Satu Malam Menjadi Ayah Muda

Satu Malam Menjadi Ayah Muda
BAB 121


__ADS_3

Audrey mendatangi kantor ARDA KARYA untuk bertemu dengan Cean. Cean menyambut baik kedatangan Audrey, karna meski bagaimanapun baik Cean maupun Nanda tidak pernah membenci Audrey.


"Hai Audrey." Sapa Cean sambil cipika cipiki lalu mempersilahkan Audrey untuk duduk di sofa.


"Maaf mengganggu waktumu, Cean." Ucap Audrey hati hati.


Cean hanya tersenyum, "Apa kedatanganmu karena masalah Kevin dan Lova?"


"Kau mengetahuinya, Cean?" Tanya Audrey.


Cean mengangguk, "Maaf Audrey, putriku memilih pria lain meski aku yakin jika Lova masih mencintai Kevin."


"Aku bisa mengerti hal itu, Cean." Kata Audrey. "Aku juga tau Lova melakukan hal ini untuk menjaga perasaan dua keluarga. Yaitu Aunty Nanda dan juga perasaanku." Audrey tersenyum. "Putrimu dewasa sekali, kamu beruntung memiliki putri sepengertian Lova."


Cean hanya diam, ia takut salah bicara dan menyinggung perasaan Audrey.


"Aku tidak menyalahkanmu dan Aunty Nanda untuk menjauhkan Lova dari putraku. Aku bisa mengerti, kalian pasti tidak ingin berhubungan dengan keturunan pria bejat seperti Papaku."


"Tidak seperti itu, Audrey. Bahkan kami tidak pernah menyalahkanmu, hanya saja untuk ke hubungan yang lebih serius diantara anakku dan anakmu, itu rasanya sulit, Audrey. Aku hanya menjaga perasaan Mommy, aku takut Mommy masih menyimpan luka yang di torehkan oleh Papamu dulu." Jelas Cean.


"Ya, aku mengerti." Audrey menghela nafasnya sejenak. "Jika Aunty Nanda takut jika cucu kesayangannya disakiti oleh putraku, aku juga sama, Cean. Aku juga takut jika sampai putraku menyakiti putrimu dan membuat hubungan dua keluarga yang sudah membaik, malah menjadi hancur kembali."


Cean tidak menyangka jika Audrey menyimpan beban seberat itu.


"Karna dari itu, Cean. Hal ini memang lebih baik untuk dua keluarga." Gumam Audrey.


Audrey juga meminta pada Cean untuk tidak meneruskan kerja sama yang baru saja di ajukan oleh WG Group yang dipegang oleh Kevin dengan ARDA KARYA. Cean menyayangkan hal itu karena menurut Cean, hubungan bisnis dan pribadi adalah dua hal berbeda dan Cean sangat ingin membantu perusahaan WG Group semakin besar meski sudah cukup besar walau tak sebesar ARDA KARYA. Namun Cean tidak bisa berbuat lebih, ia mengikuti kemuan Audrey untuk menghormatinya.


**


Lova tengah menerima pesan masuk, jika Kevin ingin bertemu untuk yang terakhir kalinya untuk berpamitan karena Kevin akan pergi ke Singapura membangun cabang perusahaan disana dengan nama baru King Corporation.


Lova tidak membalasnya, tetapi Kevin kembali mengiriminya pesan dan memohon untuk bertemu.


Lova menghembuskan nafasnya, ia akan membicarakan hal ini dengan Axelle mengingat Axelle adalah kekasihnya dan Lova menjalin hubungan yang serius dengan Axelle.


Lova mencoba menelpon Axelle namun Axelle tidak mengangkatnya. Bukan Axelle sengaja, tetapi Axelle tengah menghadiri rapat di perusahaannya sendiri dan ponselnya di tinggal di ruangannya.


Lova meninggalkan pesan agar nanti Axelle membacanya.

__ADS_1


"Hai pacar, lagi sibuk ya? Aku ijin bertemu dengan Kak Kevin ya, dia bilang ingin bertemu untuk yang terakhir kalinya karena Kak Kevin akan tinggal sementara di Singapura untuk jangka waktu yang cukup lama. Kamu percaya aku kan? Susul aku ya, aku akan bertemu dengan Kak Kevin di restoran grand hotel jam makan siang nanti."


Lova membereskan berkas berkas di mejanya dan segera merapihkan tas nya lalu pergi meninggalkan perusahaan untuk bertemu dengan Kevin.


Kevin melambaikan tangannya saat melihat kedatangan Lova di pintu restoran dan Lova segera menghampirinya.


"Maaf, jalanan sedikit macet." Kata Lova berbasa basi.


"Tidak apa apa, wajar karna ini jam makan siang." Balas Kevin.


