Satu Malam Menjadi Ayah Muda

Satu Malam Menjadi Ayah Muda
BAB 104


__ADS_3

"Kak...."


"Hem...."


"Aku mau ke kamar mandi. Aku ingin membersihkan wajahku dulu sebelum tidur."


Bahkan Zivana masih memikirkan kebersihan wajahnya meski ia sangat lelah sekalipun.


Samudra melepas dekapannya kemudian segera memakai boxernya, mengambil pembersih wajah milik Zivana dan Samudra sendiri yang membersihkannya.


Zivana tersenyum mendapatkan perlakuan lembut dari Samudra, setelah itu Samudra menyingkap selimut untuk menggendong Zivana ke dalam kamar mandi.


"Mau mandi sekalian?" Tanya Samudra dan Zivana mengangguk.


"Aku ingin berendam, Kak."


"Baiklah." Samudra segera mengisi bathtub dengan air hangat dan membawa Zivana untuk berendam bersamanya.


Di dalam bathtub, Samudra memeluk Zivana dari belakang dan Zivana menyendarkan kepalanya di dada bidang Samudra.


"Masih sakit?" Tanya Samudra khawatir, pasalnya tadi Samudra melihat noda merah di atas sprei.


"Tidak terlalu, tetapi aku mengantuk."


"Kalau begitu jangan terlalu lama berendam, sini biar aku mandikan."


Zivana tertawa, "Kakak, kalau cuma sebatas mandi, aku juga bisa."


"Tetapi aku ingin memandikanmu." Samudra segera mengangkat tubuh polos Zivana dan mengguyurnya dengan shower, menyabuninya dan kembali membantu membersihkannya. Zivana hanya tersenyum melihat Samudra yang kini bertekuk lutut di hadapan Zivana.


"Kakak berubah sekali." Kata Zivana.


"Ini karna kamu." Samudra mencubit gemas hidung Zivana.


"Koq aku?"


"Iya, karena aku begitu terhipnotis oleh kecantikanmu."


Zivana mencebik, "Kalau aku tidak cantik, Kakak tidak akan mencintaiku?"


"Sok tau." Jawab Samudra. "Aku menyukai sikapmu yang apa adanya.


"Benarkah?"


Samudra memakai kan bathtrub pada Zivana dan menggendong Zivana ala bridal dan mendudukannya di sisi tempat tidur.


"Sebentar aku ambilkan pakaianmu dulu."


"Tidak usah Kak." Cegah Zivana.


Samudra menaikan satu halisnya.


"Aku mau langsung tidur saja." Ucap Zivana lalu langsung membuka bathtrubnya di depan Samudra, dan naik ke atas tempat tidur begitu saja dengan tubuh polos yang hanya ditutupi oleh selimutnya saja.


"Oh My God, Ziv nanti aku bisa lupa diri." Gumam Samudra yang mengikuti Zivana lalu tidur sambil memeluk Zivana dari belakang.


**


Keesokan harinya, Zivana meregangkan tubuhnya, ia membalikan tubuhnya dan melihat wajah Samudra yang masih tertidur dengan wajah tampannya.


Zivana mengecup sekilas bibir Samudra dan hal itu membuat Samudra mengerjapkan matanya lalu melihat seorang wanita cantik berada di hadapannya.


"Sayang, sudah bangun?" Tanya Samudra dengan suara beratnya.


"Aku lapar, Kak."

__ADS_1


"Kita keluar saja, sekalian aku mau mengajakmu pergi."


"Kemana Kak? Belanja?" Tanya Zivana antusias.


Samudra tersenyum, lalu duduk untuk mengambil sesuatu di laci nakas dan memberikannya pada Zivana.


"Apa ini, Kak?" Tanya Zivana.


"Buka saja."


Zivana perlahan membuka kotak berwarna putih dan ia melihat tiga buat kartu tanpa limit yang selama ini ia inginkan. "Untukku, Kak?"


Samudra mengangguk. "Gunakan dengan bijak. Kamu sekarang seorang istri. Harus lebih bijak lagi mengelola keuangan keluarga."


Zivana memeluk Samudra, "Aaa makasih Kak.. Love U, Love U, Love U so Much." Zivana terus saja mengecupi seluruh wajah Samudra.


"Cepet banget responnya, kalo nanti aku minta bercinta juga, harus cepet juga ya responnya." Kata Samudra.


Zivana mengangguk cepat, "Kakak mau bercinta sekarang juga boleh."


"Serius?" Tanya Samudra yang tidak menyangka jika Zivana meresponnya sesemangat ini.


"Serius, Kak." Zivana yang masih polospun segera naik ke atas pangkuan Samudra.


"Mau coba gaya baru, Kak?" Zivana mengerlingkan satu matanya membuat hasrat Samudra kembali naik.


"Memang sudah tidak sakit?" Tanya Samudra yang kini kedua tangannya asik bermain di dua gunung kembar Zivana yang menantang dan bibirnya menelusuri leher jenjang Zivana.


