, semua bahagia, yang menjadi perhatian Nay adalah sosok wanita di samping Bian. Nay menepuk pundak Sam. "Sam, di samping Bian siapa?"


"Frieska, Sekertaris baruku."


"Bukannya sekertaris mu wanita paruh baya? Kamu mengganti sekertaris yang lebih muda?" tanya Nay bertolak pinggang.


"Dia resign sebulan yang lalu."


"Lalu kamu baru cerita padaku bahwa selama itu kamu di temani wanita muda di kantor?" tanya Nay dengan mode cemburu.


"Aku tidak cerita karena menurut ku itu tidak penting."


"Alasan saja!"


"Bukan mencari alasan, memang dia tidak penting! Memang kau tidak lihat, Bian dan Frieska dari tadi selalu bersama? Sepertinya aku harus mencari sekertaris baru!"


"Emang kenapa?" tanya Nay.


"Karena aku melarang karyawanku menjalin hubungan asmara! Aku harus menegur Bian."


"Biarkan saja, selama tidak menggangu pekerjaan biarkan mereka menjalin hubungan. Kasihan Bian, tidak mendapatkan Nima setidaknya dia mencoba menjalin hubungan dengan wanita lain." Saran Nay. Sam hanya menatap Bian, benar kata Nay, selama ini Bian selalu disibukan oleh perkerjaan, sudah waktunya memberi Bian mementingkan kehidupan pribadinya.


Bulan berganti, semua orang lebih protektif dalam menjaga Nay, perut Nay lebih besar dari ibu hamil pada umumnya. Usia kandungannya sudah sembilan bulan, hanya tinggal menunggu jadwal kelahiran, Nay di jadwalkan melahirkan secara cesar karena membahayakan jika melahirkan secara normal. Selama mengandung Nay jarang mengidam. "Sayang kamu tidak ingin apapun? Biasanya orang hamil itu ngidam," ucap Sam.


"Aku bilang juga kamu nggak akan mewujudkan!" Kesal Nay.


"Kalau kamu mau minta bakso lagi, jelas aku tidak mau. Sudah berapa kali kamu makan itu? Kita bisa meminta koki di rumah buatkan, lebih higienis dan juga lebih sehat!"


"Tapi aku mau makan bakso di abang bakso dekat sekolah!"


"Tidak boleh!" Tegas Sam.

__ADS_1


"Kalau begitu tidak usah tanya aku mau apa!" Nay pergi meninggalkan Sam menuju kamar.


"Sayang, jangan marah. Ini kan untuk kebaikanmu."


"Kebaikanku apa? Kamu tidak mau mengantarku makan bakso karena tempatnya di dekat sekolah 'kan? Kamu takut akan kenangan aku dan Ryawan! Padahal aku mau makan di sana karena rasa baksonya enak! Namun, kamu salah mengartikan!" Nay tidur membelakangi Sam.


Sam mengusap wajahnya, selain makanan tidak sehat, memang alasan dia melarang Nay karena tempat itu adalah tempat kenangan Nay dan Ryawan. "Baik, besok kita makan bakso yah. Aku akan mengantarmu." Sam akhirnya mengalah.


"Benarkah?" Nay berbalik menghadap Sam.


"Apa aku pernah berbohong padamu?" ucap Sam.


Ya, Sam tidak pernah berbohong pada Nay, Nay langsung mencium wajah Sam dari dahi ke pipi dan terakhir ke bibir Sam. Sam langsung menahan ciuman Nay, dia memperdalamnya. Mengusap lembut punggung Nay, melepas ciuman tersebut lalu memeluk erat Nay erat. Nay mencoba membuat jarak diantara mereka. Namun, Sam malah lebih mempererat pelukannya. "Jangan di lepas dulu, biarkan seperti ini dulu." Pinta Sam.


