
Waktu berlalu, Cean selalu rutin mengikuti jadwal teraphynya, namun belum terlihat kemajuan yang signifikan. Cean mengeram frustasi, rasanya ia lelah jika harus seperti ini. Terlebih kini Cean juga mulai jarang kembali bertemu dengan Nadlyn, membuat Cean berpikir jika Nadkyn tengah dekat dengan pria lain.
"Cean lelah, Mom." Keluh Cean pada sang ibu.
"Cean, berjuanglah. Bukankah kau ingin mengakui dirimu sebagai Daddy nya Samudra?" Ucap Nanda menyemangati.
"Tapi ini tidak ada kemajuan, Mom. Cean lelah. Cean benar benar jenuh." Cean mengusap wajahnya dengan kasar.
Nanda merasa tidak tega pada Cean, namun dirinya juga tidak bisa berbuat lebih.
"Uncleeee..." Panggil Samudra yang baru saja pulang dari sekolah.
"Hai, kamu sudah pulang?"
Samudra mengangguk, "Iya."
Samudra melihat wajah Cean yang terliat tidak bersemangat. "Apa Uncle sedang sakit?"
"Uncle sedang tidak bersemangat, Sam. Karena kakinya tidak sembuh sembuh." Bukan Cean yang menjawab melainkan Nanda.
"Uncle tidak boleh menyerah." Kata Samudra menyemangati.
Cean menatap dalam mata Samudra, "Bisa semangatin aku agar aku tidak menyerah?"
Samudra menangkup ke dua rahang tegas Cean. "Aku ingin sekali main bola bersama Uncle di halaman belakang rumah Oma." Jawabnya yang membuat Cean tersentuh. "Aku juga ingin Uncle mengajariku berenang." Imbuhnya lagi.
Cean menarik tubuh kecil Samudra untuk di peluknya. Hal itu membuat Nanda merasa terharu.
"Aku janji akan segera bisa berjalan untuk menemanimu bermain bola dan juga berenang. Aku janji akan mengikutinsemua kemauanmundan mengganti waktu yang hilang." Ucap Cean sambil memeluk erat Samudra.
Sore hari..
Pras dan Nanda tengah memperdebatkan sesuatu. Pras akan berkunjung ke negri China untuk memenuhi undangan seminar kesehatan di negri China itu, Pras ingin Nanda ikut bersamanya untuk mendampinginya karena Pras disana selama satu minggu. Sementara Nanda enggan ikut dengan alasan khawatir jika terlalu lama meninggalkan Cean.
Hal itu membuat mereka berdua berdebat, dan Nadyn yang baru saja datang untuk menjemput Samudra menyaksikan hal itu dengan tidak sengaja.
"Daddy kan sudah bilang, Mom. Daddy akan mengirim suster untuk tinggal disini merawat Cean." Kata Pras meyakinkan Nanda.
"Mommy tidak mau, Dad. Suster suster di rumah sakitmu itu genit genit, bukannya merawat Cean malah nanti menggoda Cean." Balas Nanda khawatir. Pasalnya Nanda tau sebagian suster di ruman sakit selalu histeris saat melihat Cean, bahkan pernah Nanda memergoki ada suster yang terang terangan menggoda Cean.
Pras menghela nafas. "Ya sudah kita titip saja pada Disya."
"Tidak Dad, Disya sudah repot dengan bayinya. Belum lagi Disya masih pemulihan pasca melahirkan, aku takut Disya semakin repot." Nanda tetap keras kepala.
__ADS_1
"Jadi maunya bagaimana? Pokonya Mommy harus ikut Daddy." Tegas Pras.
Ekhemmm..
Suara Nadlulyn berdehem membuat Pras dan juga Nanda tersadar jika ada seseorang selain mereka.
"Nadlyn..." Panggil Nanda kemudian Nanda dan Pras saling melirik.
Pras menyunggingkan senyumnya meski tipis sekali seolah menemukan jalan untuk masalahnya.
"Nad, duduklah.." Panggil Pras.
Nadlyn dengan canggung duduk di sebrang Pras dan Nanda.
"Maaf jika Nadlyn mengganggu Daddy dan Mommy." Kata Nadlyn sedikit tidak enak.
"Ah tidak Nad, malah Mommy malu kamu melihat kami bertengkar." Balas Nanda.
"Honey, kita tidak sedang bertengkar, tapi sedang berdiskusi." Sahut Pras yang tidak ingin di sebut bertengkar.
"Berdiskusi dengan Daddy sama seperti bertengkar." Kata Nanda dengan ketus.