Mereka sama sama diam karna bingung ingin bicara soal apa. Hingga Kevin mulai mengatakan sesuatu.


"Lusa aku akan berangkat."


Lova tersenyum, "Semoga disana kehidupanmu lebih baik, Kak."


Mereka lanjut makan siang bersama, tidak ada obrolan serius saat mereka makan siang bersama. Hingga mereka selesai makan dan menikmati hidangan penutup, Kevin mulai berbicara lagi.


"Lov, aku ingin memberikan kenang kenangam untukmu, tapi tertinggal di kamar hotel, kamu ikut aku untuk mengambilnya ya." Ajak kevin.


"Lho Kak Kevin tidur di hotel? Kenapa memangnya?" Tanya Lova.


Tanpa rasa curiga, Lova mengikuti Kevin. Mereka naik ke lantai lima belas, dan menuju kamar 1507. Kevin membuka pintu kamar dan Lova mengikutinya.


Lova mengedarkan pandangannya saat melihat kamar hotel yang masih rapih seperti belum di tiduri, tiba tiba saja perasaannya menjadi tidak enak.


Dan benar saja, Kevin seketika memeluk Lova dari belakang, membuat Lova terkesiap.


"Kak!!" Pekik Lova.


"Lov, kita saling mencintai, kita bisa memperjuangkannya." Kata Kevin memaksa.


"Tidak, Kak. Aku sudah membuka hatiku untuk Kak Axelle, aku mohon Kak jangan begini." Lova mencoba melepaskan diri dari Kevin namun Kevin semakin brutal menciumi tengkuknya.


"Aku tidak bisa, Lov. Aku tidak bisa melepasmu, Lov."


"Kak hentikan, jangan rusak aku, Kak."


"Tidak Lov, aku bukan ingin merusakmu, aku hanya ingin memilikimu, hanya dengan cara ini dua keluarga memberi kita restu." Kevin mendorong Lova ke atas ranjang dan Lova terlihat ketakutan.

__ADS_1


"Aku tidak mau, Kak. Hentikan Kak, jangan lakukan hal itu, aku akan membenci Kakak seumur hidupku!!" Teriak Lova.


"Kamu tidak akan membenciku jika sudah mengandung anakku, Lov." Kevin mencumbui Lova dan mencoba membuka kancing kancing kemejanya meski di tahan oleh Lova.


"Hentikan, Kak!!" Lova terlihat histeris.


"Aku mencintaimu, Lov."


"Itu bukan cinta, Kak. Cinta itu tidak merusak!!" Lova mencoba menendang Kevin namun Kevin berhasil mengungkungnya.


Blipp..


"KURANG AJAR!!" Seseorang menarik kerah belakang Kevin dan menghempaskannya dengan kasar.


"Kak Axelle." Lirih Lova.


Axelle memukuli Kevin dengan brutal,


Bughh.. Bughh.. Bughh..


"Berani kau sentuh wanitaku, Hah?!"


Bughh.. Bughh.. Bughh..


"Sudah Xelle." Kenzo melerai Axelle. "Bawa Lova, aku akan mengamankan Kevin." Kata Kenzo dan Axelle menghentikan aksinya itu.


Axelle melepas jasnya dan memakaikannya pada Lova lalu membawanya pergi. Sementara itu Kenzo menarik ujung kerah Kevin hingga Kevin berdiri dan mendorongnya kasar ke atas sofa.


"Brengsekkk Kau Kev!!" Sentak Kenzo. "Cinta itu tidak menyakiti, tidak merusak, dan kau malah mau melakukan hal keji pada Lova!!"


Kenzo mengusap wajahnya kasar. "Kau bukan ingin menyatukan dua keluarga, Kev. Kau malah akan menyulut peperangan diantara dua keluarga, Bodohh!!" Maki Kenzo. "Dan disini yang paling menderita adalah Mama kita, Kev. Mama mungkin akan bunuh diri jika tau kau berani menyentuh keturunan ARDA KARYA dengan paksa!!" Kenzo semakin berteriak pada Kevin.


Kevin tidak pernah melihat Kenzo semarah ini. Tetapi kebodohan Kevin sudah sangat tidak bisa di tolerir lagi.


"Aku membencimu, Kev. Sangat membencimu. Aku tidak mengerti mengapa Kau menjadi kembaranku, aku tidak mengerti mengapa Mama melahirkan putra sebodoh Kau!!" Sentak Kenzo kemudian pergi meninggalkan Kevin seorang diri dengan membanting pintu kamar hotel.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Besok 3 Bab terakhir ya.. 😘

__ADS_1


Jangan lupa dibantu untuk ramein kolom komentar ya 🙏


__ADS_2