
Nay menatap Sam dengan rasa kecewa, dia pikir Sam tidak akan mudah percaya omongan orang lain namun kenyataannya salah, Sam menganggapnya wanita liar.
“Nay bukan begitu maksud ku!” Sam mencoba menjelaskan.
“Maksudku adalah… aku mencintaimu apapun keadaanmu, bagiku yang terpenting adalah perasaan diantara kita.
Sebenarnya aku merasa tidak percaya diri, aku takut kamu memiliki orang lain di hatimu, karena dulu kamu lebih memilih Ryawan dari pada aku dan kamu juga pernah bilang bahwa kamu telah memberikan yang paling berharga dari mu.
Karena pengakuan mu itu,sehingga membuat ku menduga bahwa kamu....” Ucap Sam dengan dada berdegub dan tidak dapat meneruskan ucapannya, dia pasrah akan apa yang akan di katakan oleh Nay.
“Apa kamu mau tau, hal paling berharga milikku yang telah ku berikan pada Ryawan?” ucap Nay.
Sam menatap Nay dengan raut wajah yang penasaran.
“Kepercayaan!” lanjut Nay berucap.
“Ke..percayaan?” ucap Sam.
“Ya.”
“Apakah aku tidak bisa di percaya?” tanya Sam.
“Kamu yang membuat aku percaya pada Ryawan."
“Maksudmu?” ucap Sam bingung.
“Apa kamu ingat saat kita bertengkar waktu aku akan pentas drama romeo and juliet?”
“Ya, aku ingat! Aku tidak ingin kamu tampil karena yang jadi romeo si Dion, dia adalah seorang play boy dan di drama tersebut banyak adegan mesranya, pastinya dia akan cari cari kesempatan!”
“Kamu tau aku berganti kostum di ruang UKS dan kamu mengunci ku di sana!”
“Itu aku lakukan karena memang tidak ingin kamu tampil!” ucap Sam kemudian.
Sesaat kemudian dia baru mengingat, "Ruang UKS, claustrophobia!" batin Sam.
“Apa kamu….” Sam tidak bisa melanjutkan perkataannya.
__ADS_1
“Ya, Ryawan menolongku, di saat aku mulai ketakutan, dia datang dan mendobrak pintunya! saat itulah dimana aku dan dia menjadi dekat.”
Sam mengutuk dirinya sendiri, karena tindakannya membuat kesempatan pada pria lain jadi bisa dekat dengan Nay. Disaat Sam masih mengutukki kebodohannya, Nay melanjutkan ceritanya.
“Kesamaan nasib yang membuat kami saling memahami dan saling percaya, aku yang harus tampil sempurna agar dapat pengakuan keluarga begitu pun dengan dirinya. Kamu tau kan dia adalah penerima beasiswa dan jika dia tidak ingin beasiswanya hilang nilainya harus bagus.
Hidupnya penuh dengan tekanan, dia harus mempertahankan nilainya dan juga harus bertahan hidup dalam keluarga yang kacau, ayahnya melakukan tindakan KDRT kepada ibunya, karena itu dia dan ibunya meninggalkan ayahnya, pada saat itu ibunya sakit keras maka dari itu dia harus bekerja untuk biaya hidup dan juga pengobatan ibunya, dia juga harus giat belajar agar beasiswanya tidak hilang.”
“Karena itu kalian berpacaran?” tanya Sam.
“Yang bilang kami pacaran itu orang lain, bukan kami!”
“Orang bicara apa, itu karena apa yang mereka lihat! Tidak akan ada asap jika tidak ada api, semua orang bisa melihat kamu sering pulang bareng dengannya.”
“Karena itu lah kebanyakan orang hanya menilai dari apa yang mereka lihat tanpa mendengar dari orang yang bersangkutan!” Nay protes.
“Tapi kamu pun tidak menjelaskan hingga menimbulkan spekulasi, orang orang akan menduga kamu dan dia ada hubungan”
“Termasuk dirimu?”
“Ya!” ucap Sam dengan malu.
“Aku bisa melihat diriku pada dirinya, dia yang membantuku mengatasi masalah phobia ku, karena dia, aku bisa naik lift, setiap pulang sekolah kami sempatkan pergi ke mall hanya untuk keluar masuk lift dan itu berhasil, namun jika berada di ruangan yang sempit dan gelap aku masih belum bisa mengatasinya.”
