SAMUDRA NAYNA

SAMUDRA NAYNA
BAB 86 Salah Tangkap Bag 2


__ADS_3

Nay menghabiskan makanannya, tidak lupa juga untuk meminum obatnya yang ada di saku dress-nya. Setelah itu, dia berkeliling kamar, mencari sesuatu untuk melarikan diri. Kamar tersebut memiliki jendela kaca paten yang tidak bisa di buka dan di hiasi dengan gorden berwarna putih, jendela yang fungsinya agar sinar matahari bisa menerangi kamar.


Di samping jendela ada pintu. Nay mencoba membuka pintu, ternyata tidak terkunci, melangkah keluar, di hadapankan dengan sebuah balkon. Nay melihat ke bawah, ada beberapa penjaga yang menjaga rumah tersebut.


'Bagaimana caraku melarikan diri?' batin Nay.


Dia kembali ke kamar, duduk di tepi ranjang, hanya berharap Sam menyadari kehilangannya dan mencarinya. Tidak lama kemudian, pintu kamar terbuka, seseorang masuk ke dalam kamar. Nay terkejut dengan orang yang datang. "Kau!"


Orang tersebut pun terkejut melihat Nay, "Nayna?" ucap Justin.


Tidak lama datanglah dua orang di belakang Justin.


"Nayna?" gumam Enzo yang ada di belakang Justin. "Aku menyuruh kalian menangkap Debora! kenapa malah menangkap Nayna?" geram Enzo pada Roki.


"Kami, melihat wanita ini yang datang bersama Viktor!" jelas Roki.


Nay mengerti saat Roki menyebut nama Debora dan Viktor. Karena dia berganti pakaian dengan Debora, mereka salah tangkap.


"Sudah, kalian pergilah!" ucap Justin pada Enzo dan Roki.


Enzo dan Roki pergi meninggalkan Justin dan Nay di dalam kamar tersebut. Justin melangkahkan kaki, mengunci pintu dan membuang kunci tersebut.


"Jadi semua ini hanya salah paham, bukan?" tanya Nay.


"Ya, Bagaimana kabarmu?"


"Baik." Nay menatap wajah Justin, memikirkan Justin berteman dengan Enzo, jadi terpikirkan apa yang telah terjadi saat di Singapura.


"Aku begitu merindukanmu Nayna! Hanya saja akhir-akhir ini aku disibukan oleh Klan milikku dan juga urusanku dengan Viktor. Hingga, sedikit melupakan dirimu!"

__ADS_1


"Aku tidak sangka, kamu terlibat di dunia mafia! Ku pikir hanya memiliki usaha ilegal!" cibir Nay.


"Kamu memang tidak peduli padaku! Hingga, tidak mengenal diriku dengan baik. Padahal kita sempat dekat selama dua tahun."


"Kita hanya dekat karena urusan bisnis." jelas Nay, Nay menarik nafasnya dan melanjutkan perkataannya, "Karena ini sebuah kesalahpahaman. Jadi, biarkan aku pergi!"


"Hahahaha. Kamu tau Nay, setelah urusanku dengan Viktor selesai aku memang berencana mendapatkanmu! Tapi kamu malah datang dengan suka rela ke tempatku."


"Ku rasa ini ada dua kesalahpahaman. Yang pertama, anak buahmu salah culik dan yang kedua, aku tidak dengan suka rela datang ke tempatmu. Namun, kembali merancu ke kesalahpahaman pertama, anak buahmu salah menculik orang!" ucap Nay dengan menekankan perkataan salah menculik orang.


Justin memijat dahinya, dia pusing mendengar ocehan Nay yang berputar-putar, "Sudah, yang terpenting kamu sudah ada di sini!"


"Untuk apa aku disini? cepat lepaskan aku!" bentak Nay.


"Ini, yang kusuka padamu, tidak pernah terlihat takut pada siapapun. Bahkan, dengan liciknya bisa kabur dari jebakanku!"


Justin kesal dikatakan bodoh oleh Nay. "Yah, kamu benar semua adalah ulahku!"


Nay bangkit dari duduknya, "Kita tidak punya masalah apapun, sebaiknya kamu lepaskan aku!"


"Tidak punya masalah apapun? Nay, kamu lupa telah menolakku? aku mencoba mendekatimu dengan cara yang halus selama dua tahun dan kamu mencampakkan ku setelah bisnis kita selesai! Sepertinya kau lebih menyukai cara kasar!"


"Aku tidak pernah mencampakkan mu karena memang kita tidak ada hubungan! Jadi, biarkan aku pergi!"


Justin mendekatkan diri pada Nay dan mencubit dagunya, "Aku sangat menginginkanmu, untuk apa aku melepasmu!"


Nay menepis tangan Justin yang menyentuh dagunya, "Samudra akan segera datang, jadi jangan bertindak bodoh!"


"Hahaha, atau mungkin dia sedang asik dengan perempuan lain! Suamimu itu kan terkenal playboy!"

__ADS_1


"Kamu tidak mengenal kami, jadi jangan buang waktumu. Biarkan aku pergi!"


"Tidak akan!" Justin mendorong tubuh Nay dan menjatuhkan ke ranjang, mencoba untuk mencumbunya, Nay menolak, tangannya meraih gelas yang bekas dia pakai, meraih gelas tersebut yang berada di nakas ranjang dan memukulkan ke kepala Justin.


Justin teriak kesakitan, kesempatan itu digunakan Nay mendorong tubuh Justin, Nay lari ke arah balkon.


Justin bangkit dan mengejar Nay. Nay yang melihat itu, langsung naik ke atas balkon yang terbuat dari teralis besi.


"Jangan mendekat, jika kamu mendekat aku akan meloncat!" ancam Nay.


"Hahaha, Turunlah! Walaupun ini hanya lantai dua. Namun, jika kau terjatuh cukup membuat dirimu cacat seumur hidup!"


"Lebih baik cacat seumur hidup daripada harus bersamamu!"


"Dasar gila! kamu tidak akan berani melakukan nya!" maki Justin.


Justin terus melangkah, setapak demi setapak mendekatinya. Nay panik, dia harus membuat keputusan. Melihat ke arah bawah, menimbang resiko jika dia jatuh, memang hanya berlantai dua. Namun, bangunan rumah ini cukup tinggi. Nay mulai menutup matanya dan menjatuhkan dirinya, dia berkata pada dirinya sendiri, "Sam, maafkan aku! Aku mencintaimu!"


Bersambung.....


Jangan lupa πŸ‘β€οΈπŸŒΉdan juga komentarnya masih di tunggu.


Otor butuh saran dan kritik, agar otor bisa berkarya lebih baik lagi πŸ™πŸ™πŸ™


Salam Age Nairie πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


Rekomendasi novel hari ini, dari otor Kiss, cus kepoin 😊


__ADS_1


__ADS_2