Satu Malam Menjadi Ayah Muda

Satu Malam Menjadi Ayah Muda
BAB 49


__ADS_3

Cean kembali menghampiri Nadlyn dan kembali memeluknya. Nadlyn yang memang sangat shock dan juga rapuh menerima pelukan itu. Pelukan Cean yang slalu ia rindukan. Bahkan saat masih remaja dan bersahabat dulu, Cean selalu memeluk Nadlyn jika Nadlyn tengah merindukan mendiang ibunya.


Samudra yang pada akhirnya harus di operasi pun, akhirnya terselamatkan oleh darah yang di donorkan oleh Cean. Namun Samudra masih tetap dalam peninjauan dokter dan di rawat di ruang ICU hingga kondisinya sadar kemudian bisa di pindahkan ke dalam ruang perawatan.


"Nad, ayo aku antar ke atas, di atas ada ruangan khusus keluarga." Ajak Cean.


Nadlyn menggelengkan kepalanya, "Gak mau, aku mau di sini. Aku takut Samudra mencariku."


"Aku akan menjaga Sam disini." Kata Cean.


Namun Nadlyn tetap keras kepala dan memilih untuk menunggu Samudra di depan ruang ICU.


Pagi hari tiba, Matahari masuk melalui celah gorden di sebuah cottage yang Robi sewa. Robi menatap langit langit kamar, ia tak menyangka jika memiliki putra yang lain dari cinta nya yang dulu.


"Dirga, ternyata kamu adalah putraku." Batin Robi.


Robi melihat Hellena yang tidur di dalam dekapannya, mereka menghabiskan sore hingga malam bersama dengan panas. Tidak Ribi pungkiri, Hellena masih berkesan dan ada di hati Robi yang terdalam, meski sempat membencinya, namun perasaan Robi kini timbul kembali. Rasanya seperti jatuh cinta pada orang yang sama.


Hellena menggeliat kemudian ia tersadar jika sedari kemarin sore hingga malam tadi, Hellena bagai kehilangan akal sehat dan memberikan tubuhnya pada Robi kembali.


Hellena menaikan selimutnya untuk menutupi area dada nya kemudian duduk bersandar di sandaran tempat tidur seperti robi.


"Aku akan menikahimu." Kata Robi pada akhirnya.


Hellena mengangguk.


"Aku bukan seorang bos pemilik perusahaan. Apa kamu mau menikah denganku?" Tanya Robi dengan lembut.


"Aku sudah tidak memikirkan dunia, Mas. Bagiku mengatakan kejujuran padamu tentang Dirga itu sebuah ketenangan untuk ku. Aku hanya ingin menikmati masa tuaku dengan tenang dan melihat Dirga bahagia."


Robi kembali merangkul bahu polos Hellena, "Kita harus cepat membicarakan semua ini pada Dirga dan Nadlyn." Kata Robi lalu Robi menghela nafas. "Ternyata Dirga jatuh cinta pada adiknya sendiri, ternyata selama ini Dirga menjaga adik dan keponakannya sendiri." Gumam Robi. "Takdir memang aneh." Imbuhnya lagi.


"Maafkan kekasaranku pada Nadlyn dan Samudra, Mas." Lirih Hellena.


Robi mengusap lengan Hellena. "Meminta maaflah pada Nadlyn, El. Kamu juga harus menerimanya sebagai putrimu."


Hellena mengangguk, "Iya Mas. Aku menerima Nadlyn sebagai putriku juga."


Ponsel Robi berdering, terlihat nama Cean memanggilnya.


"Cean.." Gumam Robi lalu mengangkatnya.


"Ada apa Cean?" Tanya Robi.


"Uncle, bisa datang ke rumah sakit?"


"Ada apa memangnya? Nadlyn tidak apa apa kan?" Tanya Robi mulai panik.


"Nadlyn baik baik saja, Uncle. Hanya saja Samudra cedera, jatuh dari kolam renang dan sekarang masih di ICU."


"Apa??" Pekil Robi.


"Maaf Uncle..."


Robi tidak menjawab dan mematikan ponselnya.

__ADS_1


"Aku harus segera kembali, cucu ku mengalami cedera dan kini di rumah sakit." Kata Robi.


"Aku ikut pulang, Mas."


"Bersiaplah." Kata robi kemudian segera membersihkan diri dan bersiap untuk menuju kota.


Sementara itu, Nanda dan Pras pun tiba di tanah air setelah pesawat mereka tertahan karena cuaca buruk. Nanda dan Pras segera menuju rumah sakit tanpa pulang dulu ke rumah.


"Dimana Samudra, Dad?" Tanya Nanda.


"Masih di ruang ICU." Jawab Pras kemudian mereka menuju ruang ICU. Pras segera meminta baju khusus dan meminta dokter yang menangani cucunya itu untuk segera menghadapnya.


Nanda pun ikut menemani dan terlihat lemas saat melihat kondisi Samudra yang tidak berdaya.


Pras memeriksa rekam medis Samudra. Dan dilihatnya jika Samudra seharusnya sudah mulai tersadar dari obat biusnya.


"Semua normal." Gumam Pras saat membaca rekam medis Samudra.


Tiba tiba saja mata Samudra terbuka.


"Sam..." Kata Nanda saat melihat Smaudra mengerjapkan matanya.


Pras segera memeriksa Samudra, meski Pras seorang dokter obygin, namun Pras juga bisa memeriksa kondisi Samudra.


