Satu Malam Menjadi Ayah Muda

Satu Malam Menjadi Ayah Muda
BAB 59


__ADS_3

Cean dan Nadlyn pulang langsung ke rumah Nanda setelah selesai berbincang dengan Robi.


"Mommy belum pulang?" Tanya Nanda yang belum melihat keberadaan mobil Nanda di halaman rumah.


"Belum, Samudra tidak mau pulang karena betah melihat Ade bayi nya Ryu dan Keiina." Jawab Cean menceritakan sepupunya yang baru saja memiliki seorang putri bernama Raelyne


"Kita juga belum menjenguk bayi nya Ryu, aku tidak enak sama Aunty Ay."


"Nanti juga Aunty Ay ke sini untuk membicarakan konsep akhir yang sudah di desainnya untuk resepsi wedding kita.


Mereka masuk smabil menggenggam erat tangannya satu sama lain menuju kamar mereka.


"Sayang..." Panggil Cean saat mereka sudah tiba di kamar. "Apa kita tidak akan memberi adik untuk Samudra?" Tanya Cean dengan hati hati.


Nadlyn duduk di tepi tempat tidur dan melihat ke arah pintu kaca menuju balkon kamar Cean.


"Aku sempat berpikir, Sam masih membutuhkan sosok Daddy di hidupnya, aku takut Sam tersaingi karena perhatianmu terbagi."


Cean mencoba mendengarkan isi hati Nadlyn.


"Bisakah kita menundanya sampai Sam sendiri yang meminta adik untuknya?" Tanya Nadlyn.


Cean mengangguk, "Ya, kita akan tanya pendapat Samudra nanti." Ucapnya tidak memaksa.


Mereka sama sama terdiam hingga Cean mulai berbicara kembali. "Sayang.." Panggilnya lembut.


Nadlyn menoleh ke arah Cean yang sedang menatapnya. "Hem..."


Cean diam seolah berpikir, Cean memang ingin meminta haknya, namun entah mengapa Cean merasa Nadlyn belum siap.


"Tidak jadi, lupakan saja." Kata Cean lalu mencoba berdiri. "Aku mandi duluan ya." Ucapnya.


Namun Nadlyn menarik tangan Cean hingga membuat Cean terduduk kembali. Mata mereka saling bersitatap seolah mengetahui isi hati masing masing.


"Katakan." Ucap Nadly dengan lirih.


Cean menempelkan keningnya di kening Nadlyn, jarinya mengusap bibir Nadlyn yang akhir akhir ini menjadi candu bagi Cean.


"Aku ingin.. Tapi aku takut kamu belum siap. Aku juga merasa tidak pantas karena pernah mencampakanmu juga menolakmu." Ucap Cean dengan lirih.


Nadlyn melingkarkan kedua tangannya di leher Cean. "I'm yours."


Cean menyugingkan senyumnya. "Thankyou Honey, i love u."


Cean mmengecup sekilas bibir Nadlyn dan Nadlyn memejamkan matanya saat Cean menciumnya kembali lebih dalam.


Cean mendorong tubuh Nadlyn hingga Nadlyn berada di bawah kungkungan Cean.


"Akhh Ceannn..." Dessahh Nadlyn saat ciuman Cean turun ke bagian lehermya dan menghisapnya kuat disana.


Tangan Cean mulai membuka reseleting di balik baju Nadlyn dan mengusap punggung halusnya.


Hingga Cean berhasil membuka atasan baju Nadlyn dan menyisakan ********** yang berwarna nude. Tangan Cean mulai meraba ke satu bagian milik Nadlyn. "Lebih besar dari sebelumnya." Gumamnya.

__ADS_1


Tiba tiba saja Nadlyn mendorong Cean dari atasnya dan membuat Cean terkejut saat Nadlyn duduk seketik.


"Cean, maaf..."


"Ada apa, Sayang?"


Namun Nadlyn tidak menjawab, melainkan ia berlari ke dalam kamar mandi yang berada di dalam walk in closset.


"Ada apa dengan dia?" Tanya Cean dengan heran kemudian menghembuskan nafas kasarnya, "Kena tanggung banget ini sih."


Sementara itu, Nadlyn masuk ke dalam kamar mandi dengan hanya memakai penutup di bagian dadanya saja. "Haisshh datang tamu di saat gak tepat." Gumam Nadlyn seraya merutuki dirinya sendiri.


"Mana gak ada pembalut." Nadlyn bingung harus bagaimana.


Tokk Tokk Tokkk..


"Sayang, kamu gak apa apa?" Tanya Cean dari luar pintu kamar mandi.


Nadlyn menghembuskan nafas kasarnya, mau tidak mau, Nadlyn harus meminta tolong Cean.


Perlahan, Nadlyn membuka pintu kamar mandi dan Cean melihatnya. "Kamu gak apa apa? Aku nyakitin kamu ya?" Tanya Cean sambil mengusap pipi Nadlyn.


Nadlyn menggelengkan kepalanya sambil menggigit bibir bawahnya.


"Ada apa, hem??"


"Aku bisa minta tolong, gak?" Tanya Nadlyn ragu ragu.


"Minta tolong apa?"


