
Suasana di Villa begitu hangat terasa, Samudra terus saja mengembangkan senyumnya dan sesekali mencuri pandang ke arah Zivana yang sedari tadi di tempeli oleh Lova.
"Kak Sam dari tadi melihat ke arahmu terus." Bisik Lova.
"Wajar saja, habis di service kan." Jawab Zivana ambigu.
"Kapan? Perasaan tadi aku tinggalkan kamu masih tidur dikamarku."
"Pas kamu keluar, aku langsung ke kamarku lah, menghangatkan diri dengan suami." Jawabnya cuek.
"Haishh kalian, sempat sempatnya ya begituan."
"Harus sempat dong, kan namanya juga enak enak, masa dilewatkan begitu saja."
"Oh Tuhan, aku lama lama bisa terkontaminasi punya ipar sepertimu, Ziv."
Zivana tertawa lalu merangkul Lova. "Rasanya aku ingin menarik Kak Sam lagi ke kamar."
Lova menyikut perut Zivana, "Ternyata kamu hyper juga." ledeknya.
"Kamu akan sepertiku jika sudah merasakannya, tentunya dengan suamimu sendiri."
"Bee, ayo kita naik jetski." Ajak Samudra pada Zivana.
"Aku ikut dong Kak."
"Baby Love, kamu saja Ziel saja, ya?"
"Ishh kenapa kalian seolah mengasingkanku?" Lova mencebik.
"Baby Love, kan semalam kamu sudah menahan istriku semalaman. Sekarang giliran Kakak."
"Oh my God, mantra apa yang Ziv berikan pada Kakak." Lova tertawa melihat kebucinan Samudra pada Zivana.
"Ayo Kak Love, naik jetski bersamaku." Ajak Ziel. "Kita balapan dengan Kak Sam dan Kak Ziv." Tantang Ziel.
"Apa taruhannya?" Tanya Samudra.
"Taruhannya, kalau Kak Sam kalah. Nanti malam Kak Ziv akan tidur bersama Kak Lova lagi dan Kak Sam harus tanding main Game denganku semalaman."
"Mana ada hal seperti itu?" Samudra menarik pinggang Zivana untuk menempel dengannya.
__ADS_1
"Tentu saja, ada." Ziel tidak mau kalah dengan Samudra.
"Ah kamu Ziel, taruhan yang lain saja."
"Gak mau, maunya seperti itu."
Zivana menghadap Samudra, "Kakak takut kalah sama Ziel?"
"Tentu saja tidak, aku cuma takut kamu nanti malam gak tidur sama aku lagi, Bee."
Lova dan Ziel memutar malas bola matanya, melihat kebucinan Samudra pada Zivana. Padahal yang selama ini Ziel tau, Samudra adalah pria tegas dan mandiri. Bahkan Ziel begitu kagum pada sosok Samudra yang menyayangi Dirga meski Dirga bukan ayah kandungnya, Ziel semakin menggumi Samudra saat Samudra menggantikan Daniel di pernikahan Zivana demi menyelamatkan kehormatan Dirga. Namun sepertinya kini Ziel malah menjadi ilfeel melihat kebucinan Samudra pada Zivana.
"I LOVE U, KAK SAM." Teriak Zivana diatas jetski yang dikendaeai oleh Samudra.
Samudra begitu bahagia mendengar ungkapan cinta terus menerus dari Zivana.
"SEBERAPA BESAR CINTAMU PADAKU, BEE?" Tanya Samudra berteriak karena suaranya tersaingi oleh suara mesin jetski.
"SELUAS SAMUDRA, KAK." Jawab Zivana tak kalah berteriak.
Samudran dan Zivana tertawa bersama bergembira diatas jetski, merasakan lega karena berhasil mengungkapkan perasaannya masing masing. Bahkan mereka kini saling memiliki satu sama lain setelah mereka berdua saling memberi dan menerima hak dan kewajibannya masing masing.
***
Disepanjang perjalanan udara, Samudra terus saja menggenggam tangan Zivana seolah tidak ingin melepaskannya. Dan sikap posessif itu terlihat jelas di mata semua orang yang melihatnya.
"Kak, kita tinggal di rumah Papi saja. Oma Nanda sudah pulang."
"Tidak sayang, kita tetap di rumah Oma, nanti kita akan menginap di rumah Papi setiap weekend dua minggu sekali ya."
Zivana mengikuti apa kata Samudra karena kini dirinya adalah milik Samudra sepenuhnya dan akan mengikuti kemanapun Samudra tinggal.