"Oma..." Lirih Samudra.


"Iya sayang, Oma disini, Oma tidak akan meninggalkan Sam lama lama lagi." Kata Nanda dengan wajah sedihnya.


"Dimana Mommy?" Tanya Samudra.


"Daddy?" Tanya Samudra.


Nanda mengernyitkan dahinya.


"Iya Mommy bersama Daddy." Sahut Pras menjawab.


"Dad, tidak boleh bilang begitu, nanti Nadlyn marah pada kita." Kata Nanda.


Pras hanya menghembuskan nafasnya. "Nanti Mommy akan tau." Jawabnya cuek.


"Sam tunggu disini dulu, ya. Sam akan di pindahkan ke ruang perawatan, disana Sam bisa bertemu dengan Mommy dan Daddy." Kata Pras memberi pengertian.


"Iya Opa." Kata Samudra dengan patuh.


"Kepalamu sakit?" Tanya Pras memastikan.


"Sedikit, Opa." Jawab Samudra.


"Good Boy." Kata Pras kemudian menyuruh suster untuk menyiapkan kepindahan Samudra ke ruangan eksekutif khusus keluarga.


Pras dan Nanda keluar dari ruangan ICU, kemudian Nadlyn yang baru saja dari toilet pun bertemu dengan kedua orang tua Cean itu.


"Mommy.." Panggil Nadlyn kemudian memeluk Nanda.


Nanda menerima pelukan Nadlyn yang menangus di pelukan mertuanya itu. Sudah Nad, Sam sudah baik baik saja. Sam akan segera di pindahkan ke ruang perawatan."

__ADS_1


"Benarkah, Mom?" Tanya Nadlyn.


Nanda mengangguk kemudian melerai pelukannya.


"Nad, ada yang mau Daddy bicarakan denganmu." Kata Pras dengan serius.


"Dimana Cean?" Tanya Nanda.


Tidak lama kemudian Cean datang menghampiri dan membuat Nanda juga Pras terkejut karena Cean kini berjalan ke arahnya dengan kakinya, bukan dengan kursi rodanya lagi.


"Ceann." Ucap Nanda dan Pras bersamaan.


"Cean bisa berjalan kembali Mom, Dad. Dan ini semua karena Samudra."


Nanda membekap mulutnya sendiri. Ia merasa sedih dengan apa yang menimpa Samudra, namun dirinya juga bahagia karena Cean bisa berjalan kembali.


"Dad, bagaimana dengan putraku." Kata Cean dan Nadlyn menoleh ke arah Cean seketika.


"Sam akan di pindahkan ke ruang perawatan, masa kritisnya sudah lewat." Jawab Pras dan membuat Cean menghembuskan nafas leganya.


"Cean, kau dan Mommy temani Samudra. Daddy ingin bicara dengan Nadlyn dulu." Kata Pras pada Cean.


"Apa ada yang serius Dad?" Tanya Cean.


"Tidak, Daddy hanya ingin membicarakan sesuatu yang lain pada Nadlyn." Jawab Pras.


Cean ingin mencegahnya, namun Nanda menarik tangannya. "Ayo Cean kita temani Samudra."


Kini Nanda dan Pras berada di kafetari ruamh sakit dan mereka duduk berhadapan.


"Nad, entah Daddy harus bicara dari mana, tapi tau kah kamu jika Samudra memiliki kecerdasan di atas rata rata?"


"Ada apa, Dad?" Tanya Nadlyn tak sabar.


Pras mencoba menghela nafas sejenak. Rasa lelah di perjalanan belum hilang dan kini Pras harus menyampaikan sesuatu yang penting untuk Nadlyn.


"Nad, selama ini Samudra tau jika Cean adalah Daddy nya." Kata pras pada akhirnya.


Wajah Nadlyn tampak biasa saja dan tidak ada rasa terkejutnya.


"Aku tau itu, Dad." Kata Nadlyn.


"Sam yang memberi tahu mu?" Tanya Pras.


Nadlyn menggelengkan kepalanya. "Sam pasti tau jika Cean adalah Daddy, nya. Dan aku pun tau jika Sam slalu berharap Cean mengakui dirinya sebagai Daddy di depan Sam. Aku tidak bisa melarang Sam, Dad. Aku membiarkannya mengikuti instingnya. Tapi kini aku takut, dengan Cean dapat berjalan kembali maka Cean akan kembali meninggalkan Samudra dan membuat Samudra hancur. Aku takut hal itu terjadi, Dad."


Pras menghelan nafas. Ia pun belum tau apa rencana Cean selanjutnya meski Pras berharap dengan berjalan nya Cean kembali, Cean bisa mengakui dirinya sebagai Daddy di depan Samudra.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kalau weekend, Sabtu dan minggu, yang baca jarang komentar yak 😁😁


Kalau minim like dan komentar, Akupun jadi mager Up sebenarnya. Tapi aku mau ngucapin terimakaish lho, meski 1-2 yg komentar, tetep ada aja gitu yang mau ninggalin jejak.


Belum lagi yang diem2 suka ngasih vote dan hadiah, ah rasanya beribu terimakasihpun masih kurang untuk aku ucapkan.

__ADS_1


Tapi, seberapapun like, hadiah, vote dan komentar yang aku dapatkan, aku tetap bersyukur dan juga berterima kasih pada teman teman Readers yang selalu setia mendukung karyaku.


__ADS_2