
“Jadi mau pap smear sekarang?” tanya Stella.
“Tentu, jadi.”
“Memangnya kamu masih aktif berhubungan sek*sual?” tanya Stella.
“Kan, kamu sendiri yang menyarankan diusia 21 tahun keatas untuk melakukan pap smear 3 tahun sekali.”
“Itu untuk kebaikanmu, aku tidak menyarankan untuk perempuan yang masih perawan karena belum terpapar HPV. Kalau kamu, walaupun belum menikah tapi sudah aktif kegiatan sek*sual!” ucap Stella dengan tawa.
“Dasar rese! Aku sudah tidak aktif lagi setelah berpacaran dengan Samudra.”
“Kamu benar-benar mencintainya?” tanya Stella.
“Hanya dia yang menghargaiku, dia tidak pernah menyentuhku.”
“Apa dia belok?”
“Tidak, dia hanya tidak ingin merusak. Dia penganut berhubungan ****sual setelah menikah.”
“Wow, mencari pria seperti itu sudah sangat sulit, kebanyakan pada minta test drive.”
“Mobil kali test drive!”
“Kalau kamu mencintainya, kenapa putus dengannya? bukannya kamu bilang dia menyayangi Sisil?”
“Dia memutuskanku karena tidak bisa melupakan cinta pertamanya.” Falista tertunduk mengatakannya.
“Ya sudah, cari pria lain saja.”
“Sulit, aku sudah mencobanya tapi masih belum bisa. Saat masih bersamaku, itu pun hanya karena Sisil, dia sangat menyayangi Sisil.”
“Itu point lebih untukmu, dia menyayangi Sisil walaupun dia bukan ayah kandungnya. Seharusnya kamu bisa mendapatkannya.”
“Cinta pertamanya sudah kembali, dan mereka sudah menikah.”
“Benarkah? Apa lebih cantik darimu?”
“Kamu sudah melihat orangnya. Nilai saja sendiri.”
“Aku sudah lihat? Siapa?”
“Pasien sebelum aku masuk!”
Stella membulatkan matanya, “Nona Nayna?”
“Ya.”
“Saranku cepat lupakan dia, cari pria baik-baik untukmu.”
“Sudah kucoba, tapi belum mendapatkan seperti Samudra.”
***
“Bisa-bisanya seorang dokter salah diagnosis!” ucap Retno marah setelah meninggalkan rumah sakit.
“Bagaimana, jika yang dikatakan dokter Stella benar, Bu?”
“Bagaimana aku bisa mempercayainya? Kemarin dia bilang A, sekarang bilang B! Apa seperti itu cara kerja seorang dokter? Kita cari dokter lain saja, Ibu yakin ada kesalahan.” ucap Retno panjang.
Nay hanya diam mendengar ocehan dari mertuanya.
__ADS_1
“Kita pulang saja dulu, besok kita lakukan pemeriksaan di rumah sakit lain saja, atau kamu mau pemeriksaan ke luar negeri saja?” usul Retno.
“Di dalam negeri saja dulu, Bu.”
“Baiklah.”
Dua hari berikutnya mereka melakukan pemeriksaan di tiga rumah sakit berbeda dan hasilnya membuat mereka tidak puas.
“Bu, ayo kita pulang!” lirih Nay saat di rumah sakit terakhir.
“Baiklah.” Retno tidak tega melihat kesedihan diwajah Nay. “Kita ke Amerika saja, Ibu ada kenalan dokter hebat disana.”
“Akan aku pikirkan, Bu.”
Selama perjalanan pulang tidak ada pembicaraan lagi, Retno tau dalam benak Nay sedang banyak yang dia pikirkan. Dia tidak mau menambah beban pikirannya lagi.
Nay begitu merindukan Sam, dia butuh penenang, dia merebahkan tubuhnya di kasur, mengambil ponselnya, iseng mendownload aplikasi seperti yang ada di ponsel Nima.
Nay mulai membuka aplikasi tersebut, dia tertawa saat melihat nomor teleponnya di beri nama oleh Sam, ‘RUBAH BETINA’. Membuka aplikasi yang lainnya untuk mengetahui isi chat yang ada di ponsel Sam, banyak chat dari Bian, teman-teman pria dan juga para mantan pacarnya. Nay tertarik untuk membaca setiap kontak dengan nama wanita.
Vinny : Sam, kita ketemu yuk?
Sam : Maaf tidak bisa, aku harus menemani istriku dan tolong jangan hubungi aku lagi.
Lintang : Kapan kamu datang ke club-ku? Sudah sangat lama tidak bertemu denganmu. Banyak pria membosankan disini. Ayo kita bersenang-senang seperti dulu, Sam.
