Satu Malam Menjadi Ayah Muda

Satu Malam Menjadi Ayah Muda
BAB 65


__ADS_3

Hari hari terlewati. Kehidupan rumah tanggan Cean dan Nadlyn berjalan begitu harmonis. Samudra pun terlihat begitu bahagia melihat kelengkapan kedua orang tuanya. Nadlyn pun sama, tidak pernah ia menyangka jika cinta dan pengorbanannya terbalaskan, kini Cean menjadi sosok pria yang lebih dewasa dan begitu mencintai keluarganya. Cean pun sudah mulai aktif memegang kendali perusahaan bersama Robi yang masih membimbingnya.


Cean memeluk Nadlyn dari belakang saat Nadlyn sedang memilihkan dasinya.


"Akhh Cean..." Nadlyn terkesiap.


Cean menciumi tengkuk Nadlyn, "I love U." Ucapnya berbisik.


Nadlyn tersenyum, hampir setiap saat Cean mengatakan kata cinta untuknya, membuat Nadlyn merasa begitu bahagia.


"Love u too, Hubby." Balas Nadlyn lalu membalikan tubuhnya menghadap Cean untuk memasangkan dasinya.


"Kamu cantik." Kata Cean yang tak lepas memandangi wajah Nadlyn.


"Baru nyadar." Cibir Nadlyn.


Cean tertawa, "Iya nih baru sadar. Payah banget ya aku."


"Kamu gak payah, semalam bisa sampai tiga kali." Balas Nadlyn yang lagi lagi membuat Cean tergelak.


"Abis kamu enak banget, ini aja masih pengen nambah tapi aku harus mengantar Sam sekolah lalu bekerja." Jawabnya.


Nadlyn tersenyum sambil menepuk dada Cean yang sudah terpasang dasi dengan sempura. "Kamu semakin dewasa, banyak mengalah pada Samudra."


"Tentu saja, bukankah aku harus memberikan contoh yang baik untuk putraku?"


Nadlyn memeluk Cean dan Cean membalas pelukannya. "Terimakasih Cean, aku semakin mencintaimu." Ucap Nadlyn dan Cean mencium puncak kepala Nadlyn.


"Aku lihat Sam dulu, ya." Kata Cean sambil melerai pelukannya.


Sedari mereka memutuskan untuk melanjutkan pernikahannya, Cean banyak mengambil peran untuk Samudra, dari menemaninya tidur, mengantar sekolah, menemaninya belajar, bahkan bermain sebelum tidur. Hal itu Cean lakukan untuk menebus kesalahan juga waktu yang banyak terlewati bersama Samudra.


"Son, kamu sudah siap?" Tanya Cean yang masuk ke kamar Samudra.


"Sedikit lagi, Dad. Aku sedang memasang ikat pinggangku." Teriak Samudra dari dalam walk in closetnya.


Cean menghampirinya. "Sini Daddy bantu."


"No Dad, ini sudah mau selesai." Jawab Samudra.


Cean mengambil sisir dan menyisirkan rambut Samudra. "Selesai, kau tampan sekali." Kata Cean memuji Samudra.

__ADS_1


"Setampan Daddy?"


"Ya tentu saja." Jawab Cean. "Ayo Son, kita turun." Ajak Cean sambil mengambilkan tas ransel milik Samudra.


Nadlyn tengah membantu Nanda menyiapkan sarapan di meja makan. Nanda tersenyum saat melihat Cean menggandeng tangan Samudra untuk turun dari tangga.


"Kamu bahagia, Nad?" Tanya Nanda pada Nadlyn.


"Bahagia sekali, Mom. Terimakasih ya Mom, ini semua karena Mommy." Nadlyn memeluk Nanda dari samping.


"Mommy hanya ingin kamu yang menjadi pendamping Cean, dan sekarang Mommy bersyukur kalian dipenuhi oleh cinta setiap hari."


Nadlyn mengangguk. "Mommy harus selalu sehat agar bisa melihat kami bahagia ya, Mom."


Nanda pun tersenyum, ia sangat bersyukur karena Nadlyn begitu memperhatikannya.


**


Begitupun kehidupan Dirga dengan Yuri, bahkan meskipun belum menikah, Dirga lebih sering menginap di apartemen Yuri meski mereka tidak melakukan hal hal di luar batas karena Dirga tidak ingin merusak Yuri yang kini begitu di cintainya. Bagi Dirga, Mencintai itu menjaga, bukan merusak meski dengan alasan cinta sekalipun.


"Baby, nanti kamu jadi bertemu dengan Nadlyn?" Tanya Dirga sambil menyisir rambutnya di depan cermin.


"Iya Kak, aku sama Kak Nadlyn janjian di dekat sekolah Samudra sekalian menjemput Samudra."


"Iya Kak."


Rencananya nanti sore, mereka akan mendatangi butik untuk fitting baju pernikahan mereka. Dirga tidak ingin mengecewakan Yuri dan ingin membuat moment moment itu menjadi berkesan untuknya.