Setibanya di rumah keluarga besar itu, Zivana dan Samudra segera beristirahat ke kamarnya. Begitupun juga dengan Lova, yang masuk ke dalam kamarnya. Namun Lova tidak beristirahat karena tadi selama di perjalanan, Lova sudah tidur dan kini tidak merasakan kantuk lagi.
Lova membuka media sosialnya dan menstalking akun dari pria yang slalu mengganggu pikirannya, Kevin King Wiguna.
"Kak Kev.. Kamu dekat tapi tidak bisa aku raih." Lova menghela nafas sambil mengusap foto Kevin dari layar ponselnya.
Sementara itu, Kevin sedang bersama dengan Kenzo di sebuah club.
"Lova sudah kembali." Kata Kenzo pada Kevin.
__ADS_1
"Aku akan menemuinya nanti." Kata Kevin sambil meminum bir di gelasnya.
"Jangan nekat, Kev. Aku sudah memperingatkanmu. Jangan membuat Mama dalam masalah." Kenzo sebagai sang adik mengingatkan Kevin.
"Aku mencintainya, Ken. Aku pernah sengaja menyakitinya dengan menyatakan cinta pada wanita lain dan di lihat oleh Lova, aku sengaja melakukan itu agar Lova membenciku tapi aku tidak bisa, Ken. Kami saling mencintai."
"Citra buruk Kakek kita sudah jelek di mata keluarga Lova, Kev. Dan kau pun mempunyai citra yang jelek sebagai seorang cassanova, pasti keluarga Lova sudah meyelidiki latar belakangmu."
Kevin memijat pelipisnya, "Aku sengaja menjadi cassanova agar Lova membenciku, tapi malah aku sendiri yang tersiksa untuk melepas Lova."
"Kamu terlalu nekat, Mama akan bersedih jika tau kamu mendekati cucu dari mantan istri Kakek."
"Ken." Kevin menghela nafasnya. "Selama ini kita hanya tau dari cerita saja. Bahkan seumur hidup kita, kita tidak pernah bertemu dengan Kakek, kita juga tidak tau Kakek masih hidup atau dimana dia tinggal dengan jelasnya."
"Tapi kenyataannya, Mama adalah anak dari wanita yang tlah merebut Kakek dari Omanya Lova."
"Tidak bisakah mereka berdamai demi kebahagiaanku dan Lova?" Lirih Kevin frustasi.
"Disini Kakek adalah penjahat, dan kita adalah keturunannya, pastilah Oma nya Lova akan melarang keras Lova berhubungan denganmu karena takut kamu akan memiliki jejak seperti Kakek."
Semua perkataan Kenzo masuk begitu saja ke dalam pikiran Kevin, membuat Kevin merasa dirinya dan Lova bagaikan bumi dan langit yang tidak mungkin bisa bersatu.
Malam itu, Kevin dengan sengaja melampiaskan emosinya dengan minuman keras, Kenzo pun tak kuasa melarangnya karena Kevin memang pria yang keras kepala.
"Oh my God, Kev... Mama pasti akan mengintrogasiku nanti." Kesal Kenzo. "Kau ini menyusahkan sekali, sama seperti Keysha." Umpat Kenzo lagi.
Kenzo terpaksa membawa Kevin pulang karena mereka tidak memiliki apartement, Kaisar sebagai seorang ayah slalu melarang mereka mempunyai apartement dengan alasan ingin rumahnya selalu ramai.
"Kenzo, apa yang terjadi pada Saudaramu?" Tanya Audrey, Mama dari mereka.
"Ma, tadi kami menghadiri reunian, dan Kev sedikit mabuk." Kata Kenzo berbohong.
"Bawa Kev ke kamarnya, Mama akan menyiapkan air hangat untuk menyeka tubuh Kev."
Kenzo memapah kembali Kevin ke dalam kamarnya dan membantingya perlahan ke atas kasur. "Menyusahakan sekali, cinta boleh tapi jagan bodoh, Kev. Sepertinya hanya aku dari kalian yang paling benar menjadi anak Papa dan Mama." Kenzo terus saja bermonolog sambil membukakan sepatu Kevin juga kemeja Kevin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Masuk Season 3 ya, Lova sama jodohnya. Kasian Lova kalau gak di kasih jodoh nanti ngiri sama Ziv gegara di ceritain yang enak enak terus 😆
Eitss tapi tenang aja, Bucin bucinnya Sam dan kegilaan Ziv masih ada di S3 ini dan S3 ini aku buat ringkes aja ya karena aku udah nyiapin novel baru juga.
__ADS_1
Please dukung dan Bantu Like, Vote dan hadiah karna Novel ini sedang ikut Lomba🙏