"Tidak, Kak. Enak malah." Jawab Zivana ambigu


Samudra tertawa, Zivana terlalu ekspresif dan tidak malu mengatakan soal hubungan ranjang pada Samudra, membuat Samudra semakin menggilai Zivana.


Samudra kembali menggulingkan tubuh Zivana dan mereka akan memulai kembali pergulatan panasnya di pagi hari.


"Aku dulu, Sayang. Semalam aku belum puas."


Zivana tertawa, "Kenapa tidak terpuaskan?"


"Tidak tega melihatmu sakit dan berdarah."


Zivana menangkup kedua pipi Zivana, "Rasa sakit itu bukti jika aku akan mengabdikan hidupku untuk Kakak selamanya."


"Tidak akan pernah meninggalkanku?" Tanya Samudra.


"Tergantung."


"Tergantung apa?"


"Jika Kakak menduakanku, aku akan pergi dan melepaskan Kakak. Untuk apa mempertahankan pria murahan yang mudah mendua."


Samudra meraih satu tangan Zivana dan mengecupnya. "Aku hanya milikmu."


"Ya sudah, jadi mau nerusin gak?" Tanya Zivana yang sudah merasakan sesuatu mengeras menempel padanya.


"Kita harus melakukannya dengan cepat."


"Kenapa?"


"Karena masih ada saru kejutan lagi yang sudah aku persiapkan untukmu."


Mata Zivana berbinar, "Apa?"


"Nanti juga kamu tau, sekarang aku ingin kamu dulu."


Samudra kembali mencumbui seluruh tubuh mulus Zivana, dan memulai kembali ritual panasnya bersama sang istri. Samudra benar benar menggilai tubuh dan kecantikan Zivana, bahkan Zivana tidak malu mengeksplore dirinya dalam hal urusan ranjang, membuat Samudra semakin saja menggilai Zivana.

__ADS_1


"Sayang ini enak sekali." Racau Samudra.


"Faster, Kak."


Samudra menyeringai, "Sesuai yang kau inginkan, Sweety." Samudra mempercepat gerakannya, namun karena gerakan cepat itu membuat Samudra lebih cepat mendapatkan pelepasannya bersamaan dengan Zivana.


Lagi lagi Samudra menciumi seluruh wajah Zivana bertubi tubi setelah melakuran ritual panasnya itu.


"Terimakasih, Sayang.. I love u so much."


"Me too." Balas Zivana.


Selesai ritual panas dan mandi bersama, mereka segera keluar dari Villa untuk menuju restoran. Zivana makan dengan lahap dan membuat Samudra tersenyum.


"Makanmu banyak sekali."


Zivana mengangguk, "Kakak membuatku lapar, dan aku juga harus mengisi staminaku karena nanti pasti Kakak akan meminta jatah Kakak lagi."


Samudra tergelak, Zivana mengetahui pikiran mesum Samudra pada dirinya dan Zivana hanya bersifat santai saja.


"Ayo habiskan, setelah itu kita pergi." Kata Samudra dan Zivana tentu saja bersemangat karena akan mendapatkan kembali sebuah kejutan.


Samudra menggandeng tangan Zivana.


"Kita naik Boat lagi?" Tanya Zivana.


Samudra mengangguk, "Nanti kita lanjut naik seaplane lagi."


"Kita pindah resort? Barang barang kita?"


"Sudah ada yang mengurusnya, Sweety. Jangan pikirkan itu."


Zivana hanya menurutinya, ia tak memikirkan barang barang bawaannya sesuai apa kata Samudra untuk tidak memikirkannya.


Mereka menaiki boat dan lanjut menaiki seaplane hingga mereka tiba di sebuah pulau pribadi yang memiliki landasan seaplane sendiri.


"Kak, ini resort apa?" Tanya Zivana.


"Aku menyewa pulau pribadi ini." Jawab Samudra.


"Tapi ini terlalu besar untuk kita Kak." Kata Zivana sambil mengedarkan pandangannya, kini mereka menaiki Buggycar untuk tiba di sebuah Villa yang cukup besar agar Zivana tidak terlalu kelelahan dan kepanasan jika harus berjalan kaki.


Samudra hanya tersenyum, dan hingga mereka tiba di sebuah Villa, Samudra ingin menutup mata Zivana dengan sapu tangannya.


"Kak, kenapa di tutup?"


"Kan kejutan, Sayang."


"Nanti bulu mataku rusak."


"Sebentar saja, Sayang.. Biar romantis."


"Tidak mau, sayang jika bulu mataku rusak, minggu lalu aku baru melakukan treatment agar bulu mataku sehat alami."


Samudra menghela nafasnya, jika sudah membahas kecantikan Zivana, Samudra akan kalah telak dan tidak berani membantahnya.


Sebucin itukah Samudra?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ayo senin ini edisi manis, hati hati diabet, Yang belum kasih Vote, kasih aku Vote dong biar makin lancar nih ngehalu bucin bucinannya Sam ke Ziv.


Ramein komentar, like dan hadiahnya juga ya 🤗😉


Makasih untuk yang sudah kasih aku Vote hari ini, Salam I Love U dari Kakak Sam 🫰

__ADS_1


__ADS_2