
Nay masuk ke dalam toilet, dia menemukan Debora sedang mencuci tangannya di wastafel. Tatapan mereka bertemu melalui kaca di wastafel.
"Hai," sapa Nay.
"Hai," jawab Debora sedikit tersenyum.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Nay.
"Ya."
"Kamu bisa berbagi cerita padaku, aku tau kamu tidak bahagia. Siapa tau aku bisa membantumu."
"Terima kasih bantuanmu. Tapi, aku tidak ingin merepotkanmu."
"Aku tidak merasa di repotkan. Aku tau rasanya dikatakan jalaang oleh orang lain."
Debora berbalik menatap Nay, "Sangat rumit."
"Ceritalah," bujuk Nay.
"Yang dikatakannya benar, aku hanya jalaangnya! Demi pengobatan adikku, aku terpaksa meminjam uang darinya dan aku harus rela bekerja apapun dengannya, yang tidak kusangka pekerjaan yang harus ku lakukan adalah menjadi pelayan penghangat ranjang."
"Wow! Jadi maksudmu kamu terjerat cinta bos mafia?" tanya Nay takjub.
"Bukan terjerat cinta, hanya sekedar pemuas!" lirih Debora.
"Tidak pernah berpikir untuk kabur?"
"Setelah meminjam uang darinya, adikku di operasi. Namun, sayang nyawanya tidak tertolong! Jadi, aku putuskan kabur dari nya, tapi tetap saja tertangkap! Pada saat itu, aku pikir sudah tidak ada gunanya hidup, aku mencoba untuk bunuh diri, tapi di gagalkan oleh Viktor. Sejak kejadian itu, dia selalu membawaku kemanapun dia pergi." ucap Debora sedih.
"Apa kamu tidak pernah berpikir bahwa dia mencintaimu?"
"Tidak mungkin, dia selalu saja menghinaku!"
Nay teringat akan Sam, dia tidak pernah berkata kasar pada wanita lain, Sam hanya berkata kasar pada Nay, itu karena dia terbakar cemburu.
__ADS_1
"Jika ada kesempatan, apa kamu benar-benar ingin kabur?" tanya Nay.
"Tentu saja! untuk apa hidup bagai di neraka."
"Aku akan coba membantumu."
"Kamu serius?" tanya Debora dengan wajah tak menyangka ada orang yang mau membantunya
"Ya, berikan nomor ponselmu, kita bertukar nomor telepon dulu."
Mereka keluar dari toilet dan kembali menuju meja. Sam dan Viktor lagi asik mengobrol.
"Besok datanglah ke peresmian produk baruku," ajak Viktor.
"Maaf, tapi kami berencana ke Jepang, istriku mau melihat salju berlian katanya." Sam mengucapkan permohonan maaf.
"Kita tunda saja, kamu kan udah lama ga ketemu dengan temanmu, besok nya lagi saja kita berangkat." Nay memotong ucapan Sam, dia pikir ini kesempatannya untuk menolong Debora.
"Nah, istrimu sudah memberi lampu hijau. Datanglah besok," imbuh Viktor.
Mereka berpisah setelah makan malam, Nay dan Sam kembali ke kamar mereka.
"Sam, sebenarnya kamu kenal dimana, Viktor?"
"Di Spanyol, sekitar dua atau tiga tahun lalu, saat itu aku tidak sengaja bertemu dengannya, dia terkena luka tembak. Dia tidak mau di antar ke rumah sakit, malah memintaku mengeluarkan peluru yang ada bahunya."
"Dan kamu benar-benar melakukan nya?" tanya Nay penasaran.
"Kan, aku sudah pernah bilang padamu, kamu saja yang tidak percaya! Kamu tau, aku melakukan nya seperti di film-film. Hanya menggunakan alkohol dan pisau yang di sterilkan untuk menolongnya! Sejak saat itu kami menjadi teman." ucap Sam bangga.
Nay sempat berpikir sejenak, "Sam, aku kasihan dengan Debora!"
"Kasihan kenapa?"
"Temanmu itu! dia memperlakukan Debora bagai seorang jalaang!"
__ADS_1
"Sudah, kita tidak usah ikut campur urusan orang lain."
"Bagaimana bisa aku diam saja saat ada wanita di tindas! Aku pernah merasakan apa yang dia rasakan, di bilang wanita tidak benar oleh seorang laki-laki!"
Sam tau arah pembicaraan Nay, lelaki yang di maksud adalah dirinya sendiri.
"Lalu mau bagaimana lagi? Lagi pula, Viktor tidak seperti yang kamu bayangkan, dia tidak sejahat itu dengan seorang wanita."
"Bagaimana tidak jahat? memberikan status wanita sebagai pelayan penghangat ranjang! Debora itu punya hutang pada Viktor dan dia harus membayar dengan tubuhnya!"
"Tau dari mana?"
"Dari Debora. Kita harus menolong nya Sam!"
"Aku kira kalian salah paham, walaupun mulut Viktor pedas. Tapi, aku rasa dia menyukai Debora, karena sepengetahuan ku Viktor tidak pernah terlibat dengan wanita manapun. Walaupun, aku hanya melihat sekilas, apa yang di pakai oleh Debora bukanlah barang-barang murah. Artinya Viktor memperlakukannya dengan baik. Sudahlah tidak usah di pikirkan."
Nay terdiam, dia tau Sam tidak akan mau menolong Debora.
Bagaimana aku menolong wanita itu?
"Jangan pernah merencanakan apapun, ini bukan urusan kita! Viktor itu hidup di dunia putih dan hitam, tidak seperti kita yang hanya berbisnis di jalan yang lurus-lurus saja!" cecar Sam saat Nay terdiam seperti memikirkan sesuatu.
"Mana ada!" ketus Nay.
Bersambung....
Terima kasih telah setia dengan Samudra Nayna 🙏🙏🙏
Mohon dukungannya dengan 👍, ❤️, vote n 🌹
Di tunggu saran dan kritik nya 😊
Salam Age Nairie 🥰🥰🥰
Selagi menunggu up SAMUDRA NAYNA bisa di baca dulu novel dari otor kece ini ya 👇
__ADS_1