SAMUDRA NAYNA

SAMUDRA NAYNA
BAB 82 Bertemu Teman Lama


__ADS_3

Sam menggendong Nay, mereka tertawa bersama, tidak peduli banyak mata yang melihat tingkah mereka.


Nyatanya, Sam hanya menggendong Nay hingga parkiran.


"Kenapa berhenti?" tanya Nay.


"Memangnya kamu mau digendong sampai Hotel!" keluh Sam.


"Bukannya, seharusnya keliling kota?" protes Nay.


"Kalau begitu, hutang dulu! Nanti, setelah pulang ke rumah aku gendong lagi."


"Baiklah, aku akan menagih janjimu!"


"Siap Ratu."


Mereka pergi ke restoran untuk makan malam, berbagai hidangan sudah tersedia di meja. Nay menikmati makanannya, berbeda dengan Sam yang hanya diam, tidak menikmati hidangannya. Bukan karena memikirkan apa yang di katakan Clara. Tapi, dia memperhatikan orang yang berdiri di dekat pintu masuk restoran.


Nay menghentikan makannya, dia melihat Sam yang tidak menyentuh makanannya, mengalihkan pandangannya ke arah pandangan Sam menatap. Seorang wanita cantik dengan pakaian berwarna cream, kecantikan alami yang menampilkan kepolosan. Nay mengalihkan kembali pandangannya ke arah Sam. Namun, Sam masih menatap ke arah orang yang berada di dekat pintu restoran tersebut.


Nay meletakan sendok dengan keras ke meja, Sam masih belum terpengaruh, tidak terganggu dengan suara sendok terbentur meja, tatapannya masih ke tempat yang sama. Kesal dengan apa yang Sam lakukan, Nay dengan keras menjewer telinga Sam.


"Auw, kenapa menjewer telingaku?" tanya Sam sambil memegang telinganya karena kesakitan.


"Habis, matamu jelalatan! Ngapain ngeliatin wanita lain? Bukannya kamu bilang hanya aku yang dapat menggodamu?"


"Siapa yang melihat wanita lain?" protes Sam.


"Itu, kamu melihat wanita cantik berbaju cream, kan!" tunjuk Nay dengan dagunya ke arah wanita yang di maksud.


"Aku bukan melihat wanita itu, aku melihat pria yang disampingnya! Pria yang dari tadi hanya terlihat punggungnya. Aku penasaran dengan wajahnya. Maka dari itu, aku menunggu pria itu berbalik untuk melihat wajahnya."


"Alasan saja! Untuk apa kamu memperhatikan seorang pria!" ucap Nay cemburu.


"Dia terlihat seperti teman lama, aku penasaran ingin lihat wajahnya."


"Kalau begitu panggil saja."


"Takut salah orang, temanku itu hidup berpindah-pindah tempat."

__ADS_1


"Siapa nama temanmu itu?"


"Viktor, kenapa?"


Tiba-tiba, tanpa izin Sam, Nay memanggilnya,


"Viktor!" teriak Nay.


"Apa-apaan kamu, memalukan saja! Bagaimana jika salah orang!" protes Sam.


Merasa ada yang memanggil, pria tersebut berbalik. Menghentikan aktivitasnya yang sedang berbincang melalui handphone. Menatap ke arah suara yang memanggilnya. Tidak lama dia tersenyum dan berjalan mendekati Sam. Tidak lupa, wanita berbaju cream juga berjalan di belakang Viktor. Begitu pula dengan Sam yang langsung memberikan senyum setelah melihat wajah Viktor.


"Samudra, lama tidak bertemu." Viktor langsung memeluk Sam.


"Aku sudah melihatmu. Namun, aku ragu untuk menyapa, takut salah orang! yang ku tau, terakhir kali kamu bilang sedang berada di Eropa." ujar Sam.


"Setahun terakhir aku berada di sini. Bagaimana kabarmu?"


"Kabarku baik. Oh ya, perkenalkan ini istriku." Sam menyentuh pundak Nay.


Nay dan Viktor berjabat tangan dan memperkenalkan diri. Sam melihat wanita di samping Viktor. "Siapa dia? kamu tidak ingin memperkenalkannya pada kami?"


"Oh, ini Debora, pelayanku!" ucap Viktor dingin.


"Maksudmu asisten?" ucap Sam memperjelas.


"Bukan, dia hanya pelayan penghangat ranjang!"


"Hahaha, bisa saja becandanya," ucap Sam.


"Aku tidak bercanda, dia hanya seorang ******!"


Debora langsung mengalihkan pandangannya, dia sangat membenci Viktor, haruskah mempermalukan dirinya di depan orang lain? dia ingin terlepas dari pria brengsek itu.


Begitu pula dengan Nay, dia merasa Viktor sangat brengsek, tidak di sangka ada pria yang berbicara pedas melebihi Sam, Sam pun pernah berkata kasar pada Nay, tapi setidaknya tidak pernah di depan orang lain. Itu pun, Sam sudah sangat menyesal.


"Apa kalian mau makan? kita makan bersama saja." Sam mengalahkan pembicaraan, dia sudah melihat wajah tidak suka di mata Nay.


"Boleh, kita sudah lama tidak bertemu."

__ADS_1


Mereka berempat di meja yang sama. Debora meminta ijin ke toilet. "Viktor, aku mau ke toilet."


"Pergilah," ucap Viktor dingin.


Tidak lama kepergian Debora, ponsel Viktor berdering. "Maaf, aku harus angkat telepon dulu," izin Viktor.


Viktor pergi menjauh untuk mengangkat telepon.


"Sam, kamu ketemu dimana dengan pria brengsek itu?" tanya Nay.


"Sstt, jangan kencang-kencang!" Sam membungkam mulut Nay dengan tangannya."Dia adalah orang yang pernah ku tolong dengan mengeluarkan peluru di tubuhnya!"


"Jadi, dia bos mafia?" ucap Nay pelan agar tidak dapat di dengar Viktor.


"Uhm," jawab Sam.


"Sepertinya ada yang salah dengan wanita tadi! terlihat sangat tidak bahagia, apalagi saat temanmu itu memperkenalkannya sebagai pelayan penghangat ranjang!"


"Masa?" tanya Sam.


"Memangnya kamu tidak perhatikan raut wajah Debora?"


"Aku hanya memperhatikan istriku, jadi tidak tau dengan wanita lain!"


Nay hanya melirik Sam sekilas, lalu bangkit dari duduknya.


"Mau kemana?" tanya Sam.


"Ke toilet."


"Kamu jangan mencampuri urusan orang lain, tidak semua, seperti yang kamu pikirkan."


"Iya." Nay hanya menjawab singkat, setelah itu pergi meninggalkan Sam ke toilet.


Bersambung......


Jangan lupa untuk like, love, vote dan komennya untuk mendukung otor butiran debu di padang pasir ini 😁


Terimakasih masih setia dengan kisah Samudra Nayna 🙏🙏🙏

__ADS_1


Salam Age Nairie 🥰🥰🥰


__ADS_2