Satu Malam Menjadi Ayah Muda

Satu Malam Menjadi Ayah Muda
BAB 54


__ADS_3

Cean mengantar Nadlyn dan Samudra untuk pulang ke rumah Robi. Sedari tadi Cean terus mengembangkan senyum saat Nadlyn mengutarakan konsep pernikahannya nanti.


"Bagus kan, Cean?" Tanya Nadlyn.


"Iya sayang, itu konsep yang bagus. Nanti aku akan bicarakan dengan Aunty Ay." Balas Cean.


"Cean aku ingin desain bajuku dari butik Erlasha dan di desain langsung oleh Miss Alesha ya."


"Iya, kamu bisa atur semuanya. Nanti kamu yang pegang black card aku, dan kamu bisa pakai untuk keperluan pesta pertunangan kita."


Seperti itulah Cean dan Nadlyn, bahkan mereka berbicara di depan Samudra dan Samudra hanya tersenyum saja melihat Mommy nya kini yang banyak bicara, karena sebelumnya Nadlyn lebih banyak diam seolah banyak pikiran.


"Cean ada tamu." Kata Nadlyn saat melihat sebuah mobil yang menurutnya asing berada di halaman rumah Robi.


"Ayo kita masuk." Ajak Cean yang keluar dari mobil dan dengan segera membukakan pintu mobil untuk Nadlyn, membuat Nadlyn terus saja tersenyum kepada Cean.


"Sini, biar Samudra aku gendong." Kata Cean meraih Samudra dari pangkuan Nadlyn.


"Daddy menginap ya disini." Pinta Samudra.


"Baiklah Daddy akan menginap disini." Jawab Cean dan Samudra senang akan hal itu.


Nadlyn masuk terlebih dahulu dan terkejut saat melihat keberadaan wanita yang pernah menghinanya dulu saat di pertunangan Dirga dengan Yuri.


"Sayang, sudsah pulang?" Tanya Robi yang membawa dua gelas air minum lalu di letakan di atas meja.


Robi tau jika ada yang ingin Nadlyn tanyakan, "Duduk dulu, Nad. Ada yang mau Papa bicarakan denganmu."


Cean memberikan Samudra pada Nanny nya. "Sam istirahat dulu dengan Nanny ya, Daddy harus temani Mommy disini dulu." Ucap Cean dengan lembut.


Samudra mengangguk patuh dan segera ke kamarnya di temani oleh Nanny.


Cean membawa Nadlyn untuk duduk, namun sebelum itu, Cean mengirimi Dirga pesan untuk segera datang ke rumah Nadlyn.


"Ada apa, Pa?" Tanya Nadlyn.


Robi memijat pelipisnya. "Nad, kamu tau kan jika dia adalah...."


"Mami nya Dirga." Sahut Nadlyn dengan cepat.


"Nad.. Mami nya Dirga datang kesini untuk meminta maaf padamu." Kata Robi.


"Iya, Nad." Sahut Hellena. "Aunty datang kesini untuk minta maaf padamu atas apa yang Aunty lakukan dulu."


"Aku sudah memaafkan Aunty, aku juga tidak pernah menggoda Dirga, Kami hanya bersahabat."


"Iya, Nad... Maafkan Aunty yang sudah salah paham." Ucap Hellena.


Namun ada perasaan lain yang tengah Nadlyn rasakan, kemudian ia melihat ke arah Robi. "Ada apa, Pa?" Tanyanya mencari tau.


"Nad.. Sebenarnya ada hal lain yang ingin Papa sampaikan." Kata Robi hati hati.

__ADS_1


"Apa itu, Pa?"


Robi menghela nafas sejenak. "Nad.. Hellena adalah mantan kekasih Papa di masa lalu sebelum Papa menikah dengan ibumu."


Nadlyn cukup terkejut, namun masih diam untuk mendengarkan apa yang ini Robi katakan lagi selanjutnya.


"Dan dari hubungan Papa di masa lalu, Papa memiliki seorang anak bersama Hellena dan itu adalah Dirga." Kata Robi lagi.


Jeddaarr


Nadlyn seperti mendapat sebuah luka yang di lemparkan ayahnya sendiri pada diri Nadlyn.


"Gak mungkin itu, Pa.. Papa dulu mengkhianati Mama?"


"Tidak, Nad. Papa tidak pernah mengkhianati Mama, semua ini terjadi jauh sebelum Papa bertemu dan menikah dengan Mamamu. Papa berani bersumpah dalam ikatan pernikahan Papa dengan mama tidak pernah sekalipun Papa mengkhianatinya."


Nadlyn terlihat shock dan Cean merangkul pundaknya. "Jadi aku dan Dirga?"


"Kalian Kakak beradik, kalian anak anak Papa." Kata Robi menjelaskan.


Nadlyn begitu terlihat shock, namun belum hilang rasa terkejutnya, Robi kembali mengatakan sesuatu.


