
"Surprise" Seru banyak orang yang tak lain adalah Cean, Nadlyn, Dirga, Yuri, Lova, Ziel. Bahkan disana ada juga Nanda dan Pras yang sengaja datang dari swiss juga Robi dan Hellena yang datang ingin menyaksikan kebahagiaan Samudra dan Zivana.
Zivana menutup mulutnya dengan kedua tangannya kemudian menoleh ke arah Samudra.
"Kejutan untuk kamu." Ucap Samudra dengan lembut.
Zivana memeluk Samudra, "Aku suka sekali, Kak. Terimakasih." Balasnya.
Lova menarik Zivana dari dalam pelukan Samudra. "Udah deh gak usah peluk peluk, banyak orang disini." Ledeknya.
"Hemm, jomblo ngiri." Sahut Ziel.
"Kamu juga jomblo, Ziel." Cibir Zivana pada adik tengilnya itu.
Mereka semua yang ada disana tertawa hangat melihat generasi ketiga mereka yang akur dan hidup dengan rukun.
Mereka bercengkraman di teras yang cukup luas dan menghadap langsung laut biru, sementara itu Lova terus saja menempel pada Zivana.
"Apa ini?" Cibir Lova menunjuk pada warna merah di dekat telinga Zivana.
"Tanda cinta Kak Sam." Jawab Zivana sekenanya.
"Ishh gak ditutupin, apa?"
"Kan Aku gak tau kalau Kak Sam bikin kejutan seperti ini, boyong keluarga besar kesini, sampai ada Oma Nanda dan Opa Pras yang datang jauh jauh dari Swiss."
"Kalau tau duluan namanya bukan kejutan, tapi pengumuman." Balas Lova lalu tertawa. "Kamu tidur denganku, kan Ziv?" Tanya Lova karena jika sedang berpergian, Lova dan Zivana selalu tidur satu kamar.
"Tentu saja tidak."
"Kenapa?"
"Ishh, aku kan sudah menikah, tidur dengan suamiku lah."
"Kali ini saja, Ziv..." Pinta Lova.
"Tidak mau."
"Kenapa sih?" Tanya Lova penasaran.
"Aku mau ngerasain yang enak enak lagi." Jawabnya ambigu.
"Enak enak gimana?"
"Ya enak enak lah, Lov. Hubungan ranjang." Zivana mengedipkan satu matanya pada Lova.
"Ya Tuhan, Ziv....." Lova memutar malas bola matanya.
__ADS_1
"Aku tidak sabar bergoyang di atas Kak Sam, karena aku belum mencoba gaya itu."
"Lalu dari kemarin ngapain aja?"
"Kan baru juga belah duren, belum banyak gaya yang kami lakukan, Ziv. Ini aja masih perih."
"Ya Tuhan, Ziv...." lova tergelak. Zivana benar benar santai membicarakan hal seperti ini membuat Lova bergidik ngeri sendiri meski dirinya juga begitu penasaran.
"Beneran enak, Ziv?"
"Tentu saja, awalnya sih sakit, tapi udahnya enak, Lov. Kamu harus coba tapi nanti jika kamu sudah menikah."
Lova mencebik, "Harusnya kamu jangan membicarakan urusan ranjang pada wanita lajang sepertiku."
"Sengaja kan, Lov. Biar kamu cepat nikah." Zivana tertawa berhasil mengerjai Lova.
Sementara itu, Robi, Cean, Pras dan Dirga tengah mengobrol bersama.
"Daddy lega karena pada akhirnya Samudra dan Zivana menerima pernikahan ini." Kata Pras.
"Tentu saja Samudra dan Zivana akan saling menerima, anak anak didikan Dirga tidak pernah ada yang salah." Sahut Cean.
Cean cukup berbesar hati menerima kenyataan jika Samudra memiliki kedekatan dengan Dirga. Bahkan Samudra juga begitu menyayangi Dirga hingga mengorbankan dirinya untuk menikahi Zivana demi menyelamatkan kehormatan Dirga.
"Ide Papa berhasil kan?" Kata Robi jumawa.
Ucapan Robi membuat Pras dan Dirga melihat ke arahnya, sementara Cean yang sudah tau hanya bersikap cuek.
"Ya, Mas. Ini semua ideku dan aku mengajak putramu untuk bekerjasama dan juga mendukungku."
"Cean..." Panggil Dirga seolah meminta penjelasan.
"Harusnya kau bahagia, Ga. Karena dengan cara seperti itu, Samudra benar benar menjadi putramu juga." Balas Cean yang tidak ingin di sudutkan.
