Satu Malam Menjadi Ayah Muda

Satu Malam Menjadi Ayah Muda
BAB 119


__ADS_3

Axelle membawa Lova untuk berkunjung ke rumahnya.


"Kak, kita masih pakai pakaian kantor." Ucap Lova tidak percaya diri.


"Tidak apa apa, kita memang habis pulang bekerja, kan?"


"Ada siapa di rumahmu, Kak?"


"Kalau siang begini paling hanya ada Mama dan Allea."


Lova hanya menganggukan kepalanya.


Axelle menggandeng tangan Lova dan hal itu tentu saja membuat jantung Lova berdegup dengan kencang. Axelle memperlakukannya begitu lembut, membuat Lova menjadi nyaman dan inilah yang Lova suka, diperlakukan dengan lembut.


"Xell, tumben pulang jam segini." Celetuk Allea yang berjalan sambil menghampirinya.


Mata Allea lalu melihat ke tangan Axelle yang menggandeng tangan seorang wanita.


"Xell, kau membawa wanita?" Tanya Allea tak percaya lalu berteriak. "Ma.. Mamaaa, lihat Axelle membawa seorang wanita." Teriak Allea.


"Al, pelankan suaramu." Kata Axelle merasa tak enak pada Lova.


Allea menggandenga tangan Lova satunya lagi begitu saja dan mengajaknya berjalan masuk lalu meninggalkan Axelle. "Apa kamu kekasih saudara kembarku itu?" Tanya Allea.


Lova hanya tersenyum, "Iya Kak."


"Hei jangan panggil aku Kakak, kita seperti seumuran."


"Tidak, Kak Axelle lebih tua dariku 4 tahun."


"Tapi tetap jangan memanggilku Kakak, itu terkesan tua." Allea mencebik.


"Al jangan ganggu kekasihku." Protes Axelle.


"Aku tidak menganggunya, oh ya siapa namamu?"


"Lova."


"Wah nama yang cantik secantik orangnya. Kenapa mau sama Axelle? Dia itu jomblo abadi, tadinya ku kira Axelle itu tidak normal." Bisik Allea.


"Al, aku mendengarmu." Kata Axelle.


"Wahh ada siapa?" Sapa seseorang dengan suara lembut menyapa ke tiga orang itu.


"Ma.. Lihatlah, Axelle membawa kekasihnya kesini." Ucap Allea.


"Benarkah?" Rachel mendekat ke arah Lova yang sedari tadi di gandeng oleh Allea.


"Hai, siapa namamu?" Sapa Rachel.


Lova mengulurkan tangannya dan mencium punggung tangan Rachel dengan santun. "Lova."

__ADS_1


Rachel tersenyum, "Selamat datang, Lova."


"Terimakasih, Aunty." Balas Lova.


"Ma.. Lova ini cucunya dokter Pras, pemilik rumah sakit di tempat Oma berpraktik dulu." Kata Axelle.


"Oh, ya? Apa kamu ini anaknya Cean atau anaknya Kak Disya?"


"Aku anaknya Daddy Cean, Aunty. Aunty mengenal Daddy?"


Rachel mengangguk, "Dulu kami beberapa kali bertemu di rumah sakit jika Momny ku mengajakku ke rumah sakit dan kebetulan dokter Pras juga mengajak Cean."


Axelle begitu senang melihat Lova yang terlihat bisa akrab dengan Mama dan adiknya. Membuat Axelle yakin jika Lova adalah pilihan hatinya yang tepat. Terlebih keluarga mereka juga saling mengenal dan mempunyai hubungan yang baik.


Lova melewati setengah hari di rumah keluarga Axelle, Lova mengenal keluarga Axelle yang harmonis, bahkan sifat Axelle tidak jauh berbeda dari Samudra, yakni begitu menyayangi keluarga dan adiknya meski adiknya sudah menikah. Lova meyakini dirinya jika ia mengambil keputusan yang tepat.


Axelle mengantar Lova pulang saat sudah sore. Allea menahan Lova untuk mengajaknya makan malam bersama. Namun Axelle mengatakan jika dirinya sudah berjanji akan makan malam bersama keluarga Lova dan di akhir pekan nanti Lova lah yang akan makan malam bersama keluarga Axelle. Allea pun akhirnya melepas Lova.


"Allea lucu ya." Kata Lova di saat perjalanan pulang.


"Dia itu dewasa tapi tidak dewasa." Kata Axelle mencoba menceritakan kisah adiknya pada kekasihnya itu.


"Maksudnya?"


"Lova sudah menikah dua tahun yang lalu. Tapi saat dia menikah, kekasihnya kabur dengan pacarnya yang sudah hamil."


Lova yang mendengarnya merasa terkejut, pasalnya cerita itu hampir mirip dengan yang menimpa Zivana.


"Lalu Kakakmu yang menggantikannya?" Tebak Axelle dan Lova mengangguk.