Sam terus menyimak cerita Nay, dirinya merasa tidak ada apa apa di banding dengan Ryawan, disaat dia selalu mengganggu Nay disitu pula Ryawan selalu menolong Nay.
“Di saat aku menyatakan cintaku padamu dulu, bukankah kamu bilang ada orang lain yang kamu sukai?”
“Ya, kamu benar! Aku menyukai mu Samudra Alegian. Kamu lah orangnya, tapi orang yang aku sukai tidak dapat melihat diriku yang sebenarnya dan selalu menganggap ku sebagai wanita penggoda.”
Sam menarik dagu Nay hingga menghadap pada dirinya, “Tapi cinta ku padamu tidak pernah berubah dari dulu bahkan sampai detik ini.”
“Tapi dari beberapa detik terakhir ini, kamu masih menganggap ku barang bekas kan!” Nay masih kesal tentang penilaian Sam yang menganggapnya wanita yang mudah memberikan kehormatan pada pria lain.
“Yang pentingkan cintaku tidak pernah berubah, dulu aku bilang begitu karena melihatmu berpelukan dengan si Awan mendung, di gudang saat study tour di daerah pedesaan itu.”
“Apa kamu sekarang masih menduga yang tidak tidak setelah tau claustrophobia ku?”
__ADS_1
Sam merasa bersalah karena penilaiannya selama ini salah, dan lagi lagi bukan dia yang menolong Nay, terlebih lagi dia lah penyebab Nay sempat terkurung di UKS. "Maaf,” hanya kata itu yang terucap oleh Sam.
“Kami di fitnah, semua orang menganggap kami melakukan hal yang tidak pantas, aku tidak peduli dengan pandangan orang lain, tapi aku sangat peduli terhadap pandangan keluargaku. Aku tidak ingin terlihat cacat di mata kakekku, dan juga tidak ingin tanteku semakin merendahkan ku, yang akan meyakinkan dia bahwa aku memang perempuan tidak benar.
Karena melindungi ku dari nama baik dan tidak ingin claustrophobiaku di ketahui orang, Ryawan menghadap pada kakek bahwa dia terobsesi padaku dan ingin mencoba menodai ku.”
Sam melihat sebuah penyesalan di mata Nay “Karena itu pula dia di berhentikan oleh pihak sekolah, itu semua karena aku Sam! Dan sekarang aku tidak tau dia ada dimana”
Sam tau bahwa Ryawan keluar dari sekolah tapi tidak tau alasannya, karena pihak sekolah pun tertutup atas masalah itu.
“Dan sampai detik ini kamu masih mencarinya?” Nay hanya sedikit menganggukkan kepalanya.
Sam mengeratkan pelukannya pada Nay, dia jauh lebih lama mengenal Nay namun dia merasa jauh dibawah Ryawan karena lebih mengenal Nay.
“Katakan pada ku, kamu mencintai ku nay?” tanya Sam.
Mereka saling berpandangan “Aku mencintaimu Sam,” akhirnya kata itu terucap dari mulut Nay.
“Mulai sekarang kamu bisa bersandar padaku, tidak perlu tampil sempurna di depan siapapun dan kita akan cari Ryawan bersama!” ucap Sam dengan tegas.
Nay semakin masuk dalam dekapan Sam, “Apa kamu tidak marah?”
“Aku juga harus berterimakasih padanya bukan, karena telah menolong istriku dan aku juga tidak ingin kamu memiliki rasa bersalah padanya lagi, kita akan menebusnya!”
Sam tidak ingin memiliki hutang apapun pada Ryawan jadi dia ingin menyelesaikannya, dia juga tidak ingin di hati Nay ada nama pria lain walaupun perasaan itu adalah rasa penyesalan.
“Kamu percaya padaku, kan?” tanya Sam.
“Uhm, dan apa kamu juga percaya padaku? Bahwa tidak ada pria lain yang aku sukai selain dirimu?”
“Walaupun ada pria lain di hatimu aku akan membuat hanya aku yang ada di hatimu,” ucap Sam dengan percaya diri.
“Sam, terimakasih!” Nay mengucapkan terimakasih dengan tulus.
“Bukan begitu cara berterima kasih!”
Sam menunjuk pipinya, Nay pun mengerti dan mengecup pipi Sam. Namun dia tidak akan puas hanya dengan kecupan di pipi, dia langsung menarik dagu Nay dan memulai mencium bibir ranum Nay lalu memulai aktivitas pengantin baru lagi.
__ADS_1
Bersambung..............