SAMUDRA NAYNA

SAMUDRA NAYNA
BAB 57 Sisil


__ADS_3

Nay terkejut dengan panggilan Sisil tehadap Sam, mengapa anak kecil itu memanggil suaminya dengan sebutan ‘Daddy’, Sam tidak kalah terkejut, bukan karena sebutan tersebut, melainkan mengapa Sisil ada disini!


“Daddy! Kenapa Daddy lama tidak pulang?” ucap Sisil yang memeluk kaki Sam.


“Emm, Daddy sedang banyak pekerjaan jadi tidak bisa ke rumah Sisil lagi.”


Nay memperhatikan interaksi mereka, begitu banyak pertanyaan yang ada dikepala Nay, menduga-duga apa hubungan mereka hingga begitu akrab.


Sam apa ini? apa kamu melakukan kesalahan dimasa lalu? Apa jangan-jangan sebenarnya kamu seorang duda yang menelantarkan anakmu? Ku mohon Sam, kamu jangan drama seperti sinetron ikan terbang.


Belum selesai dengan segala yang ada dipikirannya, sudah terdengar suara seorang wanita memanggil nama suaminya.


“Sam!” panggil Falista.


“Fa—lista,” ucap Sam.


“Sisil kemari,” Falista memanggil Sisil.


“Mommy, Daddy sudah ketemu, ayo ajak Daddy pulang!” ucap Sisil.


“Sisil, Daddy banyak pekerjaan, lain kali saja yah?” bujuk Falista.


“Tidak mau, Daddy harus pulang,” rengek Sisil.


Nay hanya memperhatikan percakapan mereka dengan mengetuk-ngetuk sepatu high heels-nya, Sam menyadari bahwa Nay menunggu penjelasannya.


“Em, Falista perkenalkan ini Nayna, istriku!” ucap Sam.


Walaupun dia tau bahwa Sam mencintai wanita bernama Nayna, tetap saja terkejut setelah mendengar Sam menikah dengan wanita itu, terlebih sekarang wanita itu ada di depannya, “Hai, aku Falista.” Falista sedikit menganggukan kepalanya.


Nay hanya membalas dengan senyuman, tidak ada niatan diantara mereka untuk berjabat tangan.


“Daddy menikah dengan tante ini?” tunjuk Sisil pada Nay, “bukannya akan menikah dengan mommy?”


“Iya Daddy menikah dengan tante Nayna, namun Daddy tetaplah Daddymu.”


Mata bulat Sisil mengembun dan mulai mengeluarkan air mata, “Daddy jahat! Kalau Daddy tidak menikah dengan Mommy artinya Daddy tidak akan pulang, kan?”


“Kalau Daddy sudah tidak sibuk Daddy akan mengunjungi Sisil, begitu juga dengan Tante Nayna!” ucap Sam dengan melirik kearah Nay.


“Daddy janji?”

__ADS_1


“Janji.”


“Tante juga janji?” tanya Sisil pada Nay.


“Tentu, Tante akan mengunjungi Sisil dan juga Mommy Sisil, kita akan bersama-sama menjaga Daddy agar tidak nakal!” Nay bicara dengan senyum yang sangat hangat dengan sejuta makna didalamnya.


“Daddy tidak nakal, Tante?”


“Ya, Daddy memang tidak nakal namun kadang-kadang dia suka bermain sesuatu yang berbahaya!”


“Maksud Tante, main api bahaya?” ucap Sisil polos.


“Ya, benar, kamu memang pintar Sisil.” Nay mengelus rambut Sisil.


“Falista, Sisil, Daddy masih ada urusan jadi Daddy pergi dulu ya!” pamit Sam pada Sisil dan Falista.


“Kalau begitu kami pergi dulu ya,” ucap Nay tersenyum manis pada Sisil lalu beralih pada Falista namun dengan senyum yang berbeda.


Sam dan Nay pergi meninggalkan Sisil dan Falista, dengan tangan Nay yang merangkul lengan Sam, lalu dia berbisik, “Kamu harus mejelaskan semuanya padaku!”


Sam hanya bisa melirik ke arah Nay, dia tau istrinya dalam mode marah.


Setelah acara reuni selesai Zima tidak mengantar Nima kerumah, dia menemani Nima untuk membeli perlengkapan melukisnya.


“Masih jauh tempatnya?” ucap Zima dengan tangan memegang stir kemudi.


“Sebentar lagi Kak!”


“Kenapa tidak beli di mall? Bukannya tersedia juga?”


“Iya sih, tapi aku sudah langganan di toko itu, harganya miring namun kualitasnya juga bagus.”


“Emm, Oh ya, tadi kenapa Nay dan Sam pulang duluan?”


“Sebenarnya, saat aku dan Nay di toilet ada orang yang bicara buruk tentang Nay, kami mendengar hinaan mereka, Nay langsung melabraknya dan aku salah sangka padanya, aku pikir Nay akan mencelakai orang tersebut jadi aku menarik Nay keluar! Mungkin karena itu dia marah padaku,” ucap Nima lesu.


“Sudahlah, lupakan saja! Nay bukan orang seperti itu, dia pasti akan memafkanmu!”


“Semoga.”


“Pasti, yakin padaku!”

__ADS_1


Nima tersenyum pada Zima, hatinya senang bisa bersama Zima namun dia sudah putuskan untuk menghapus rasa cintanya, dia akan mencoba untuk mencintai orang yang akan mencintainya. Saat Nima masih dalam pemikirannya, ponselnya berdering.


“Hallo, Bian!”


“Kamu sudah pulang?” tanya Bian.


“Iya, acaranya sudah selesai, ini aku lagi dalam perjalanan membeli perlengkapan melukisku, kamu masih lembur?”


“Lagi istirahat sebentar, nanti lanjut lagi.”


“Wah kamu memang pekerja keras, Sam pasti membayarmu tinggi! Kamu bekerja, dia malah berkencan dengan istrinya.”


“He.. he.. demi masa depan yang cerah.”


“Benar, benar, laki-laki harus bekerja keras untuk keluarga! Demi masa depan yang cerah, Semangat Bian!”


Zima melihat Nima yang begitu bahagia berbicara dengan Bian.


Apa-apaan mereka! Sudah membicarakan masa depan yang cerah!


“Nanti malam kamu ada acara?” tanya Bian.


“Nanti malam? Tidak ada, biasanya aku hanya menemani Ibu nonton drama korea, kenapa?”


“Boleh aku main kerumah jika pekerjaanku sudah selesai?”


“Mau main ke rumah? Boleh, asal jangan terlalu larut saja.”


“Oke, aku lanjutkan pekerjaanku dulu agar bisa lebih awal main kerumahmu yah.”


“Oke, kabari saja jika jadi kerumah.”


Setelah itu mereka mengakhiri sambungan telepon, belum juga Nima menaruh ponselnya kedalam tas, Zima sudah bertanya, “Apa hubunganmu dengannya?”


Bersambung….


Jangan lupa like, love dan vote, jika berkenan beri bunga dan komentarnya ya 🙏🙏🙏


terima kasih 🙏


Salam Age Nairie 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2