Satu Malam Menjadi Ayah Muda

Satu Malam Menjadi Ayah Muda
BAB 72


__ADS_3

Nadlyn tersadar dari obat bius nya, perlahan ia mengerjapkan matanya. Sekelebat ingatannya kembali mengingat kejadian dimana Rena mendorongnya hingga Nadlyn merasakan sakit di bagian perutnya.


"Bayiku... Mana bayiku?" Tanya Nadlyn meski dengan Nada lemah.


Cean dan Robi terbangun langsung mendekat ke arah brankar Nadlyn.


"Honey..." Panggil Cean sementara Robi menekan tombol untuk memanggil suster.


"Cean, Rena mendorongku, dimana bayiku Cean?" Tanya Nadlyn masih dengan posisi berbaring.


"Tenang Honey, bayi kita ada, dia selamat, dia kuat seperti Mommynya." Kata Cean menenangkan.


"Benarkah, Cean?"


Cean mengangguk, "Aku bersumpah, aku tidak bohong. Bayi kita ada, dia sedang di inkubator untuk mematangkan paru parunya dan menaikan berat badannya. Bayi kita baik baik saja."


Nadlyn terlihat mulai tenang, "Cean, kamu harus menindak Rena, dia berencana menculik Samudra. Aku takut Cean."


Cean mengusap kepala Nadlyn dengan lembut, "Aku sudah mengurus semuanya. Jangan khawatir."


"Dimana Samudra?" Tanya Nadlyn.


"Sam bersama Dirga dan Yuri, Mami Ell juga membantu menjaga Samudra." Jawab Robi.


Suster memeriksa kondisi Nadlyn dan menyatakan jika semuanya normal. Nadlyn hanya perlu berlatih untuk memiringkan tubuhnya ke kiri dan kanan lalu berlatih untuk duduk.


"Cean apa putri kita cantik?" Tanya Nadlyn.


"Sangat.. Dia sangat cantik sama sepertimu."


"Kita harus memberi nama yang cantik, Cean."


"Aku sudah memberinya nama."


"Siapa?"


"Lovani Aegean Sea."


Nadlyn diam, "Apa artinya?" Tanya nya kemudian.


"Laut Aegean yang anggun."


"Bagus.. Baiklah, kita beri nama Lovani Aegean Sea."


"Nadlyn, istirahatlah." Kata Robi pada putrinya itu.


"Papa pulang saja, biar Cean yang disini."


"Tidak, kamu Putri Papa, Papa akan menjagamu juga."


Nadlyn tersenyum, meski Robi sudah menikah, namun Robi tetap selalu terdepan untuk melindungi Nadlyn.

__ADS_1


Keesokan harinya, Samudra datang bersama Yuri dan Dirga juga Hellena.


Samudra duduk di brankar di sebelah Nadlyn yang kini dengan posisi duduk.


"Kakak Sam sudah lihat dede bayi?" Tanya Nadlyn pada Sam yang terus saja menempel pada Nadlyn.


"Sudah Mom, dede bayi nya kecil sekali." Jawab Samudra.


"Kakak Sam sayang dede tidak?"


"Sayang Mom, Sam juga sayang Mommy dan Daddy."


Nadlyn tersenyum. "Maafkan Mommy, Mommy harus disini dulu sampai kondisi Mommy pulih ya."


"Iya Mommy. Sam akan menginap di rumah Papi. Sam sudah ijin pada Oma."


Nadlyn menatap wajah Yuri. "Maaf merepotkanmu, Ri."


"Tidak Kak, aku juga menyayangi Sam. Kakak tidak perlu sungkan seperti itu, aku senang Sam menginap di rumah kami." Jawab Yuri yang membuat perasaan Nadlyn tenang.


"Dirga beruntung menikah dengan wanita sebaik kamu. Dulu, aku slalu mendoakan Dirga agar mendapatkan jodoh yang sangat baik, dan doaku terkabul, terbukti jika sekarang ada kamu di dalam hidup Dirga, dan mengobati rasa kecewanya dulu." Nadlyn menggenggam tangan Yuri.


"Aku yang beruntung Kak, mendapatkan jodoh seperti Kak Dirga, dan bisa mengenal Kak Nadlyn juga Samudra."


"Kalian sama sama beruntung." Sahut Hellena.


Nadlyn tersenyum ke arah Hellena. "Mi, makasih juga ya sudah ikut repot menjaga Samudra. Maaf juga semalaman Papa disini ikut menjagaku."


Sementara itu Dirga, Cean dan Robi tengah membicarakan Rena dan benar saja, kekasih gelap Rena yang seorang pengacara berusaha untuk membebaskannya.


