
Zivana begitu terkejut saat masuk ke dalam villanya dan melihat kamarnya yang sudah di dekorasi oleh taburan kelopak bunga mawar merah dan putih di lantai menuju tempat tidurnya. Ia juga melihat taburan kelopak bunga mawar membentuk sebuah tulisan I LOVE U di atas tempat tidurnya.
"Ini indah sekali, Kak." Kata Zivana dengan mata Berbinar. Pasalnya saat meninggalkan kamar Villa tadi, kondisinya tidak seromantis ini.
Samudra memeluk Zivana dari belakang, "Suka?"
Zivana mengangguk. "I Love U, Kak."
"Love U too, Sweety." Balas Samudra sambil mencium daun telinga Zivana kemudian turun untuk menelusuri leher jenjang Zivana.
Zivana membalikan tubuhnya dan melingkarkan kedua tangannya di leher Samudra dan tangan Samudra memegang pinggang ramping Zivana dan menariknya hingga menempel pada Samudra.
Mata mereka saling beradu, tangan Samudra mengusap naik ke punggung Zivana yang masih tertutup oleh gaun yang Samudra belikan hingga berhenti di tengkuk Zivana.
Samudra mendekatkan wajahnya sambil menahan tengkuk Zivana dan Zivana memejamkan kedua matanya.
"I love U." Kata Samudra berbisik kemudian mencium bibir Zivana dan mellummatnya perlahan.
Zivana pun membalas ciuman hangat itu, memberikan akses lebih pada Samudra dan Samudra semakin dalam mencium bibir Zivana.
"Emhhh Kak..." Zivana melepas ciuman Samudra dan menahan dada bidang Samudra saat merasa nafasnya sudah habis.
"Sayang, bolehkah aku meminta hakku sekarang?" Tanya Samudra dengan suara berat.
Zivana menatap dalam mata Samudra yang sudah diselimuti gairah yang tinggi.
"Kak..."
"Hemm..."
"Boleh aku ke kamar mandi sebentar?" Tanya Zivana.
Samudra hanya diam saja, Samudra menganggap jika Zivana masih belum siap untuk memberikan kewajibannya pada Samudra.
Zivana mengecup sekilas bibir Samudra. "Sebentar saja, Kak."
Samudra mengangguk, ia tidak akan memaksakan diri untuk egois. Samudra melepaskan tangannya dari tubuh Zivana kemudian Zivana segera menuju lemari dimana bajunya sudah di tata rapih disana kemudian Zivana beranjak menuju kamar mandi. Sementara itu Samudra hanya bisa memijat pelipisnya karena ia yakin harus menahan hasratnya kembali hingga nanti Zivana siap memberikannya pada Samudra.
"Untungnya aku cinta, Ziv." Gumam Samudra lalu tersenyum tipis.
Di dalam kamar mandi yang cukup luas itu, Zivana melihat tubuhnya yang kini berbalut lingerie tipis berwarna nude. Entah mengapa saat sebelum keberangkatan mereka ke Maldives, Zivana membawa lingerie yang diberikan oleh Lova sebelum mereka berangkat ke Maldives.
Zivana juga menyemprotkan parfum di sekitar tubuhnya, ia juga merapihkan sedikit riasannya untuk berusaha tampil secantik mungkin di hadapan Samudra dan memberikan kesan tak terlupakan untuk malam pertama mereka.
__ADS_1
"Zivana, ini sempurna sekali." Puji Zivana pada dirinya sendiri sambil melihat seluruh tubuhnya di depan kaca.
"Sehabis ini, Kak Sam pasti akan semakin mencintaiku." Ucapnya penuh percaya diri.
Zivana perlahan keluar dari dalam kamar mandi, ia melihat Samudra yang tengah berdiri menghadap pintu kaca melihat pemandangan laut di malam hari.
Zivana melangkah mendekati Samudra dan memeluk Samudra dari belakang lalu menyandarkan kepalanya di punggung Samudra.
Samudra mencium aroma wangi tubuh Zivana yang harumnya menyeruak ke seluruh ruangan. Samudra membalikan tubuhnya dan terpana melihat penampilan Zivana yang nakal menurut versi Samudra.
"Ziv...." Samudra menelan kasar salivanya.
"Ziv, oh My God, My Zivana..." Samudra dengan gemas mengangkat tubuh Zivana, menggendongnya ala bridal.
"Ini juga kejutan dariku untuk Kakak." Zivana mengalungkan tangannya di leher Samudra dan mengecup sekilas bibir Samudra.
Samudra sudah tidak bisa berkata apa apa lagi, ia segera membawa Zivana ke atas ranjang dan membaringkannya secara perlahan, Samudra juga membersihkan kelopak bunga itu dari atas kasur agar tidak mengganggu aktifitas mereka. Samudra pun kini menindih tubuh Zivana dengan menopang satu tangannya agar tidak menyakiti Zivana.