Sam : Aku akan bersenang-senang dengan istriku dan tidak akan ketempatmu lagi, carilah pria baik-baik, tidak selamanya kamu akan seperti itu terus.
Lintang : Kenapa kamu baik sekali Sam, beruntung sekali yang menjadi istrimu. Seandainya dulu kamu tidak putus denganku, mungkin aku sudah meninggalkan pekerjaan ini.
Sam : Kalau tekadmu kuat, tanpa aku pun, kamu bisa terlepas dari pekerjaan itu. Tolong jangan hubungi aku lagi, aku harus menjaga perasaan istriku.
Sasa : Thx beb, atas sarannya, rumah tangga kami berjalan harmonis sekarang. Lope-lope yang gede dech buat mu.
Sasa : Ttp aja kamu dah kasih solusi bwt gue, walau kita pacaran cuma bentar tapi loe paling berkesan bwt gue
Sam : Jgn bahas masa lalu, jalani saja dg baik sama suami loe n jgn hub gue lagi! gue dh ketemu cinta pertama gue dan loe juga harus bisa jaga nama baik suami loe.
Sasa : Oke deh beb,.. muach…
Nay tersenyum membaca chat pribadi Sam, begitu banyak mantan pacarnya yang ingin kembali padanya. Namun, Sam menolak, bahkan memberi nasihat pada perempuan-perempuan itu.
“Apa kamu seorang motivator? Ah, kamu memang pandai bergaul, Sam!” gumam Nay dengan ponsel ditangannya. Sampai akhirnya dia menemukan chat dari Falista.
Falista : Terima kasih telah menemani Sisil.
Sam : Ya, semoga Sisil baik-baik saja. Jaga dia baik-baik.
Falista : Aku akan membawanya berobat keluar negeri.
Sam : Apa kankernya meluas? Apa Sisil sudah tau penyakitnya?
Falista : Belum ada peningkatan apapun, aku belum sanggup memberitahunya.
Sam : Tidak usah diberitahu, cukup kuatkan saja dia.
Falista : Terima kasih.
Sam : Jika membutuhkan dana berobat hubungi aku saja.
Falista : Baik, terima kasih, Sam
__ADS_1
Sam : Ya
Nay terdiam membaca isi chat Sam dengan Falista, tidak ada bahasan tentang hubungan mereka, yang ada hanya bahasan tentang Sisil. Bisa dilihat bahwa Sam sangat mempedulikan Sisil. Hatinya mengecil, akankah dia bahagia dengan Sam walau tanpa anak?
Nay menyentuh simbol panggilan, dia menelpon Sam, ingin rasanya mendengar suaranya. Sambungan terhubung, ada jawaban dari seberang telepon.
“Hallo, Sayang.”
“Sam.”
“Kamu merindukanku, yah?”
“Uhm.”
“Ah, senangnya, dirindukan wanita cantik.”
“Kamu merindukanku, tidak?”
“Tentu saja.”
“Kalau rindu kenapa tidak pernah telepon? Sudah empat hari setelah kamu pergi tidak memberi kabar!”
“Itu karena aku fokus dengan pekerjaanku, agar lebih cepat selesai dan cepat pula bertemu denganmu.”
“Wah rajinnya. Kamu tidak perlu lelah bekerja, aku bisa menghidupimu.”
“Mana ada pria yang dihidupi oleh wanita?” Sam adalah pria yang bertanggung jawab, mana mungkin dia mau dihidupi oleh seorang wanita.
“Tapi aku sanggup, aku ini wanita kuat.”
“Ya, kamu memang sangat kuat, bisa tahan denganku.”
“Tahan hidup dengan mantan play boy sepertimu, yah?”
“Lebih baik mantan, bukan? dari pada masih?”
“Tapi, alangkah lebih baiknya tidak sama sekali!”
“Itu salahmu, siapa suru menolakku! Kamu belum tidur? pasti sudah larut disana.”
“Jam satu pagi, kamu lagi apa?”
“Baru selesai meeting. Jangan tidur malam-malam, jaga kesehatanmu.”
“Uhm, bentar lagi tidur.” Nay terdiam sejenak “Sam, apa kamu bahagia bersamaku?”
“Tidak usah ditanya. Sangat-sangat bahagia hidup denganmu.”
“Walau aku tidak bisa memberimu keturunan?”
Bersambung….
Terima kasih masih setia dengan Samudra Nayna 🙏
Jangan lupa tebar-tebar like, bunga, fav n vote...
ditunggu komentarnya biar othor receh ini lebih semangat lagi 😊
Salam Age Nairie 🥰🥰🥰
Rekomendasi novel hari ini, punya otor kece Liana kiezie, terjerat cinta berondong kaya, jangan mampir n tinggalin jejak ya 😊😊😊,
__ADS_1