Satu Malam Menjadi Ayah Muda

Satu Malam Menjadi Ayah Muda
BAB 41


__ADS_3

Cean tengah memikirkan semua perkataan Nadlyn tentang Rena. Sebenarnya apa yang dibicarakan Rena pada Nadlyn? Kenapa Nadlyn seolah tidak rela.


Cean mengingat betul saat dirinya dan Rena tinggal bersama di London, mereka hanya sebatas tinggal bersama dan Rena pun lebih sering ke luar kota bahkan ke luar negri jika sedang ada jadwal modeling nya.


Meski Rena sering menggoda Cean, namun Cean tidak pernah tergoda sedikitpun. Bahkan Cean seperti kehilangan hasratnya meski ia melihat Rena nyaris tanpa busana.


Cean pun berpikir, jika dirinya menjadi impoten bukan karena kecelakaan itu, melainkan jika sebelum kecelakaan itu pun miliknya sudah bermasalah. Namun Cean tidak mengerti mengapa di dekat Naldyn, miliknya bereaksi seolah minta di tuntaskan hasratnya.


"Bagaimana bisa aku menemukan Rena dengan kondisiku? Kenapa Rena tidak mencariku dan malah menemui Nadlyn?" Gumam Cean dengan frustasi.


**


Robi tengah bertemu dengan kliennya di sebuah restoran, tanpa sengaja Hellena melihat keberadaan Robi namun Robi bersikap cuek bahkan seolah tidak mengenali Hellen.


"Mas Robi..." Panggil Hellen saat Robi baru saja selesai bertemu dengan kliennya dan Hellen mencegatnya di parkiran.


Robi berdiri tepat di depan Hellen karena Hellen menghalangi langkahnya.


"Mau apa?" Tanya Robi.


"Mas, kita harus bicara." Ajak Hellen.


"Tidak ada yang harus di bicarakan lagi, Hellen, semua sudah berlalu dari saat kamu memilih duda kaya itu dan meninggalkan aku." Kata Robi mengingatkan.


"Aku terpaksa, Mas."


"Menyingkir dariku." Kata Robi sambil menarik lengan Hellen dan membuat Hellen tersungkur.


Robi sebenarnya tidak tega terlebih Hellen adalah wanita yang pernah hidup bersamanya meski tanpa sebuah ikatan. Namun Robi masih merasakan sakit hati yang Hellen torehkan.


"Kenapa kamu menyakitiku Mas?" Lirih Hellen dengan posisi duduk dan mendongak melihat Robi yang terlihat angkuh.


"Karena kamu berani menyakiti putriku." Geram Robi. "Aku tidak tau jika Dirga adalah putramu, jika aku tau, aku akan melarang Nadlyn untuk dekat dengan Dirga meski aku sangat menyukai Dirga untu ku jadikan menantuku." Desisnya lagi.


Dengan tertarih, Hellena berdiri dan berjalan mendekati Robi. "Sampai kapanpun Dirga tidak akan menikah dengan Nadlyn."


Robi tersenyum mengejek. "Aku tau, karena kau menginginkan wanita kaya untuk Dirga, kan?" Tebaknya. "Tapi jodoh tidak ada yang tau, Hellena. Bisa saja mereka berjodoh dan menikah tanpa harus kau ketahui."

__ADS_1


"Itu tidak boleh terjadi!!" Sentak Hellena.


"Kenapa? Kau tidak ingin berbesan dengan mantanmu ini?" Sindir Robi.


Hellena terdiam.


"Atau kau ingin mengejarku lagi, dan menjadikanku Ayah tiri untuk Dirga?" Sindirnya lagi.


Helena memberanikan diri menatap kedua mata Robi. "Kau akan menyesal jika tau kenyataannya, Mas."


"Soal apa?" Tanya Robi menantang.


"Soal kau yang tiba tiba menghilang karena menikahi seorang duda kaya beranak dua perempuan dan kau melahirkan seorang putra mahkota untuknya?" Tebak Robi.


Dada Hellena bergemuruh, ia membalikan tubuhnya untuk meninggalkan Robi.


"Aku tidak akan pernah melarang Dirga untuk mendekati Nadlyn." Desis Robi yang membuat Hellena mematung.


"Aku akan membalas rasa sakit hatiku padamu, dan penghinaanmu pada putriku dengan membiarkan Dirga tetap bersama Nadlyn." Robi membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalam mobilnya.


"Dirga adalah anakmu juga, Mas!!" Lirih Hellena tanpa Robi dengar karena bertepatan dengan suara mesin mobil yang baru di nyalakan.