"Siap memberikannya padaku?" Tanya Samudra dengan suara berat yang di angguki oleh Zivana.
Tangan Zivana terulur mengusap rahang tegas Samudra, "I'm yours." Jawab Zivana sensual membuat Samudra semakin bersemangat.
Tanpa menundanya lagi, Samudra segera meraup bibir Zivana, ia menelusuri bagian dalam rongga dengan lidahnya, kemudian turun menelusuri leher jenjang Zivana. Tangan Samudra mengusap paha mulus Zivana yang terpampang jelas kemudian mengusap pinggang dan tiba di bagian dua gunung kembar Zivana.
Samudra memberikan kissmark di bagian bagian sensitif Zivana membuat Zivana melenguh nikmat, apa lagi saat Samudra mulai menyesap satu bagian gunung kembar membuat Zivana mendesssyahh menyebut nama Samudra. "Akhh Kak Sam..."
Samudra segera meraup bagian inti Zivana dan memainkannya dengan lidahnya.
"Akhh, Kak jangan disitu." Kata Zivana tidak percaya diri.
Namun larangan Zivana di abaikan oleh Samudra yang benar benar sudah bergairah, Samudra terus saja memainkan lidahnya dan membuat Zivana melenguh berkali kali.
"Kak.. A ku..."
"Akh.. Kak..."
Samudra melepaskannya saat merasa Zivana merasakan pelepasan pertamanya. Nafas Zivana terengah engah sementara Samudra segera menanggalkan pakaiannya dan kembali menindih tubuh Zivana sambil mengusap dengan lembut pipi Zivana.
"Kak.." Zivana menutup wajahnya saat melihat pusaka berharga, aset berharga milik Samudra.
Samudra menurunkan kedua tangan Zivana yang menutupi wajahnya sendiri. "Hei, kenapa?"
Zivana menggelengkan kepalanya dengan wajah yang sudah merona merah.
__ADS_1
"Aku mulai ya?" Kata Samudra dan Zivana menatap kedua bola mata Samudra.
"Kenapa, hem?" Samudra bertanya karena Zivana tidak memberikan respon sama sekali.
"Besar sekali." Gumam Zivana, "Memangnya bisa masuk, Kak?"
Mendengar hal itu, Samudra tergelak. Istrinya begitu polos bahkan untuk urusan ranjang sekalipun.
"Bisa, kan ini rumahnya." Kata Samudra sambil memainkan jari jarinya di bagian inti Zivana.
"Tapi pelan pelan ya Kak."
Samudra mengangguk. "Aku akan melakukannya selembut mungkin, tahan sedikit ya."
Zivana mengangguk, Samudra memulai kembali mencumbui Zivana di area dadanya, kemudian Zivana merangkul kepala Samudra. Setelah dirasa Zivana kembali rileks, kini Samudra mulai mengarahkan pusakanya ke bagian inti Zivana, mencoba menerobosonya namun pinggul Samudra di tahan oleh Zivana.
"Sakit, Kak...."
Samudra kembali menciumi wajah Zivana kemudian memagut kembali bibirnya hingga Zivana meregangkan tangannya dari pinggul Samudra, dan di saaat seperti itu, Samudra kembali menghentakan pusakanya di bagian inti Zivana, tepat di hentakan ke dua, Samudra berhasil menerobos mahkota Zivana,membuat Zivana sedikit meringis hingga mengeluarkan air mata dari sudut matanya.
Samudra mendiamkan sebentar miliknya hingga Zivana membuka kedua matanya.
"Maaf.." Kata Samudra berbisik.
Zivana hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Terimakasih sudah menjadikan aku yang pertama." Samudra menciumi seluruh wajah Zivana.
Setelah itu Samudra kembali memompa tubuh Zivana hingga mereka berdua merasa terbang ke langit ke tujuh, merasakan kenikmatan yang hanya di rasakan oleh mereka untuk pertama kalinya, hingga suara kamar dipenuhi oleh desyahan merdu dari keduanya.
Samudra tidak ingin egois, setelah di rasa Zivana mendapatkan pelepasannya, Samudra juga menyudahi aktifitasnya mengingat ini yang pertama kalinya untuk Zivana.
"Akhh, Kak..."
"Bersama, Sayang...."
"Emphhhh." Samudra mengerang mengeluarkan benih benih dirinya di rahim sang istri.
Hingga Samudra ambruk dan segera menggulirkan tubuhnya di samping Zivana dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya, Samudra juga menarik Zivana ke dalam dekapannya dan mendekapnya dengan erat, tak henti hentinya Samudra menciumi puncak kepala Zivana dan mengucapkan kata terimakasih serta I love You di puncak kepala Zivana.
...****************...
Vote mana Vote? Senin udah aku kasih yang enak enak, Vote nya jangan lupa.
__ADS_1
Kalau Vote nya naik, nanti aku tambahin lagi enak enaknya di bab satunya lagi.
Ramein juga komentar, karena aku sering baca bacain komentar kalian.