"Nad.. Papa ingin minta ijin padamu, Papa ingin menebus kesalahan Papa di masa lalu, sama seperti Cean yang menebus kesalahannya. Bolehkah Papa menikahi Hellena?"


Nadlyn hanya diam karena ia sndir bingung dengan apa yang terjadi.


"Nad.. Papa ingin mempertanggung jawabkan semuanya pada Hellena, Hellena membesarkan Dirga seorang diri."


"Kamu tetap anak Papa, Hellena pun akan menerimamu dan menjadikanmu putrinya juga."


Nadlyn menggelengkan kepalanya. "Aku dan Sam akan keluar dari sini, Pa."


"Nad..."


"Aku tidak bisa menerima orang asing, Pa." Aku akan pindah sekarang juga." Ucap Nadlyn keras kepala.


Nadlyn berdiri dan melihat keberadaan Dirga di ambang pintu.


"Nad.. Papa mohon jangan pergi." Pinta Robi.


Nadlyn kembali menatap wajah Robi. "Aku tidak melarang Papa menikah lagi. Aku juga tidak melarang Papa memperbaiki kesalahan Papa pada Dirga. Disini, akulah orang ketiga diantara kalian. Aku harap kalian akan bahagia dan menjadi keluarga yang sempurna." Ucap Nadlyn sambil mengusap air matanya lalu pergi menuju kamar Samudra. Cean pun mengikuti Nadlyn.


"Mommy.." Panggil Samudra.


"Sam, ayo kita pergi dari sini." Ajak Nadlyn.


"Pergi kemana, Mom?" Tanya Samudra.


"Kemana saja, yang penting Sam bersama Mommy. Karena sekarang Mommy sudah tidak memiliki siapa siapa, Mommy hanya memiliki Sam.


Nadlyn menangis dan memeluk Samudra. Cean yang melihatnya pun ikut merasakan kesedihan itu.

__ADS_1


"Nad, kita ke rumah Mommy ya. Mulai detik ini, aku yang akan mejaga kalian." Ajak Cean dan segera menggendong Samudra juga merangkul bahu Nadlyn.


Cean dan Nadlyn melewati Dirga yang masih berdiri.


"Sayang...." Panggil Robi pada Nadlyn.


Nadlyn menghentikan langkahnya. "Jaga diri Papa, aku harap Papa bisa bahagia."


"Nad.." Panggil Dirga.


Nadlyn melihat ke arah Dirga, "Maafkan Papaku, Ga. Aku yakin Papa akan menebus kesalahannya padamu."


Nadlyn tau, pastilah Dirga juga tidak bisa menerima kenyataan ini. Terlebih Dirga yang masih mencintai Nadlyn.


"Nadlyn..." Kini giliran Hellena yang memanggil Nadlyn dan berjalan mendekat ke arah Nadlyn.


"Jangan marah pada Papamu, Nad. Kita bisa mencoba menjadi satu keluarga." Bujuk Hellena.


"Aku butuh waktu untuk menenangkan diri sendiri dulu, Aunty. Aku titip Papa." Jawabnya dengan sopan.


"Ayo Cean.." Ajak Nadlyn dan Cean pun membawanya untuk ke rumah orang tuanya.


Di perjalanan, Nadlyn hanya diam saja. Samudra sudah tertidur di pangkuan Cean karena lelah. Satu tangan Cean meraih tangan Nadlyn membuat Nadlyn menoleh ke arahnya seketika.


"Jangan khawatir apapun. Semua akan baik baik saja." Kata Cean.


"Bagaimana jika nanti kamu juga pergi dariku?"


"Itu tidak akan pernah terjadi, Nad. Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama untuk ke dua kalinya."


"Kamu saja belum mengurus masalahmu dengan Rena." Ucap Nadlyn yang tiba tiba saja teringat Rena.


"Aku tidak punya urusan dengannya. Apa yang harus aku urus?"


Nadlyn menghela nafasnya.


"Ayo kita menikah saat ini juga agar kamu tau jika aku tidak main main." Kata Cean.


"Aku belum mau memikirkan ini, Cean. Aku masih belum menerima tentang Papa dengan Maminya Dirga.


"Dirga kakakmu, Nad. Berusahalah untuk menerimanya." Kata Cean mencoba membuka pikiran Nadlyn.


"Aku belum bisa memikirkan hal itu, Cean."


"Pelan pelan, Nad. Setiap orang punya kesalahan di masa lalu dan itu termasuk aku."


Nadlyn kembali diam.


"Mungkin pikiran Papa, sama sepertiku. Hanya ingin memperbaiki kesalahan." Ucap Cean lagi.


"Itu berbeda, Cean. Bedanya, diantara kamu dan aku tidak ada anak yang lain selain Samudra. Tapi diantara Papa dan Maminya Dirga, ada aku selain Dirga."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2