"Hancurkan firma hukumnya. Buka skandal mereka ke publik, dan cari oknum oknum yang membantu nereka, ancam dengan bukti skandal yang ada di kita dan buat mereka di pecat secara tidak hormat jika terus membantu kekasih gelap wanita itu."


Geram Robi yang memang mempunyai kekuasaan sebagai orang kepercayaan ARDA KARYA. Dan hal itu tentunya akan di contoh oleh ke dua orang pria yang tak lain adalah anak dan menantunya sendiri, yaitu Dirga dan Cean. Mereka akan mencontoh sikap tegas Robi bagaimana dalam menghadapi musuh musuhnya tanpa ampun.


**


Satu minggu sudah Nadlyn di rumah sakit, sebenarnya dari dua hari yang lalu, Nadlyn sudah boleh pulang. Hanya saja Nadlyn memilih tinggal di rumah sakit untuk masa pemulihannya. Selain untuk dekat dengan putrinya yang masih di inkubator, Nadlyn juga bertekad memberikan asi meski dengan cara di pompa.


Selama satu minggu itu juga Cean terus menemani, dan pekerjaan Cean di pegang kendali oleh Robi kembali.


"Sayang, vitaminmu." Kata Cean memberikan vitamin untuk Nadlyn agar asinya lancar.


"Terimakasih, Hubby." Jawab Nadlyn.


"Jahitanmu sakit?" Tanya Cean.


"Tidak, ini sudah lebih baik."


Kondisi Lova, bayi mereka pun berangsur membaik, berat badannya cukup naik karena Lova dilahirkan mendekati usia bulan melahirkan dan tidak perlu berlama lama di dalam inkubator.


"Dokter Sasha bilang, besok kita bisa membawa Lova pulang. Kamu senang?" Tanya Cean dengan lembut.

__ADS_1


Nadlyn mengangguk. "Tentu saja. Aku hanya ingin pulang jika itu bersama Lova."


Cean sudah menyiapkan suster khusus untuk perawatan Lova agar Nadlyn bisa istirahat dan memulihkan dulu kesehatannya pasca operasi untuk melahirkan Lova.


Samudra pun terlihat senang menyambut kepulangan adiknya, Sam terlihat antusias mendekorasi kamar Lova.


"Baby Love kamarnya cantik." Kata Sam memuji kamar sang adik.


"Baby Love?" Tanya Nanda.


"Iya, Oma.. Itu panggilan kesayangan aku untuk Baby Love."


"Hmm Kakak Sam so sweet sekali.. Panggilannya cantik sekali."


"Iya, secantik Baby Love. Aku janji akan menjaga Baby Love, Oma."


"Tentu saja, Kakak Sam harus menjaga Baby Love dengan baik, harus akur dan saling menyayangi sampai dewasa."


Samudra mengangguk.


Nadlyn dan Cean pulang di jemput oleh Dirga dan Yuri. Mereka kembali dan terlihat wajah bahagia di keduanya.


"Baby Love...." Panggil Samudra.


"Sam memanggil Adek Lova?"


Samudra mengangguk, "Iya Daddy, itu panggilan kesayangan Sam untuk Baby Love."


Cean menggendong Samudra. "Bagus sekali nama kesayangannya."


"Boy, tidak menyambut Papi?" Sahut Dirga.


Samudra turun dari gendongan Cean dan berhambur memeluk Dirga. "Maafkan aku Pi, aku terlalu senang menyambut Baby Love."


"Nanti kalau Papi punya adik bayi, kamu juga akan menyayanginya?"


Samudra mengangguk, "Tentu saja, Pi.. Aku akan menyayanginya juga sama seperti aku yang menyayangi Baby Love."


"Samudra, kamu manis sekali, andai Mami punya anak perempuan, pasti akan semanis kamu." Sahut Yuri.


"Kalau begitu, Sam mau adik perempuan aja dari Mami, biar Baby Love ada temannya." Kata Samudra.


Yuri mengangguk. "Mami juga ingin baby girl."


Dirga yang mendengarnya hanya tersenyum, ia berharap dugaan Hellena benar adanya jika kini Yuri tengah mengandung buah cinta Dirga bersama Yuri. Dirga sudah membeli beberapa tespek untuk ia berikan pada Yuri, Dirga akan memberikannya setelah urusan Nadlyn selesai seperti saat ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku lagi semangat sampai aku bisa Crazy Up selama dua hari berturut turut.


Tetap ramaikan komentarnya ya biar aku tetap semangat, siapa tau besok bisa crazy Up lagi.

__ADS_1


Mohon dukungannya untuk karyaku, dengan meninggalkan jejak Like, Vote, Koment, Hadiah, dan rating ⭐5


__ADS_2