Cean tersenyum. "Tamu mu datang?"


Nadlyn mengangguk.


"Baiklah, kirimkan ke aku gambarnya seperti apa, aku akan membelikannya sendiri." Kata Cean dan membuat Nadlyn lega.


"Terimakasih, Cean."


**


Dua minggu kemudian, pesta resepsi pernikahan Cean dan Nadlyn di gelar secara mewah dan megah di sebuah hotel ternama. Nadlyn begitu berterimakasih pada Aunty Ayla karena membuatkan resepsi sesuai dengan impiannya, sebuah dream wedding yang slalu ia impikan.


Nadlyn di dandani oleh MUA ternama dan terlihat sangat cantik, juga tatanan rambut yang elegan dan gaun seperti seorang putri kerajaan, membuat siapa saja yang melihatnya mengagumi kecantikan Nadlyn.


Robi mendampingi Nadlyn yang berjalan menuju pelaminan, dimana Cean sudah menunggunya. Robi menyerahkan tangan Nadlyn saat Cean menyambutnya kemudian mengecup punggung tangan Nadlyn.


"You're so beautiful." Bisik Cean dan membuat senyum Nadlyn semakin mengembang.


"Aku tidak rela mereka memandangimu seperti itu, kecantikanmu hanya untukku." Bisik Cean lagi.


"Kamu jadi seperti Daddy, bucin pada Mommy."


"Tapi suka kan?" Tanya Cean.

__ADS_1


"Cinta." Satu kata yang Nadlyn ucapkan membuat Cean merasa terbang melayang.


Samudra pun tampak gagah dengan jas yang sama dengan Cean, mereka bertiga duduk di pelaminan bersama. Cean dan Nadlyn ingin membagi kebahagiaan itu bersama Samudra.


Pras bersama Nanda duduk mendampingi Cean dan Nadlyn. Sementara itu Robi hanya duduk sendirian mendampingi Cean dan Nadlyn demi untuk menghormati mendiang ibunya Nadlyn dan membuat kursi disebelahnya itu kosong.


Hal itupun di maklumi oleh Hellena, memang hanya Robi lah yang bisa mengendalikan Hellena untuk tidaknberbuat ulah apapun termasuk menuruti semua perkataannya.


Hellena juga datang bersama Dirga untuk mengucapkan selamat dan memberinya restu.


"Kakak ipar." Ledek Cean sambil memeluk Dirga ala persahabatan.


"Jaga adikku, berani menyakitinya lagi, aku sendiri yang akan memastikan kalian bercerai hingga ke pengadilan." Ucap Dirga.


"Akan ku pastikan, kali ini Nadlyn bahagia bersamaku."


Dirga kemudian menghampiri Nadlyn. "Harus bahagia ya, Nad."


Namun Nadlyn tidak menjawab apapun, melainkan langsung memeluk Dirga. "Makasih untuk semuanya, Ga."


Hal itu membuat Cean terbakar cemburu dan segera menarik Nadlyn. "Lepas, jangan lama lama pelukannya." Ucapnya possesif.


"Hei, Nadlyn itu adikku."


"Tetap saja dulu kamu menyukai adikmu sendiri." Ledek Cean.


Dirga hanya memutar malas bola matanya. Pandangannya kini tertuju pada Samudra kemudian menggendongnya. "Pi,, Sam sudah besar, jangan di gendong. Malu Pii." Kata Samudra memberengut.


Cean, Nadlyn dan Dirga tertawa.


"Sam sudah besar ya? tapi untuk Papi Sam adalah bayi Papi yang Papi sayangi."


"Sam juga sayang Papi, walaupun Sam sudah besar, Sam akan terus menyayangi Papi."


Kini giliran Hellena memberi selamat pada Nadlyn, ini adalah pertama kalinya Hellena bertemu Nadlyn setelah kejadian waktu Robi mengungkap semuanya.


"Selamat, Nadlyn. Dan aku ingin minta maaf atas segala sikapku padamu." Kata Hellena dengan tulus.


Nadlyn tersenyum. "Iya, Mi..."


Hellena terkejut dan merasa tak percaya dengan apa yang ia dengar. Nadlyn memanggilnya dengan sebutan Mami.


"Nadlyn merestui Papa menikahi Mami. Nadlyn titip Papa ya, Mi, karena sekarang Nadlyn tidak tinggal sama Papa lagi."


Hellena memeluk Nadlyn, "Terimakasih Sayang. Jangan menganggapku orang lain, aku pun akan selalu menganggapmu sebagai putriku sendiri. Sesekali kamu pun harus menginap di rumah Papamu."


Nadlyn melerai pelukannya. "Iya, Mi.. Terimakasih."


Pesta itu berlangsung dengan suka cita. Semua saling memaafkan dan memberi kesempatan. Namun ada sesuatu yang terasa kurang di hati Dirga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Eittss.. Novel ini belum tamat.. Masih ada kisah Dirga dan Yuri. Juga bucin bucinnya Cean pada Nadlyn dan adiknya Samudra yang masih otw..

__ADS_1


Bantu subcribe, like, vote dan hadiahnya ya.. Juga tinggalkan jejak komentar di setiap Bab yang teman teman baca.


__ADS_2