"Aku benar benar tidak akan melarang Dirga untuk mendekati Nadlyn, aku akan membuat Hellena merasakan sakit hati bagaimana rasanya di tinggalkan oleh orang yang aku perjuangkan dulu.".


Hellena tiba di rumah bersamaan dengan Dirga yang baru juga sampai.


"Mi, kenapa Kaki Mami?" Tanya Dirga saat melihat Hellena jalan dengan sedikit pincang.


"Ah tidak apa apa, ini karena Mami tadi terjatuh saat di parkiran." Jawab Hellena karena kaki Hellena terlihat terluka karena goresan.


"Koq bisa?" Tanya Dirga kemudian membawa sang ibu untuk masuk dan mendudukannya di taman belakang rumah mereka.


Dirga segera mengambil kotak obat dan mengobati luka di kaki Hellena.


Hellena dan Dirga memang hanya tinggal berdua, sementara ke dua Kakak tiri Dirga sudah menikah dan ikut dengan suaminya.


"Dirgaa.." Panggil Hellena saat Dirga fokus membersihkan dulu luka Hellena sebelum di olesi oleh obat khusus luka luar.

__ADS_1


"Iya Mi.."


"Apa istimewanya Nadlyn di matamu?" Tanya Hellena membuat Dirga menghentikan aktifitasnya dan menatap wajah Hellena.


"Kenapa Mami mempertanyakan soal Nadlyn? Mami tidak berencana menyakiti Nadlyn maupun anaknya kan?" Selidik Dirga.


"Apa Mami sejahat itu di matamu?" Tanya Hellena.


"Mami bukan jahat, hanya saja Mami terlalu tega dan tidak berperasaan." Jawab Dirga.


Hellena diam, ia memang menyadari sikapnya yang tega dan tidak berperasaan. Kata kata ini juga pernah ia dengar dari mulut Robi saat Hellena memutuskan menikah dengan duda beranak dua.


Hellena diam, buah jatuh memang tidak jauh dari pohonnya. Sikap Dirga memang percis seperti Robi, memiliki hati yang lembut dan mudah di tekan.


"Bagiku Nadlyn istimewa, karena dia wanita yang kuat dan tidak lemah. Aku mencintainya sejak dari SMA." Ucap Dirga apa adanya.


"Sejak kapan kau mulai mengenal keluarganya Nadlyn?" Tanya Hellena kembali.


"Sejak bertemu dengan Nadlyn kembali dalam kondisi hamil, aku sering main ke rumahnya dan disana Nadlyn tinggal berdua dengan Papanya." Jawab Dirga tanpa rasa curiga. Dirga hanya berharap jika Hellena tau perasaannya terhadap Nadlyn, maka Hellena akan merestuinya dan mengijinkannya untuk memutuskan pertunangannya dengan Yuri.


"Bagaimana dengan keluarga Nadlyn? Apa Ayahnya sangat baik?" Tanya Hellena lagi.


"Uncle Robi sangat baik, bahkan aku iri pada Nadlyn karena mempunyai Papa sebaik Uncle Robi."


"Dia juga baik padamu?" Hellena terus saja bertanya untuk mengetahui sejauh mana Dirga mengenal Robi.


"Sangat baik, Mi. Kami sering berbicara soal bisnis. Uncle Robi meski dia tidak memiliki perusahaan sendiri tetapi pengetahuan tentang bisnis nya luas sekali, aku kagum padanya. Bahkan aku merasa sedang berbicara pada Papaku sendiri jika sedang berbicara dengan Uncle Robi."


Deg..


Helena terdiam mendengar ungkapan hati Dirga tentang Robi.


"Mi, apa sekarang Mami mengijinkanku untuk mengejar cintaku pada Nadlyn? Aku sangat mencintainya, Mi. Aku juga sangat menyayangi Samudra." Pinta Dirga.


"Tidak." Jawab Hellena dengan cepat. "Kamu tetap akan menikah dengan Yuri."


Dirga mendessah tak bersemangat, ia sempat mengira jika sang ibu bertanya banyak hal tentang Nadlyn itu karena mulai menerima Nadlyn, ternyata prediksi nya salah.

__ADS_1


Hellena melihat kekecewaan di wajah Dirga. "Tak bisa kah jika kau hanya menganggap Nadlyn itu hanya sebagai adikmu saja? Mami tidak akan menghalangi hubunganmu dengan Nadlyn jika itu sebatas adik dan Kakak."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2