Mereka sarapan bersama, tentu saja hanya sarapan yang mudah di buat oleh Dirga karena Yuri belum terlalu bisa memasak dan Dirga tidak memaksakan hal itu. Bagi Dirga, Yuri hanya harus mengurus Dirga dan segala kebutuhan Dirga. Sementara urusan memasak dan mebereskan rumah akan Dirga serahkan pada asisten rumah tangga karena nanti Dirga akan membawanya untuk tinggal di rumahnya yang cukup besar itu.


"Jangan lupa kabari aku." Kata Dirga sambil mencium sekilas bibir Yuri saat sudah di ambang pintu keluar flat nya.


"Iya Kak, nanti aku akan mengabari Kakak." Jawab Yuri yang slalu membuat hati Dirga menjadi tenang.


Ponsel Yuri berbunyi notifikasi pesan masuk setelah Yuri menutup pintu apartemennya. Yuri segera melihat ponselnya dan tiba tiba saja wajahnya menjadi muram. Yuri mengambil nafas dalam dalam dan menghembiskannya perlahan, pikirannya berkecamuk setelah melihat foto yang dikirimkan ke ponselnya.


**


Siang hari, Nadlyn bertemu dengan Yuri di sebuah cafe yang dekat dengan sekolah Samudra.


"Kamu sekarang semakin cantik." Kata Nadlyn memuji Yuri.

__ADS_1


"Kak Nadlyn bisa aja, masih cantikkan Kakak." Balas Yuri kemudian mereka duduk berhadapan.


"Aku tidak menyangka, hubunganmu dan Dirga bisa seperti sekarang ini. Bahkan kalian tinggal bersama." Ucap Nadlyn.


"Tapi kami tidak ngapa ngapain, Kak. Suungguh."


Nadlyn tertawa, "Iya iya aku percaya. Aku sangat tau Dirga seperti apa, aku yakin Dirga bisa menahan diri sampai kalian menikah kan?"


Yuri mengangguk, "Iya Kak."


"Oh ya aku dengar dari Vincent, kamu sekarang sering ke salonnya. Dan apa benar kamu berencana akan membeli salon Vincent?" Tanya Nadlyn.


"Iya Kak, Vincent bilang salonnya akan tutup karena akan di sita oleh bank jika hutangnya tidak dilunasi. Karena itu aku menawarkan diri untuk membelinya dan tetap Vincent yang mengelolanya, aku percaya Vincent orang yang baik."


Nadlyn begitu kagum pada Yuri, sosok yang selalu positif dan baik hati pada siapapun.


"Dirga tau ini?" Tanya Nadlyn lagi.


Yuri mengangguk, "Bahkan Kak Dirga yang membelikan salon ini padaku, katanya sebagai kado pernikahan. Kak Dirga ingin aku melepas semua fasilitas yang ayahku berikan, karena menurut Kak Dirga, secara hukum aku bukan anak dari Papaku, dan jika di masa depan sesuatu terjadi Papaku, Kak Rena bisa dengan mudah mengambil semuanya dari aku, karena itu Kak Dirga membelikan salon Vincent untukku." Yuri menghela nafas saat menyebut nama Rena.


"Ada apa?" Tanya Nadlyn yang melihat perubahan di wajah Yuri.


Yuri menatap mata teduh Nadlyn, "Kak, ada yang ingin aku ceritakan." Ucap Yuri dengan hati hati.


"Soal apa?"


Yuri mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan apa yang ia terima tadi pagi. Nadlyn pun melihatnya lalu mengernyitkan dahinya. Tidak lama kemudian, Nadlyn tertawa.


"Kenapa Kak Nadlyn tertawa?" Tanya Yuri dengan heran.


"Lihatlah." Kata Nadlyn sambil memperlihatkan ponsel Yuri. "Ini editan." Ucapnya sambil memperlihatkan juga sebuah foto yang Rena kirimkan juga pada Nadlyn beberapa hari yang lalu.


Foto yang diterima oleh Yuri adalah Foto Rena sedang bercinta bersama Dirga, tentu saja itu editan karena Nadlyn pun menerima foto yang sama hanya saja dengan wajah mirip dengan Cean.


Yuri menelisik kedua foto itu, dengan pose yang sama, tubuh yang sama hanya wajah yang berbeda.


"Jangan terkecoh oleh ular seperti Rena, nikmati kebersamaanmu dengan Dirga, aku sangat percaya jika Dirga tidak semurahan itu." Nasihat Nadlyn pada Yuri.


"Aku aka mengirimkan ini pada Dirga, dan tunggu reaksi Dirga." Kata Nadlyn lalu mengirimkan foto yang Yuri terima pada Dirga.


Tak lama kemudian, foto itu terkirim dan Dirga sudah melihatnya. Namun Dirga tidak kunjung membalasnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Biar gak lupa Up, ingetin di komentar ya 😅


__ADS_2