"Daddy kan sudah kasih solusi, biar saja Cean tinggal dengan suster, nanti Daddy carikan suster yang sexy biar Cean betah." Ucap Pras sambil melirik ke arah Nadlyn.
"Biarkan saja, jika Cean mau sekalian nikahkan saja biar ada yang mengurusnya, tugas Mommy itu mengurus Daddy, bukan lagi mengurus Cean." Pras mengedipkan satu matanya pada Nanda dan Nanda mengerti hal itu.
"Ya sudah, carikan saja suster yang cantik, biar Cean nya mau." Jawab Nanda menanggapi.
"Mommy dan Daddy akan pergi?" Sahut Nadlyn bertanya.
Nanda mengangguk, "Daddy mau ke China selama satu minggu, dan Mommy di paksa ikut, padahal Mommy disini harus jagain Cean."
"Cean gak usah di jagain, Mom. Dia sudah besar." Sahut Pras.
"Tapi kondisi Cean sedang tidak baik, Dad." Balas Nanda.
"Biar Nadlyn yang menjaganya disini Mom." kata Nadlyn membuat Pras dan Nanda melihat ke arahnya seketika.
Nadlyn yang merasa di tatap seperti itupun, mencoba menjelaskan. "Pekerjaanku sedang longgar, aku bisa menjaga Cean selama Daddy dan Mommy pergi."
"Kamu tidak keberatan tinggal disini?" Tanya Pras.
Nadlyn tampak bingung. "Cuma seminggu kan Dad?"
__ADS_1
Pras mengangguk. "Jika kamu tidak terpaksa, Daddy akan senang sekali."
Nanda pun terlihat senang, "Kamu mau dikamar Cean yang lama atau di kamar tamu? Tapi kamar tamu sedang di perbaiki."
"Tidak apa apa di kamar Cean juga, Mom." Jawab Nadlyn. Entah mengapa Nadlyn seolah tidak rela jika ada suster yang merawat Cean apa lagi sampai menggoda Cean. Nadlyn hanya berpikir ia mempertahankan hak nya Samudra agar tidak kehilangan kasih sayang Cean jika sampai tergoda oleh wanita lain.
Pras dan Nanda pun akhirnya lega, mereka juga beranggapan jika Nadlyn masih mencintai Cean. Pras dan Nanda berharap jika Nadlyn dapat bersatu kembali bersama Cean demi Samudra.
Untuk pertama kalinya setelah enam tahun lebih terlewati, Nadlyn duduk bersama kembali dalam satu meja untuk menikmati makan malam. Nadlyn merasa canggung karena duduk bersebelahan dengan Cean sementara Samudra duduk di sebrangnya percis di sebelah Nanda.
"Cean, Daddy besok berangkat dengan Mommy ke China." kata Pras di sela sela menikmati puding sebagai makanan penutupnya.
"Lalu Cean bagaimana Dad?"
"Nadlyn akan tinggal disini sampai Mommy dan Daddy kembali." Jawab Pras.
Uhukk Uhukkk
Cean tersedak makanannya dan Nadlyn ragu memberikannya minum.
"Mom, bantu Uncle untuk minum." Sahut Samudra dan akhirnya Nadlyn memberikan Cean air mineral.
Cean menerima gelas berisikan air mineral dari Nadlyn kemudian meminumnya.
"Daddy bilang apa tadi?" Tanya Cean meyakinkan.
Pras menghela nafasnya, "Waktu kamu kecelakaan, yang patah kakimu kan? Apa sekarang ngaruh ke telingamu dan membuat telingamu jadi tuli?"
"Dad, Cean hanya bertanya, mengapa menceramahinya panjang lebar." Bela Nanda.
"Mom, Daddy hanya bertanya bukan menceramahinya." Kata Pras lalu kembali melihat ke arah Cean.
"Nadlyn akan tinggal disini selama Daddy dan Mommy pergi, Nadlyn akan membantu merawatmu, dan pastikan kamu jangan berbuat ulah apa lagi sampai merepotkan Nadlyn." Kata Pras dengan tegas.
Nanda pun mengangguk setuju, "Ya Cean, jangan merepotkan Nadlyn."
"Jika Mommy menginap disini, berarti Sam juga menginap di rumah Oma?" Tanya Samudra dengan berbinar.
"Oma tadinya ingin mengajak Sam, tapi Sam sedang tidak libur." Ucap Nanda.
"Lain kali saja, Oma. Sam mau menginap disini saja menemani Uncle." Ucapnya riang dan itu sangat terlihat jelas.
Pras melihat ke arah Samudra dan mengedipkan satu matanya, lalu Samudra juga tersenyum ke arah Pras seolah mata mereka saling berbicara, "Semoga rencana kita berhasil."
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...