"Bagaimana bisa?" Tanya Pras yang saat itu tidak menghadiri pernikahan Zivana, karena sedang berada di swiss dan Pras juga tidak menyangka jika Samudra yang menggantikannya.
"Aku menyelidiki mantan pacar Zivana, Dad. Dan menemukan wanita yang menjadi simpanan pria itu. Aku menyuruhnya untuk menggagalkan pernikahan pria itu dengan Zivana, awalnya dia tidak mau, dan aku menawarkan sejumlah uang untuknya dan tentu saja dia tergiur oleh tawaranku." Jelas Cean.
"Saat itu kami sudah menduga, jika Samudra akan maju karena tidak akan tega pada Dirga." Sahut Robi.
Dirga sungguh tidak menyangka jika ini adalah rencana sang ayah dan juga sahabat baiknya.
"Ya sudahlah, semua sudah terjadi dan tidak ada yang tersakiti. Malah sepertinya sekarang Samudra terlihat bucin sekali pada Zivana." Kata Pras lalu tertawa.
"Ya, Samudra adalah cerminan Daddy pada Mommy." Balas Cean.
"Tentu saja, cucuku adalah pria sejati, yang slalu mengratukan istrinya. Kau juga harus seperti itu, Cean." Kata Pras pada putranya itu.
__ADS_1
**
Malam hari, mereka melakukan acara barbeque, Lova terus saja menempel pada Zivana membuat Samudra tidak bisa lama lama dekat dengan Zivana.
"Kak Sam bucin sekali."
"Aku memberi mantra ajaib pada Kak Sam." Balas Zivana.
"Mantra apa itu?" Tanya Lova penasaran.
"Mantrawiguna." Zivana tergelak.
"Emangnya Kak Kevin, Kevin King Wiguna." Lova tersenyum tipis saat mengucapkan nama Kevin.
"Ciyee, hapal bener nama Kak Kev. Jangan di ingat, kalian tidak bisa bersama."
Lova menghela nafasnya. "Dunia ini sempit. Aku rasa baik Daddy atau Oma lebih baik melepasku pada pria biasa biasa saja dari pada harus melepasku pada keturunan dari mantan suami Oma."
Zivana melihat wajah Lova yang tidak bersemangat dan menggenggam tangan Lova.
"Mungkin selain Kak Kev keturunan dari mantan suami Oma, Daddy juga tau jika Kak Kev dan Kenzo seorang playboy. Mungkin karena hal itu tidak akan ada restu untukmu jika berhubungan dengan mereka."
Lova terdiam dengan pandangan lurus ke depan. "Jika aku di jodohkan, aku akan menerima perjodohan itu, supaya bisa melupakan Kak Kev."
"Lov..."
Lova menoleh ke arah Zivana, "Aku pasti bisa ya, Ziv. Dulu saja sewaktu aku tau Kak Kev menyatakan cinta pada wanita lain, aku bisa menerimanya." Lova tersenyum. "Setidaknya, aku pernah merelakannya, aku pasti bisa jika harus mengulanginya lagi."
"Lov..."
Lova mengerdikan bahunya, "Meski sulit karena sekarang, ARDA KARYA bekerja sama dengan WG grup, aku akan sering melihat Kak Kev di perusahaan."
Zivana melihat Lova yang tidak baik baik saja. Lalu ia memutuskan mengirim pesan pada Samudra karena malam ini Zivana ingin menemani Lova.
"Kak, malam ini aku nemenin Lova tidur ya." Pesan yang dikirimkan Zivana pada Samudra tanpa menceritakan jika Lova sedang tidak baik baik saja.
Samudra yang menerima pesan itu dengan segera membalasnya. "Lalu aku bagaimana, Bee Sweety?"
"Tidur sendiri dulu."
"Gak bisa, dia mau dekat rumahnya?"
"Dekat atau masuk kerumah? Libur dulu, besok aku kasih ekstra. Selamat malam suamiku..."
Samudra hanya menghela nafasnya kasar, ia merutuki dirinya sendiri yang membuat kejutan untuk Zivana dengan memboyong seluruh keluarga besarnya ke Maldives, membuat honeymoon itu menjadi terjeda karena Zivana memilih tidur bersama sang adik, Lova.
"Berasa jadi lajang lagi deh malam ini." Gumam Samudra. "Padahal aku ingin mencoba gaya baru." Imbuhnya lagi.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like, Koment, hadiah dan Vote sangat berarti untuk menaikan semangatku dalam menulis bab selanjutnya 🙏