
“Apa hubunganmu dengan Bian?” tanya Zima.
“Hanya teman,” jawab Nima.
“Lalu kenapa sampai bicara tentang masa depan?”
“Memang kenapa?”
“Tidak apa, tapi biasanya hanya pasangan yang akan menikah yang membahas masa depan.”
“Kita kan tidak pernah tau masa depan kita seperti apa.”
“Jadi kamu mau menikah dengannya?”
“Mana aku tau, dia sendiri belum bilang apapun padaku!”
“Kamu mengharapkan dia melamarmu?”
“Emm, tidak juga, tapi jika dia benar-benar tulus padaku, aku akan mempertimbangkannya.”
“Memang kakekmu setuju, jika kamu dengannya? bukannya dia akan melihat status sosial? Nay saja dipisahkan dengan Ryawan yang hanya dari kalangan biasa!”
Nima kesal dengan perkataan Zima tentang status, dia menunduk dan berkata, “Kak Zima tidak perlu pusing memikirkan status Bian, karena statusku juga hanya ANAK ANGKAT jadi kemungkinan tidak masalah jika aku bersama Bian yang statusnya orang biasa.” Nima berkata dengan menekankan kata Anak Angkat.
“Maksudku bukan begitu!” Zima mencoba menjelaskan.
“Tolong berhenti, aku tidak jadi membeli perlengkapan melukisku!”
Zima menghentikan mobilnya di pinggir jalan, “Nima, aku tidak bermaksud membahas statusmu!”
“Iya, aku paham, terima kasih atas tumpangannya!"
__ADS_1
“Biar aku antar pulang.”
“Tidak perlu, aku akan pulang naik taxi saja, Bian akan datang kerumah, aku tidak mau membuatnya menungguku!”
Zima kesal setiap Nima membahas Bian.
“Kenapa kamu mengharapkan Bian datang padamu? Begitu mudahnya kamu memberikan hatimu pada orang lain?” ucap Zima menahan emosi.
“Kenapa Kak Zima marah? Aku hanyalah anak angkat yang tidak diketahui asal usulnya, aku sangat bersyukur ada Bian yang tulus mendekatiku, padahal dia tau bahwa aku bukan cucu kandung Kakek Adam!”
“Tidak ada yang membedakanmu dengan Nay! kamu hanya mencari alasan saja untuk bisa bersama Bian, kamu mudah sekali menyerahkan hatimu pada orang lain, dulu kamu bilang suka padaku tapi sekarang kamu memberikan hatimu untuk Bian!” Zima tidak terima jika Nima memberikan kesempatan pada Bian.
“Kakak lupa bahwa Kakak sudah menolakku? Aku memang pernah mencintaimu bahkan hingga beberapa detik yang lalu. Namun, mulai detik ini aku akan menghapus perasaan cintaku padamu. Aku akan memilih orang yang tulus padaku dan aku akan berusaha untuk mencintainya!” Nima menarik nafasnya dan berkata, “semoga Kakak menemukan wanita yang statusnya sama dengan Kakak!”
Nima memegang handle pintu untuk keluar dari mobil tapi Zima malah mengunci pintunya.
“Cepat buka pintunya!” pinta Nima dengan emosi.
“Ya,” ucap Nima tegas.
Mereka saling tatap, dan Zima berkata, “Itu tidak akan pernah terjadi Nima!” Zima langsung menarik tengkuk Nima dan mulai menciumnya, Nima hanya dapat melebarkan matanya karena terkejut dengan ciuman tiba-tiba Zima, bagaikan sebuah manikin yang tidak dapat bergerak, Zima merasakan tidak ada pergerakan dari Nima, dia menggigit sedikit bibir bawahnya hingga Nima akhirnya membuka mulutnya, kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Zima, dia mulai menerobos masuk untuk mencicipi manis strawberry dimulut Nima.
Setelah ciuman yang lumayan panjang, Zima melepaskannya, Nima hanya bisa menunduk atas apa yang telah mereka lakukan. Zima mencubit dagu Nima dengan jarinya, hingga Nima menatapnya, “Jangan pernah dekat dengan Bian atau pria manapun!” ancam Zima.
Nima hanya terdiam, entah kenapa dia tidak bisa berkata apa-apa.
“Apa kamu mengerti?” ucap Zima.
Nima menganggukkan kepalanya dan berkata, “A—ku mau pulang.”
Zima mengantar Nima pulang kerumahnya, setibanya di depan rumah, “Aku masuk dulu Kak!”
__ADS_1
“Aku juga mau ikut masuk.”
“Mau apa?”
“Aku tidak boleh masuk? Apa hanya Bian yang boleh datang?”
“Bukan begitu, biarkan aku sendiri dulu Kak!”
“Dan kamu akan menunggu Bian datang?”
“Kak Zima!” bentak Nima.
“Berhenti berhubungan dengan Bian!”
“Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya!”
“Kalau begitu jangan beri dia harapan!”
“Apa Kakak sekarang yang sedang memberiku harapan?”
Zima terpaku dengan ucapan Nima, dia hanya tidak ingin Nima dekat dengan pria lain, tapi dia juga tidak tau bagaimana perasaannya terhadap Nima. Nima menyadari diamnya Zima.
“Kenapa diam? Kakak tidak bisa menjawabnya? Sudahlah Kak, aku tau Kakak masih mencintai mantan pacar Kakak itu, jangan memberiku harapan palsu!” Nima mengambil tasnya dan berkata, “dan jangan lakukan itu lagi, aku tidak akan memaafkan Kakak jika hal itu terjadi lagi!”
Nima membuka pintu dan keluar dari mobil, Zima yang terpaku menyadari Nima telah keluar dan ikut mengejar Nima, dia menarik lengan Nima, mendorongnya hingga punggung Nima bersandar pada mobil dan mulai menciumnya kembali, setelah ciuman itu usai Zima berkata, “Ayo kita menikah?”
Bersambung....
Jangan lupa like n love nya 🥰
Terima kasih masih setia dengan Samudra Nayna 🙏🙏🙏
__ADS_1
Salam Age Nairie 🥰🥰🥰