"Sam, kalau kau mau, kita bisa coba pelan-pelan," ujar Nay. Sam hanya menggelengkan kepalanya. Sam tidak berani meminta haknya sebagai suami, terakhir mereka kontrol kandungan, ada seorang ibu yang histeris karena keguguran, penyebabnya adalah suaminya meminta hubungan suami-istri saat keadaan sang suami mabuk. Setelah melihat kejadian itu Sam dan Nay tidak berani melakukan hubungan suami istri. Nay mencoba membujuk Sam, dia tidak tega melihat Sam tersiksa karena tidak bisa melepas hasratnya. "Sam, kata dokter tidak apa jika kita melakukannya, hanya saja kita harus lebih mengontrol diri, jangan terlalu bersemangat." Bujuk Nay lagi. Sam tetap menggelengkan kepalanya dan membenamkan ke dada Nay. Dia tidak mau mengambil resiko, mereka telah lama menunggu jadi Sam akan mencoba menjaga semampunya.


Keesokan sore, Nay dan Sam pergi ke tempat bakso. Nay memesan bakso urat, Sam melarangnya memakan bakso mercon, diam-diam Nay menuangkan sambal ke mangkuknya saat Sam berbicara dengan tukang bakso untuk memesan jus alpukat. Mereka menikmati bakso hingga habis, saat Sam membayar bakso tiba-tiba Nay memegang perutnya. "Ada apa?" tanya Sam.


"Kenapa sakit? Kau diam-diam makan sambal yah?" ucap Sam panik.


"Hanya sedikit kok! Sam, perutku tambah sakit!" ujar Nay.


Sam melihat ke arah kaki Nay. "Sayang, kamu pipis?"


Nay melihat ke bawah. "Sam, ketubanku pecah!" ucap Nay panik. Dia di jadwalkan operasi lima hari lagi. Namun, ternyata hari kelahiran lebih cepat dari prediksi. Sam langsung menggendong Nay ke rumah sakit, karena sudah tidak tahan akhirnya Nay bisa melahirkan secara normal, prediksi melahirkan cesar berganti menjadi kelahiran normal. Ya, walaupun penuh dengan perjuangan, beruntung ibu dan anak selamat. Nay berhasil melahirkan sepasang bayi lucu.


Sam menggendong anak perempuannya. "Mirip sekali denganku."


"Iya, kenapa jadi mirip denganmu semua? Aku yang mengandung tapi tidak mirip denganku!" Protes Nay. Sam hanya tersenyum mendengar Nay protes.


"Kita beri nama apa?" tanya Nay.

__ADS_1


"Delmar Alegian dan Delmara Alegian. Panggilannya El dan Mara." Jawab Sam.


"Apa artinya?" tanya Nay.


"Laut, dari bahasa latin."


"Kenapa tidak jauh-jauh dari laut?"


"Bukannya kamu juga suka laut? Aku hanya menginginkan nama-nama yang fresh gitu. Tadinya aku mau menamakan anak perempuan kita Mineralle dan yang lelaki Ades."


"Hahahaha, bagus-bagus! Sekalian saja menamakan anak kita aqua dan vit!" ucap Nay.


"Boleh, bagus juga itu, segar juga!" ucap Sam serius.


"Sam!!!" kesal Nay. "Pilihan pertama lebih baik, Delmar dan Delmara, El dan Mara."


Sam mencium bibir Nay sekilas ditengah ocehan Nay. "Terima kasih telah memberiku bayi yang lucu-lucu dan bersedia menjadi istriku."


Nay menatap Sam. "Terima kasih telah mencintaiku dan menerima diriku yang banyak kekurangan."


"Bagiku kamu adalah wanita yang sempurna." Sam menyatukan kembali bibir mereka.


Setelah empat hari di rumah sakit, mereka pulang, saat tiba di rumah sudah ada pesta sambutan. Anggota keluarga dan rekan kerja datang memberi selamat. Zima dan Nima juga sudah memiliki dua anak. Keadaan rumah sangat ramai. Sampai akhirnya para rekan kerja pamit pulang, tinggallah hanya anggota keluarga. Mereka semua berfoto sebagai kenangan. Para tetua duduk di tengah, yang lebih muda berdiri di belakang, Sam memeluk pundak Nay, tersenyum bersamaan dengan bunyi cekrek dari photografer.


Apa itu cinta? Tidak tau apa sebenarnya definisi dari cinta, yang Sam tau bukan karena Nay cantik. Namun, Nay yang selalu di sisinya. Semoga setiap yang saling mencintai bisa selalu bersama.


*****


Age Nairie dan juga mewakili keluarga besar SAMUDRA NAYNA mengucap kan mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏🙏


Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2