"Saat di pernikahan Allea juga sama, pengantinnya di ganti oleh pria yang tak lain Kakaknya sahabat Allea, tapi dia duda beranak satu. Mereka menyelamatkan nama baik Rivano karena merasa berhutang budi dengan keluarga Rivano." Jelas Axelle.


"Lalu sekarang pernikahan mereka bagaimana?" Tanya Lova ingin tau.


"Tidak tau, semenjak menikah, Allea tertutup dengan kehidupannya. Tapi yang aku lihat Allea berperan menjadi ibu dari anak suaminya itu." Axelle menghembuskan nafas kasarnya. "Allea dipaksa dewasa oleh keadaan tapi itu sudah jalan pilihannya."


Lova menganggukan kepalanya. "Kamu juga pasti sedih melihat saudraimu seperti itu."


"Bohong jika aku tidak bersedih, Love. Tapi aku bisa apa, Allea sudah menikah dan aku


tidak berhak ikut campur dalam urusan rumah tangganya." Jawab Axelle.


Lova mengusap punggung tangan Axelle yang berada di atas perseneling, membuat Axelle menoleh ke arah Lova seketika.


**


"Kak, pakai parfum apa sih?" Tanya Zivana sedikit kesal.


"Parfum yang biasa aku pakai, Bee. Memang kenapa?"


"Kok baunya begini, ganti deh bikin aku pusing dan mau muntah."

__ADS_1


Samudra membolakan kedua matanya, jelas jelas ini parfum yang Zivana belikan, tapi Zivana mengatakan jika parfumnya bau tidak sedap.


"Nanggung, Sayang."


"Ganti Kak, kalau engga nanti jangan tidur sama aku, aku tidur di kamar Lova saja." Ancam Zivana membuat Samudra tidak bisa berkutik.


"Kamu menyerang kelemahanku, Bee Sweety." Kata Samudra tidak bersemangat kemudian membalikan tubuhnya ke arah walk in closet untuk mengganti pakaian dan tidak memakai parfum agar dirinya berada di titik aman.


Samudra merangkul pinggang Ziv namun Ziv mendorongnya. "Ishh Kakak kok masih bau sih!!"


"Bau apa lagi sih Bee?" Samudra mengendus ketiak kanan dan kirinya sendiri. "Mana ada bau."


"Bau Kak, bau sekali malahan." Zivana menutup hidunya sendiri lalu berlari ke arah kamar mandi dan menuju wastafel.


Hoekkk.. Zivana memuntahkan isi perutnya yang belum terisi apapun.


Samudra terlihat bingung lalu segera menyusul Zivana dan membantu memijat tengkuknya, namun Zivana malah mendorong dada Samudra.


"Jauh jauh dari aku, Kak. Kakak bau, bau sekali."


"Ya tuhan Ziv, aku bau apa?"


"Pokoknya Kakak bau, jangan dekat dekat aku." Usir Zivana.


Samudra menghela nafas, "Aku akan meminta bibi untuk mengambilkanmu makanan dan air jeruk hangat." Kata Samudra dengan lesu.


Samudra turun ke bawah dan melihat sudah ada Axelle bersama Lova. Juga ada Pras, Nanda, Nadlyn dan Cean. Mereka berkumpul di ruang keluarga sebelum akhirnya makan malam bersama.


"Lho mana Ziv, Kak?" Tanya Lova.


"Ziv sedang tidak enak badan." Jawab samudra tidak bersemangat.


"Tidak enak badan kenapa?" Tanya Nanda menyelidik.


"Gak tau, Oma. Masa Ziv bilang Sam bau, padahal Sam udah mandi, pakai parfum yang Ziv belikan, tapi tetap saja Ziv bilang Sam bau dan malah sampai muntah segala." Jawab Samudra.


Nanda dan Pras saling melihat dan kemudian tersenyum, "Ayo kita periksa Ziv." Kata Pras yang berdiri dari duduknya dan nengembangkan senyum.


Pras mengambil stetoskopnya untuk memeriksa Zivana, Samudra dan yang lainnya pun mengikuti karena penasaran.


Zivana yang tengah memakan lolipop pun terkejut melihat Samudra yang di ikuti banyak orang masuk ke dalam kamarnya.


"Ada apa ini?" Tanya Zivana bingung sambil melihat satu persatu ke arah keluarga Samudra yang mendatangi dirinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Crazy Up ku kali ini, aku persembahkan untuk Readersku yang sudah baik hati memberikanku Vote di hari senin ini. Juga untun Readersku yang memberikanku Like dan hadiah yang berpengaruh untuk naiknya Novelku.


Aku juga berterimakasih untuk Readers yang slalu ninggalin jejak komentar dan membuatku senyum senyum membaca komentar kalian, baik itu menyemangatiku maupun mengomentari jalan cerita novelku, itu tandanya ceritaku berhasil membuat kalian tertarik untuk sekedar berkomentar.


Terimakasih sudah banyak membantuku dengan apapun bentuk dukungan kalian 🤗🥰

__ADS_1


__ADS_2